Fenomena Video Viral dan Isu yang Muncul
Video berjudul “Teh Pucuk” kini menjadi topik utama di berbagai platform media sosial. Sejak cuplikan tersebut menyebar, rasa penasaran netizen semakin meningkat. Banyak orang mencoba mencari versi lengkap dari video tersebut, sementara lainnya menebak-nebak identitas pria dan wanita yang tampil di dalamnya.
Spekulasi terus berkembang setelah muncul dugaan bahwa pemeran video tersebut adalah mahasiswa dan mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi negeri. Nama Anis Januar Putri sempat muncul dalam arus tudingan yang beredar. Ia disebut-sebut sebagai mahasiswi dari Universitas Mataram. Namun, isu ini menyebar tanpa verifikasi jelas, memicu diskusi panjang dan spekulasi liar di berbagai akun media sosial.
Banyak unggahan yang tidak disertai konfirmasi langsung turut mengaitkan identitas Anis dengan perempuan dalam video viral tersebut. Akhirnya, bantahan tegas disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai keliru. Klarifikasi langsung diberikan oleh Anis Januar Putri, yang menyatakan bahwa dirinya bukanlah sosok perempuan dalam rekaman tersebut.
Pernyataan resmi dari pihak kampus juga memperkuat bantahan tersebut. Satgas PPKS Universitas Mataram menyatakan bahwa pemeran wanita dalam video tersebut bukanlah mahasiswi mereka. Perbedaan ciri fisik antara individu dalam video dan Anis menjadi dasar bahwa tudingan tersebut tidak memiliki landasan kuat.
Penegasan ini disampaikan oleh perwakilan Satgas PPKS dalam keterangan resminya pada Senin, 9 Februari 2026. Pihak kampus juga menyebut bahwa video telah beredar sejak September 2025 dan tidak terjadi di wilayah Lombok maupun Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberanian Anis dalam klarifikasi ini menjadi bentuk upaya untuk membersihkan namanya dari tuduhan yang dinilai merugikan.
Dalam penjelasannya, Anis menjelaskan perbedaan fisik antara dirinya dan pemeran dalam video. Misalnya, ia menggunakan kacamata hitam, sedangkan pemeran video mengenakan kacamata berwarna perak bening. Selain itu, kondisi wajah juga menjadi sorotan. Sosok dalam video tampak tanpa noda, sementara Anis secara terbuka menunjukkan wajahnya yang memiliki beberapa jerawat. Pernyataan tegas ini memperkuat bantahannya bahwa ia sama sekali tidak terlibat dalam video tersebut.
Hingga saat ini, belum ada bukti sahih yang mengkonfirmasi bahwa pria atau wanita dalam video viral tersebut merupakan mahasiswa aktif dari kampus mana pun. Informasi yang beredar lebih banyak bertumpu pada asumsi dan dugaan netizen, tanpa dukungan data resmi dari pihak berwenang. Fenomena ini kembali menunjukkan betapa cepat opini publik terbentuk di era digital, bahkan sebelum fakta diverifikasi secara menyeluruh.
Video Cukur Kumis yang Juga Viral
Selain video “Teh Pucuk”, video berjudul “Cukur Kumis” juga viral di media sosial. Videonya ramai diperbincangkan di berbagai platform, terutama TikTok. Isi video tersebut menarik perhatian netizen karena dianggap kontroversial. Judul videonya juga dianggap unik.
Dalam waktu singkat, video cukur kumis ini menyebar luas dan memicu berbagai reaksi, mulai dari rasa penasaran hingga perdebatan di komentar. Seiring viralnya video tersebut, muncul informasi yang menyebutkan bahwa pemeran wanita dalam video telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Kabar ini dengan cepat menyebar dan dipercaya oleh sebagian netizen.
Banyak akun media sosial yang ikut membagikan informasi tersebut tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi penangkapan pemeran wanita tersebut ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang membenarkan kabar tersebut.
Fakta lainnya, beberapa konten kreator diketahui sengaja membuat video yang seolah-olah menunjukkan bahwa pemeran wanita tersebut benar-benar ditangkap. Video-video ini dikemas sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan, sehingga banyak netizen terkecoh dan menganggap sebagai kejadian nyata. Diduga kuat, pembuatan konten semacam ini bertujuan untuk meningkatkan popularitas akun TikTok para konten kreator tersebut.
Dengan memanfaatkan isu yang sedang viral, mereka berusaha menarik perhatian, menambah jumlah penonton, serta meningkatkan jumlah pengikut di akun masing-masing. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Tidak semua konten yang viral mencerminkan fakta yang sebenarnya. Penting untuk selalu mengecek sumber informasi dan menunggu klarifikasi resmi agar tidak ikut menyebarkan kabar yang belum tentu benar.







