Persiapan Puasa untuk Ibu Menyusui
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh makna dan keberkahan. Bagi para ibu, terutama yang baru saja menjadi ibu menyusui, bulan ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya harus menjalankan puasa, tetapi juga memastikan bahwa produksi ASI tetap lancar dan berkualitas. Untuk itu, berikut beberapa tips persiapan puasa bagi ibu menyusui yang bisa dijadikan panduan.
1. Ketahui Angka Kecukupan Gizi (AKG) Mama untuk Mendukung Nutrisi Selama Memberikan ASI
Mengetahui angka kecukupan gizi (AKG) sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan nutrisi Mama selama menyusui terpenuhi. Berdasarkan AKG 2019 Kemenkes, kebutuhan gizi ibu menyusui terbagi menjadi dua periode, yaitu 6 bulan pertama dan 6 bulan kedua. Contohnya:
- Mama yang berusia 19-29 tahun:
- Kebutuhan Energi: 2580 Kkal
- Protein: 80 g
- Karbohidrat: 405 g
- Besi: 18 mg
- Kalsium: 1200 mg
- Folat: 500 mikrogram
- Zink: 13 mg
- Serat: 37 g
- Vitamin C: 120 mg
Air: 3150 ml
Mama yang berusia 30-49 tahun:
- Kebutuhan Energi: 2480 Kkal
- Protein: 80 g
- Karbohidrat: 385 g
- Besi: 18 mg
- Kalsium: 1200 mg
- Folat: 500 mikrogram
- Zink: 13 mg
- Serat: 35 g
- Vitamin C: 120 mg
- Air: 3150 ml
2. Komponen Zat Gizi yang Harus Terpenuhi dan Perannya Selama Memberikan ASI
Beberapa zat gizi penting yang harus dipenuhi oleh ibu menyusui antara lain:
- Protein dan lemak: Membantu meningkatkan sintesis enzim dan hormon seperti prolaktin dan oksitosin.
- Zat besi: Dibutuhkan untuk pembentukan sel jaringan dan sel darah pada bayi.
- Asam folat: Penting untuk pembentukan jaringan dan sel saraf.
- Kalsium: Membantu produksi ASI dengan kalsium tinggi.
- Vitamin C dan D: Membantu penyerapan zat besi dan kalsium.

3. Fakta Menyusui Selama Berpuasa di Bulan Ramadan
Menurut penelitian dari Jurnal Pediatrics International, komposisi zat gizi makro dalam ASI ibu yang berpuasa tidak mengalami penurunan. Namun, zat gizi mikro seperti zinc, magnesium, dan kalium bisa mengalami penurunan. Hal ini bisa diatasi dengan memenuhi asupan nutrisi harian sesuai kebutuhan ibu menyusui di luar waktu berpuasa.

4. Tips Asupan Ibu Menyusui yang Sedang Berpuasa
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Tetap menerapkan 3 kali makan, yaitu saat berbuka, sebelum tidur, dan saat sahur.
- Konsumsi air putih sebanyak 12-13 gelas per hari.
- Konsumsi suplemen vitamin, mineral, dan booster ASI jika diperlukan.
- Konsumsi makanan tinggi antioksidan seperti jeruk dan alpukat.
- Jika anak terbiasa minum ASIP, lakukan power pumping di malam hari agar produksi ASI tetap lancar.
- Perbanyak konsumsi sayuran seperti daun katuk, edamame, dan bayam.
- Konsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti melon dan semangka.
- Pastikan asupan protein hewani cukup.

5. Tanda Mama Harus Berhenti Puasa
Jika Mama mengalami tanda-tanda berikut, sebaiknya berhenti berpuasa:
- Ubun-ubun bayi terlihat cekung (menunjukkan dehidrasi).
- Bayi rewel meski sudah disusui dalam waktu lama.
- Air seni bayi keruh dan berbau tidak sedap.
- Bayi terlihat lemas dan tidak aktif.
- Ibu merasa sangat haus.
- Ibu mengalami pusing dan lemas meski sudah beristirahat.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Mama dapat tetap menjalankan puasa sambil tetap menjaga kesehatan dan produksi ASI. Semoga tips ini membantu Mama menjadi lebih percaya diri dan siap menyambut bulan suci Ramadan.







