Provinsi dengan Wisatawan Terbanyak di Indonesia Tahun 2025
Selama tahun 2025, jutaan orang melakukan perjalanan wisata domestik lintas provinsi. Hal ini memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata nasional pasca-pandemi dan mendorong perputaran ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Jumlah Perjalanan Wisatawan Nusantara Menurut Provinsi Tujuan (Perjalanan), 2025, total perjalanan wisata domestik di Indonesia mencapai 1.200.332.559 perjalanan dalam setahun.
Istilah wisatawan nusantara atau sering disingkat wisnus merujuk pada penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan wisata di dalam wilayah negara sendiri, baik untuk liburan, bisnis, kunjungan keluarga, hingga kegiatan sosial dan budaya. Setiap kali seseorang bepergian ke suatu provinsi untuk tujuan wisata, maka akan tercatat sebagai satu perjalanan. Artinya, satu orang bisa menyumbang lebih dari satu perjalanan dalam setahun jika melakukan perjalanan ke berbagai daerah.
Lonjakan mobilitas ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik masih menjadi tulang punggung utama industri pariwisata Indonesia. Ketika wisatawan mancanegara belum sepenuhnya kembali ke angka puncak sebelum pandemi, justru perjalanan antarprovinsi oleh warga Indonesia menjadi mesin utama penggerak hotel, transportasi, kuliner, dan sektor ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Peta Tujuan Wisata yang Berubah
Menariknya, peta tujuan wisata tidak hanya didominasi oleh Pulau Jawa dan Bali. Sejumlah provinsi di luar Jawa, termasuk Kalimantan Timur, juga masuk dalam daftar wilayah dengan jumlah perjalanan wisata tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi di luar pusat-pusat lama pariwisata mulai mendapat tempat di hati wisatawan domestik.
Indonesia mencatat total 1,2 miliar perjalanan wisata nusantara sepanjang 2025, yang berarti rata-rata lebih dari 3,2 juta perjalanan setiap hari. Angka ini mencerminkan betapa besar peran pariwisata dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai sarana rekreasi maupun sebagai bagian dari aktivitas sosial dan ekonomi.
Pulau Jawa masih menjadi magnet utama karena kepadatan penduduk, kemudahan akses transportasi, serta keberagaman destinasi budaya, alam, dan belanja. Namun, provinsi-provinsi di luar Jawa juga menunjukkan performa yang tidak kalah menarik, terutama wilayah dengan kekayaan alam dan event berskala nasional.
Dominasi Jawa dan Daftar Provinsi dengan Perjalanan Terbanyak
Berdasarkan akumulasi perjalanan sepanjang 2025, berikut 20 provinsi dengan jumlah perjalanan wisata terbanyak di Indonesia. Daftar ini disusun dari yang tertinggi ke terendah:
- Jawa Timur – 217.197.652 perjalanan
- Jawa Barat – 211.762.921 perjalanan
- Jawa Tengah – 146.253.837 perjalanan
- DKI Jakarta – 99.396.992 perjalanan
- Banten – 62.556.582 perjalanan
- Sumatera Utara – 56.910.262 perjalanan
- Sulawesi Selatan – 42.530.358 perjalanan
- DI Yogyakarta – 40.592.837 perjalanan
- Lampung – 27.090.780 perjalanan
- Bali – 26.615.306 perjalanan
- Sumatera Selatan – 26.065.516 perjalanan
- Riau – 23.926.171 perjalanan
- Sumatera Barat – 22.302.808 perjalanan
- Aceh – 20.096.350 perjalanan
- Kalimantan Selatan – 19.017.247 perjalanan
- Kalimantan Timur – 15.683.381 perjalanan
- Nusa Tenggara Barat – 14.848.407 perjalanan
- Sulawesi Utara – 14.537.959 perjalanan
- Sulawesi Tenggara – 13.272.738 perjalanan
- Kalimantan Barat – 13.192.118 perjalanan
Kalimantan Timur: Destinasi yang Terus Menanjak
Masuknya Kalimantan Timur dalam 20 besar provinsi paling ramai wisatawan menjadi sorotan tersendiri. Dengan 15,68 juta perjalanan wisata sepanjang 2025, provinsi ini mengungguli sejumlah wilayah di Indonesia Timur. Daya tarik Kalimantan Timur tidak hanya terletak pada kekayaan alam seperti hutan tropis, sungai besar, dan pantai, tetapi juga pada geliat kota-kota seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.
Selain itu, keberadaan kawasan strategis nasional di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) turut meningkatkan mobilitas masyarakat. Banyak perjalanan tercatat sebagai wisata karena melibatkan kunjungan keluarga, kegiatan bisnis, serta eksplorasi destinasi baru di sekitar kawasan pengembangan.
Pulau Jawa Masih Menjadi Jantung Wisata Domestik
Jika dilihat dari lima besar, seluruhnya berasal dari Pulau Jawa. Jawa Timur dan Jawa Barat bersaing ketat dengan selisih sekitar lima juta perjalanan, menunjukkan betapa besarnya skala pergerakan di dua provinsi ini. Kota-kota besar, destinasi alam, serta wisata religi menjadi penopang utama tingginya angka tersebut. Sementara itu, DI Yogyakarta tetap menjadi ikon wisata budaya dan pendidikan, sedangkan DKI Jakarta meski dikenal sebagai kota bisnis, justru mencatat hampir 100 juta perjalanan wisata karena posisinya sebagai pusat transportasi dan tujuan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Pariwisata sebagai Motor Ekonomi Daerah
Data ini memperlihatkan bahwa pariwisata domestik bukan sekadar hiburan, tetapi telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap perjalanan membawa dampak pada sektor perhotelan, transportasi, UMKM, hingga industri kreatif. Daerah yang mampu mengelola potensi wisatanya dengan baik akan merasakan efek berantai berupa lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.







