Pabrik kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) resmi dioperasikan di Magelang, Jawa Tengah. Investasi yang ditanamkan mencapai Rp5 triliun. Peresmian pabrik ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Fakta-Fakta Mengenai Pabrik Kendaraan Listrik VKTR
1. Milik Bakrie Grup
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan Bakrie Grup. Sejumlah perusahaan dalam grup ini turut memiliki saham di VKTR. Contohnya, PT Bakrie & Brothers Tbk. memiliki saham sebesar 24,40% dan PT Bakrie Steel Industries menggenggam saham sebesar 14,42%.
Awal mula pendirian VKTR dimulai dari PT Bakrie Steel Industries, yang didirikan pada tahun 2007 untuk mendistribusikan kendaraan komersial dan komponen logam. Pada Maret 2022, perusahaan ini berubah menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. dengan fokus pada bisnis perdagangan dan manufaktur kendaraan listrik, seperti perakitan dan karoseri bus listrik serta perdagangan suku cadang kendaraan listrik (OEMI).
Pada 19 Juni 2023, VKTR mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah itu, perusahaan terus memperluas kehadirannya di sektor kendaraan listrik.
2. Kapasitas Produksi
Fasilitas produksi VKTR saat ini memiliki kapasitas sekitar 3.000 unit bus dan truk listrik per tahun. Dengan pengembangan operasional di masa depan, kapasitas dapat meningkat hingga 10.000 unit.
Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan bahwa pabrik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional. Ia menegaskan bahwa bus dan truk listrik bisa menjadi penopang utama tumbuhnya industri listrik.
3. Nilai Investasi
Investasi yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas ini mencapai Rp5 triliun. Investasi tersebut berasal dari Bakrie Group.
Pabrik ini berlokasi di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Presiden Prabowo menyambut baik peresmian pabrik ini. Ia berharap VKTR dapat berkembang menjadi salah satu national champion Indonesia di sektor otomotif.
4. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Dari sisi industri, VKTR menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara bertahap. Saat ini, TKDN kendaraan listrik VKTR telah mencapai 40%. Targetnya adalah meningkatkan TKDN menjadi 60% pada tahun ini dan mencapai 80% pada 2028.
Konversi armada bus dan truk dari bahan bakar fosil menuju kendaraan listrik berpotensi memberikan efisiensi besar terhadap anggaran negara. Penghematan subsidi bahan bakar minyak diperkirakan mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp85,32 triliun setiap tahun.
5. Mitra Kerja Sama
Dalam pengembangan bisnis, VKTR telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan karoseri nasional seperti Tri Sakti, Laksana, Adiputro, Tentrem, dan Mekar Armada Jaya. Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan pelanggan strategis seperti PT Transjakarta yang menargetkan elektrifikasi hingga 10.000 unit bus.
Selain itu, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah mempercayakan VKTR untuk penyediaan 14 unit truk listrik jenis compactor dan arm-roll untuk kebutuhan pengelolaan sampah. Uji coba kendaraan listrik juga tengah berlangsung dengan PT Semen Indonesia Logistik dan Perhutani.







