Semarang, Kota dengan Rasa yang Beragam dan Legendaris
Semarang tidak hanya dikenal sebagai kota yang kaya akan budaya, tetapi juga memiliki keunikan dalam hal kuliner. Salah satu aspek menarik dari kota ini adalah adanya berbagai pilihan makanan non halal yang sudah bertahan selama bertahun-tahun. Dari bakmi pagi hingga lapo Batak, Semarang menyajikan berbagai menu yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki basis pelanggan setia yang terus berkembang.
Keunikan dari kuliner non halal di Semarang terletak pada resep yang turun-temurun, porsi yang jujur, serta rasa yang tidak ikut tren. Banyak tempat mempertahankan gaya lama, sederhana, namun konsisten menggoda lidah. Inilah yang membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta makanan.
Berikut ini beberapa kuliner non halal legendaris di Semarang yang masih eksis dan layak masuk daftar wisata rasa:
1. Bakmi Hap Kie
Bakmi Hap Kie menjadi destinasi sarapan favorit warga Semarang. Menu bakmi spesial berisi kekian, ayam, bakso, dan siomay disajikan dengan rasa gurih ringan yang konsisten sejak bertahun-tahun lalu. Tekstur mi kenyal berpadu kuah sederhana membuatnya nyaman disantap pagi hari. Suasananya klasik dan ramai sejak pagi, didominasi oleh pelanggan setia yang menjadikan tempat ini rutinitas sebelum memulai aktivitas harian.
Lokasi: Jl. Beteng No.117, Kranggan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp30.000
Jam operasional: 07.30 – 16.00 WIB
2. Depot Kowloon

Depot Kowloon populer dengan bakmi Makassar berukuran besar dan mengenyangkan. Mie tebal berpadu bumbu gurih menjadi ciri khas utama, menjadikannya pilihan sarapan hingga makan siang favorit di kawasan sekitarnya. Selain bakmi, mie goreng Hokkian juga sering dipesan pelanggan. Porsinya besar dengan rasa kuat dan konsisten, membuat depot ini tetap ramai meski hanya buka hingga siang hari.
Lokasi: Jl. Kuala Mas Raya No.CB 23, Panggung Lor, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp35.000
Jam operasional: 07.00 – 14.30 WIB
3. Mie Titee Grajen

Mie Titee Grajen menyajikan mi kering khas dengan topping babi kecap dan udang. Mienya disajikan renyah dengan saus kental bercita rasa manis gurih yang menjadi identitas utama tempat ini. Meski tampil sederhana, rasa yang konsisten membuat pelanggan datang berulang. Tempat ini kerap dipadati pencinta bakmi klasik yang mencari menu sarapan atau makan siang dengan karakter kuat.
Lokasi: Jl. Gajahmada No.63 A, Kembangsari, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp30.000
Jam operasional: 07.00 – 15.00 WIB
4. Nasi Campur Kencana

Nasi Campur Kencana dikenal dengan isian lengkap seperti chasiu, siobak, ngohiang, dan sate babi. Setiap lauk disajikan proporsional dengan nasi hangat yang mengenyangkan. Cita rasanya cenderung gurih klasik ala Chinese food Semarang. Tempat ini cocok untuk makan siang keluarga maupun makan malam awal, dengan suasana sederhana yang fokus pada kualitas rasa.
Lokasi: Jl. Brumbungan No.86, Brumbungan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp45.000
Jam operasional: 08.00 – 19.30 WIB
5. Kedai Beringin

Kedai Beringin menyajikan nasi campur Jakarta dengan sentuhan lokal. Menu seperti mie babi dan samcan panggang menjadi favorit karena porsinya besar dan bumbu yang meresap hingga ke dalam. Suasana kedai cenderung santai dan ramai hingga malam. Tempat ini sering dipilih untuk makan bersama keluarga atau rekan, tanpa konsep berlebihan namun tetap mengutamakan rasa.
Lokasi: Jl. Imam Bonjol No.114A, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp35.000
Jam operasional: 08.00 – 21.30 WIB
6. WM Kelengan Sate Babi

Rumah makan ini dikenal lewat sate babi berukuran besar dengan tekstur empuk. Daging dibakar matang merata dan disajikan dengan bumbu manis gurih yang tidak terlalu tajam. Selain sate, garang asem babi juga cukup diminati. Perpaduan rasa asam segar dan rempah ringan menjadikannya alternatif menu yang berbeda dari olahan babi pada umumnya.
Lokasi: Jl. Wotgandul Barat No.18-20, Kranggan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp40.000
Jam operasional: 08.00 – 21.00 WIB
7. Warung Makan Asem-Asem Koh Liem

Asem-Asem Koh Liem merupakan salah satu kuliner non halal legendaris di Semarang. Menu seperti babi kecap, sate babi, dan kekian babi tetap mempertahankan resep lama. Rasa masakannya cenderung rumahan dan bersih. Tempat ini sering dikunjungi pelanggan lama yang datang untuk bernostalgia sekaligus menikmati konsistensi rasa yang jarang berubah.
Lokasi: Jl. Karang Anyar No.28 / C4, Gabahan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp30.000
Jam operasional: 07.00 – 17.00 WIB
8. Miss Piggy

Miss Piggy hadir dengan konsep lebih modern dan kasual. Menu babi goreng cabe garam menjadi andalan berkat tekstur renyah dan rasa gurih pedas yang seimbang. Penyajiannya rapi dengan suasana nyaman untuk makan bersama. Tempat ini cocok bagi pencinta kuliner non halal yang ingin pengalaman makan lebih kekinian tanpa meninggalkan cita rasa utama.
Lokasi: Jl. Anjasmoro Raya No.B1/4, Tawangmas, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah
Harga: Mulai Rp40.000
Jam operasional: 10.00 – 21.00 WIB
Nah, itulah 8 kuliner non halal terdekat di Semarang yang legendaris inceran wisatawan. Yuk, jadikan daftar ini sebagai panduan wisata rasa, dan rasakan sendiri kelezatan kuliner non halal legendaris Semarang!







