Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Suzuki Burgman 2026 Lebih Mewah, Tapi Fitur Ini Masih Kurang?

    4 April 2026

    Gabungkan Puasa Syawal dan Qadha, Perbanyak Pahala dengan Niat dan Cara yang Benar

    4 April 2026

    Kekuasaan listrik ibu kota Iran terputus setelah serangan AS-Israel

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • Suzuki Burgman 2026 Lebih Mewah, Tapi Fitur Ini Masih Kurang?
    • Gabungkan Puasa Syawal dan Qadha, Perbanyak Pahala dengan Niat dan Cara yang Benar
    • Kekuasaan listrik ibu kota Iran terputus setelah serangan AS-Israel
    • UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda
    • Megawati Berduka Atas Kematian Prajurit RI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu
    • AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax
    • Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang
    • PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif
    • Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi
    • 7 manfaat minum alpukat untuk ibu hamil, jangan sampai terlewat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Tips»3 Tips Hemat Listrik untuk Mahasiswa Agar Token Rp 100.000 Tahan Lebih dari 45 Hari

    3 Tips Hemat Listrik untuk Mahasiswa Agar Token Rp 100.000 Tahan Lebih dari 45 Hari

    adm_imradm_imr26 Januari 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Menghemat Token Listrik Rp 100.000 untuk Anak Kos

    Anak kos sering mengeluh bahwa token listrik senilai Rp 100.000 terasa cepat habis, terutama jika penggunaan listrik tidak terkontrol. Namun, dengan pengaturan yang tepat, nominal tersebut bisa bertahan lebih dari satu bulan. Penghematan listrik tidak selalu berarti harus mengurangi kenyamanan atau aktivitas sehari-hari. Beberapa langkah sederhana justru bisa membuat token listrik lebih awet hingga lebih dari 45 hari.

    Hitungan Kebutuhan Listrik Anak Kos

    Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Toto Sukisno, menjelaskan bahwa penghematan listrik sebenarnya bisa dilakukan tanpa mengurangi kenyamanan maupun aktivitas sehari-hari. “Untuk anak kos dengan beban pemakaian standar, kebutuhan listriknya sekitar 1,45 kWh per hari,” ujar Toto pada Sabtu (20/12/2025).

    Sebagai ilustrasi, jika sebuah kamar kos memiliki daya 900 VA di wilayah Jakarta, tarif listrik per Desember 2025 tercatat sebesar Rp 1.352 per kWh. Selain itu, pembelian token juga dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 2,4 persen. Dengan perhitungan tersebut, token listrik Rp 100.000 akan dikonversi menjadi sekitar 72,19 kWh.

    Perhitungannya sebagai berikut:
    (Rp 100.000 – 2,4 persen PPJ) ÷ Rp 1.352

    Rp 97.600 ÷ Rp 1.352 = 72,19 kWh

    Jika konsumsi harian berada di kisaran 1,45 kWh, token Rp 100.000 secara teoritis dapat bertahan hingga sekitar 49 hari.

    Biasakan Mematikan Alat Elektronik

    Menurut Toto, langkah paling mendasar untuk menghemat listrik adalah mengubah kebiasaan penggunaan peralatan elektronik. “Intinya, semua alat yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan,” kata dia.

    Ia mencontohkan kipas angin atau lampu yang kerap dibiarkan menyala saat penghuni kos keluar kamar. Kebiasaan sederhana ini, jika terus dilakukan, bisa membuat token listrik terkuras lebih cepat.

    Pilih Perangkat Berlabel Hemat Energi

    Selain kebiasaan, pemilihan peralatan elektronik juga berpengaruh besar terhadap konsumsi listrik. Toto menyarankan agar anak kos menggunakan perangkat yang sudah berlabel efisiensi energi. Saat ini, peralatan elektronik umumnya dilengkapi stiker bintang berwarna hijau sebagai penanda tingkat efisiensi.

    “Semakin banyak bintangnya, semakin hemat energi. Yang paling efisien biasanya bertanda lima bintang,” ujarnya. Dengan peralatan hemat energi, konsumsi listrik dapat ditekan tanpa mengorbankan fungsi maupun kenyamanan.

    Waspadai Alat Elektronik yang Sudah Rusak

    Toto juga mengingatkan agar tidak menggunakan peralatan elektronik yang sudah mengalami kerusakan, meski masih bisa berfungsi setelah diperbaiki. “Peralatan yang mesinnya dililit ulang biasanya efisiensinya menurun, sehingga listrik yang dikonsumsi justru lebih besar,” jelasnya.

    Namun, jika kerusakan hanya pada komponen elektronik tertentu dan diganti dengan spesifikasi yang sama, konsumsi listrik umumnya tidak mengalami perubahan signifikan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kekuasaan listrik ibu kota Iran terputus setelah serangan AS-Israel

    By adm_imr4 April 20261 Views

    5 tips buka warung Madura di Solo: Trik tampilan barang yang menarik pembeli

    By adm_imr4 April 20262 Views

    Tarif Listrik 2026 Resmi Ditetapkan ESDM

    By adm_imr4 April 20265 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Suzuki Burgman 2026 Lebih Mewah, Tapi Fitur Ini Masih Kurang?

    4 April 2026

    Gabungkan Puasa Syawal dan Qadha, Perbanyak Pahala dengan Niat dan Cara yang Benar

    4 April 2026

    Kekuasaan listrik ibu kota Iran terputus setelah serangan AS-Israel

    4 April 2026

    UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?