Festival Pasar Imlek di Timika Memeriahkan Tahun Baru Imlek 2026
Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026, masyarakat Kota Timika, Provinsi Papua Tengah, kembali menikmati kegiatan yang memperkaya budaya dan ekonomi lokal. Dewan Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Mimika menggelar Festival Pasar Imlek di Jalan Budi Utomo, Kota Timika. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Minggu (15/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026), dengan jam operasional dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIT.
Festival tersebut menyajikan berbagai stand makanan dan minuman serta partisipasi pelaku usaha. Salah satu yang menarik perhatian adalah hadirnya stand Honda yang mempromosikan produk-produk terbaru mereka. Acara ini menjadi pertama kalinya digelar di Timika, dan penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Antusiasme Masyarakat yang Luar Biasa
Ketua PSMTI Kabupaten Mimika, Rusli Gunawan, menjelaskan bahwa acara berjalan sangat meriah dan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Ia menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut berjalan lancar dan didukung oleh masyarakat sekitar. “Sejak hari pertama pelaksanaan, masyarakat tampak antusias memadati lokasi acara,” ujarnya.
Selain masyarakat, dukungan juga datang dari TNI dan Polri yang turut membantu pengamanan serta kelancaran jalannya acara. Antusiasme warga disebut menjadi energi positif tersendiri bagi panitia.
Harapan untuk Kedepannya
Festival Pasar Imlek ini menjadi awal dari event berskala lebih besar, seperti Jakarta Fair di Indonesia bagian barat. “Kalau Jakarta Fair semua orang tahu di Indonesia bagian barat. Indonesia bagian timur di mana? Mengapa tidak Timika? Siapa tahu nanti berkembang,” ungkap Rusli optimistis.
Meski demikian, panitia mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi lokasi. Festival kali ini hanya memanfaatkan lima ruko sehingga ruang bagi pelaku UMKM masih terbatas. “Banyak sekali UMKM yang ingin ikut, tapi karena tempatnya terbatas, jadi festival ini tergolong kecil. Ke depan kita ingin lebih besar, jangan hanya tiga hari, mungkin seminggu atau bahkan sebulan,” jelasnya.
Rencana Pengembangan Acara
Panitia akan mengembangkan acara secara bertahap. Ke depan, tidak menutup kemungkinan panitia akan mengundang pelaku usaha maupun peserta dari luar daerah seperti Jakarta dan Surabaya. “Sekarang ini zaman sudah terbuka, zaman media sosial. Apa yang kita buat di sini bisa dilihat sampai luar negeri. Respons yang kita terima juga sangat positif, bahkan ada yang berharap acara ini bisa lebih besar lagi agar mereka bisa ikut berpartisipasi,” tuturnya.
Cuaca yang Mendukung
Panitia juga bersyukur karena cuaca selama pelaksanaan acara sangat mendukung, meskipun sebelumnya diprediksi akan turun hujan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Harusnya hujan, tapi puji Tuhan cuaca sangat mendukung. Banyak orang berdoa supaya acara ini berjalan lancar. Coba bayangkan kalau hujan deras, mungkin orang enggan datang,” katanya.
Kegiatan Menarik di Hari Terakhir
Pada hari terakhir, panitia menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan menarik seperti pembagian door prize, berbagai atraksi seni, hingga pertunjukan barongsai yang digelar di area outdoor.
Perspektif Pedagang
Salah satu pedagang kue di stand Pasar Imlek, Yuni, mengaku mulai berjualan sejak hari pertama pembukaan pada Minggu (15/2/2026). “Saya berjualan di sini sejak Minggu pas Pasar Imlek ini dibuka. Jualan yang dijajarkan itu risoles, dan alhamdulillah sejak Minggu hingga Selasa ini ramai dan lumayan pembelinya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap perayaan Imlek karena antusiasme masyarakat dan jumlah pengunjung dinilai cukup tinggi.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat serta dukungan berbagai pihak, Festival Pasar Imlek di Timika diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan berskala besar di Papua Tengah.







