Persebaya Surabaya dan Kekuatan Babak Kedua yang Menjadi Ancaman Bagi Bhayangkara FC
Persebaya Surabaya menunjukkan kekuatannya di babak kedua musim ini dengan mencetak sebanyak 18 gol. Angka tersebut menjadi alarm serius bagi Bhayangkara FC menjelang pertandingan pekan ke-21 Super League 2025/2026. Laga penting ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2) pukul 19.00 WIB.
Atmosfer kandang dan dukungan dari Bonek diprediksi akan menjadi energi tambahan bagi Persebaya Surabaya. Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, sudah memahami potensi ancaman dari lawan mereka. Ia menyebut pertandingan melawan Persebaya tidak akan mudah karena tim asal Surabaya memiliki pemain cepat dan berpengalaman.
”Besok akan menjadi pertandingan yang sulit. Persebaya adalah tim yang kuat,” ujar Munster dalam konferensi pers Jumat (13/2). Meski ia pernah menjadi pelatih Persebaya selama sekitar 1,5 tahun, kini ia berada di Bhayangkara FC dan fokus pada tugas barunya.
Munster mengatakan bahwa salah satu kekuatan utama Persebaya Surabaya terletak pada transisi permainan. Perubahan cepat dari bertahan ke menyerang sering kali membuat lawan kewalahan, terutama saat memasuki babak kedua.
Data menunjukkan bahwa dari total 31 gol Persebaya Surabaya di Super League musim ini, 18 di antaranya lahir setelah turun minum. Rinciannya, 12 gol tercipta di menit 1-45, satu gol pada injury time babak pertama, dan 17 gol di menit 46-90 plus satu gol pada menit 90+. Ini menunjukkan bahwa hampir 60 persen gol Persebaya tercipta di paruh kedua pertandingan.
Statistik ini menjadi sinyal bahaya bagi Bhayangkara FC. Jika lengah sedikit saja di babak kedua, hukuman bisa datang tanpa ampun. Munster tentu tak tinggal diam. Ia telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam ledakan Persebaya Surabaya setelah jeda.
Selain transisi cepat, faktor nonteknis juga menjadi perhatian serius. Dukungan Bonek di Gelora Bung Tomo kerap menjadi pembeda dalam laga-laga krusial. Munster sadar tekanan dari tribun bisa memengaruhi konsentrasi pemainnya. Oleh karena itu, ia menekankan fokus dan disiplin sepanjang 90 menit pertandingan.
Di kubu Bhayangkara, kiper Aqil Savik menyuarakan kepercayaan diri yang sama. Ia memilih tak terpengaruh atmosfer kandang lawan. ”Selama saya percaya dengan diri saya sendiri dan rekan-rekan tim, saya rasa tidak ada yang tidak bisa kita lakukan bersama,” kata Aqil Savik.
Ucapan Aqil mencerminkan semangat kolektif yang coba dibangun Bhayangkara. Kepercayaan satu sama lain diharapkan menjadi tameng menghadapi tekanan Persebaya Surabaya.
Saat ini Bhayangkara FC berada di peringkat ke-10 klasemen Super League dengan 26 poin dari 20 laga. Posisi itu membuat mereka butuh tambahan angka untuk menjaga peluang naik ke papan atas. Di sisi lain, Persebaya Surabaya ingin memaksimalkan laga kandang untuk terus bersaing di jalur positif.
Produktivitas 31 gol menunjukkan lini serang mereka cukup tajam musim ini. Namun laga ini tak hanya soal statistik dan klasemen. Ada sentuhan emosional dalam kembalinya Munster ke Surabaya sebagai lawan.
Pertemuan ini menjadi panggung pembuktian bagi kedua kubu. Persebaya Surabaya ingin menunjukkan konsistensi, sementara Bhayangkara datang membawa perangkap yang disiapkan sang mantan pelatih. Jika babak pertama berjalan ketat, babak kedua berpotensi jadi penentu segalanya. Di situlah Persebaya Surabaya paling berbahaya, dan di situlah Munster harus membuktikan taktiknya bekerja.
Duel di Gelora Bung Tomo nanti dipastikan berlangsung sengit sejak menit awal. Pertanyaannya, mampukah Bhayangkara meredam 18 gol babak kedua Persebaya Surabaya, atau justru kembali jadi korban ledakan setelah turun minum? Menarik untuk dinantikan.







