Pendaftaran Calon Ketua KONI Kabupaten Malang Memanas
Di hari terakhir pendaftaran calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, Sabtu (7/2/2026), Zia’ul Haq, seorang politisi Partai Gerindra, resmi mendaftar sebagai kandidat. Ia menjadi salah satu dari tiga calon yang akan bersaing dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 14 Februari 2026 mendatang.
Selain Zia, ada dua kandidat lainnya yang juga mendaftar. Salah satunya adalah Hendra Prastiyawan, Wakil Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur. Sebelumnya, Darmadi, politisi PDI Perjuangan, sudah lebih dulu mendaftar pada Rabu (4/2/2026).
Persaingan Antara Zia dan Darmadi
Meskipun jumlah kandidat mencapai tiga orang, persaingan utama diprediksi akan terjadi antara Zia dan Darmadi. Keduanya dianggap sebagai ‘musuh bebuyutan’ dalam bursa calon Ketua KONI Kabupaten Malang. Alasannya, mereka membawa beban partai masing-masing. Kekalahan salah satu dari mereka bisa berdampak buruk bagi reputasi partai yang membesarkannya.
Zia mengungkapkan bahwa dirinya tidak mudah digertak. “Saya ini bukan ayam sayur, yang bisa digertak. Namun, kami ini ayam petarung, yang sudah tak mempan jika digertak soal jumlah dukungan seperti itu,” ujarnya kepada para pendukungnya.
Perbedaan suasana terlihat saat keduanya mendaftar ke Sekretariat KONI di Stadion Kahuripan, Kecamatan Turen. Saat Darmadi mendaftar, banyak pendukungnya hadir, termasuk para politisi senior PDIP dan 25 ketua Cabang Olahraga (Cabor). Sementara itu, Zia hanya didampingi delapan ketua Cabor.
Pendukung yang Menyertainya
Delapan ketua Cabor yang menyertai Zia meliputi perguruan silat yang tergabung di IPSI, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), IMMI, PSSI, Persatuan Senam Indonesia, Kurash, Floorball, serta Asosiasi Bola Tangan Indonesia. Di antara pendukungnya, ada yang istimewa, yakni kehadiran Ukasya Ali, ketua PSSI sekaligus rekan separtai Zia.
Zia menjelaskan bahwa ia sengaja hanya mengajak delapan Cabor karena angka tersebut dianggap keramat dan identik dengan angka keberuntungan Presiden Prabowo Subianto.
Visi dan Misi Kedua Kandidat
Dalam visi misinya, Zia menyinggung prestasi atlet Kabupaten Malang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025. Kabupaten Malang meraih peringkat empat dengan total 61 medali emas, 54 perak, dan 84 perunggu, serta mengumpulkan 436 poin. Ia berharap dapat meningkatkan peringkat tersebut menjadi minimal peringkat dua jika terpilih.
Sementara itu, Darmadi memiliki visi berbeda. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan anggaran KONI dari Rp 1,4 miliar per tahun menjadi Rp 4,5 miliar. Menurut Darmadi, anggaran yang cukup diperlukan untuk pembinaan atlet sejak dini agar bisa menciptakan prestasi yang lebih baik.
Perbedaan Pendekatan
Zia menegaskan bahwa ia tidak ingin adu klaim soal jumlah dukungan. “Biarkan calon lain mengklaim didukung 44 Cabor, wong itu baru dukungan, bukan hasil perolehan suara. Yang terpenting, nanti dibuktikan saat dibilik suara, siapa petarung yang sesungguhnya,” ujarnya.
Sementara itu, Darmadi dan pendukungnya, seperti Zulham Ahmad Mubarok, ketua Cabor E-sport yang juga anggota dewan PDIP, menekankan pentingnya peningkatan anggaran sebagai langkah strategis untuk meningkatkan prestasi atlet.







