Presiden Hadir dalam Puncak Harlah 1 Abad NU di Malang
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang. Acara yang berlangsung di Stadion Gajayana ini menarik antusiasme besar dari ribuan peserta yang hadir.
Dengan menggunakan mobil Maung MV3 Garuda Limousine, Presiden Prabowo Subianto melambaikan tangan kepada 104.541 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kehadiran Presiden dalam acara tersebut memberikan semangat dan kebahagiaan bagi para kiai, ulama, dan jamaah NU.
Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, turut hadir dalam rangkaian acara tersebut. Mereka mengikuti rangkaian mujahadah bersama para kiai, ulama, dan jamaah, sekaligus menyapa para Nahdliyin asal Kota Batu yang ikut serta dalam kegiatan ini.
Nurochman, yang juga terlibat aktif sebagai Wakil Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU Malang Raya, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan acara. Ia menilai kegiatan berjalan lancar, tertib, dan khidmat berkat dukungan serta kerja sama solid seluruh pihak yang terlibat.
Kehadiran Presiden Memberikan Semangat
Di hadapan ratusan ribu peserta, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bahagia dan haru dapat berada di tengah keluarga besar NU. Ia menuturkan bahwa setiap kali bertemu dengan para kiai, ulama, dan jemaah NU, dirinya selalu merasakan semangat, kesejukan, serta kekuatan batin yang besar untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Setiap kali berada di tengah NU, saya selalu bahagia dan penuh semangat. Saya merasakan kesejukan dan getaran hati saudara-saudari sekalian,” kata Presiden Prabowo Subianto, Minggu (8/2/2026).
Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada NU atas kontribusinya selama satu abad dalam menjaga persatuan dan kedamaian bangsa. Ia menilai NU konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman moderat, toleran, dan berakar pada kebangsaan, sehingga mampu merawat kerukunan umat dan keutuhan NKRI.
Filosofi Jawa yang Diapresiasi
Secara khusus, Presiden mengutip filosofi Jawa yang diajarkan oleh para kiai dan leluhur, yakni Mikul Dhuwur Mendem Jero. Filosofi ini bermakna mengangkat tinggi kebaikan dan mengubur dalam-dalam segala kekurangan atau keburukan.
“Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam. Berbeda tidak masalah, sesudah berbeda cari persatuan, cari kesamaan, musyawarah untuk mufakat,” ujarnya.
Kolaborasi Malang Raya dalam Mujahadah Kubro
Kolaborasi lintas daerah di Malang Raya menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU Jawa Timur. Pemerintah Kota Batu memberikan dukungan penuh sebagai bentuk komitmen menjaga nilai kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian kepada umat.
“Alhamdulillah, Mujahadah Kubro 1 Abad NU Jawa Timur berjalan sukses luar biasa. Ini merupakan bentuk kerja sama konkret antar wilayah di Malang Raya. Kami dari Kota Batu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari khidmat kepada Nahdlatul Ulama dan jamaah,” tutur Nurochman usai acara.
Secara khusus, Nurochman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan, termasuk penyediaan Gedung SMP Negeri 1 Malang dan Gedung Perpustakaan Malang sebagai tempat berkumpulnya keluarga besar NU Kota Batu.
Peserta yang Hadir dalam Acara
Mujahadah Kubro turut diikuti oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Panglima TNI, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Forkopimda Jawa Timur, Mustasyar, Rais Aam, serta Tanfidziyah PBNU dan PWNU Jawa Timur, bersama ratusan ribu Nahdliyin se-Jawa Timur.







