Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi

    28 April 2026

    Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso

    28 April 2026

    Targetkan Layanan Capai Rp252,36 Kuadriliun pada 2030

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 29 April 2026
    Trending
    • BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi
    • Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso
    • Targetkan Layanan Capai Rp252,36 Kuadriliun pada 2030
    • Pemkab Biak Numfor Sepakat MOU dengan Kejari Perkuat Pengawasan Hukum
    • Sholawat Badar: Versi Pendek dan Panjang dengan Terjemahan
    • Nina Zatulini Cedera Otot Saat Menyusui, Sampai Robek!
    • Orang yang Menyimpan Makanan Terbaik untuk Gigitan Terakhir Ternyata Memiliki 7 Sifat Tak Terduga Ini
    • Anak-anak Terancam Kekerasan di Daycare
    • Tips memilih hewan kurban sebelum Idul Adha 2026, periksa kondisi dan kesehatan
    • 7 Kali Pangeran I An Langgar Aturan demi Hui Ju di Perfect Crown
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Tradisi Puter Kayun Banyuwangi, Dari Dokar Hias Sampai Cerita Mistis Watu Dodol

    Tradisi Puter Kayun Banyuwangi, Dari Dokar Hias Sampai Cerita Mistis Watu Dodol

    adm_imradm_imr4 April 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tradisi Puter Kayun di Boyolangu, Banyuwangi: Mengenang Jejak Leluhur dengan Napak Tilas

    Puter Kayun adalah sebuah ritual tradisional yang dilaksanakan oleh warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Banyuwangi, setiap tanggal 10 Syawal. Ritual ini menjadi bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah berjasa dalam membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi.

    Tradisi ini bermula dari napak tilas yang dilakukan oleh warga dengan menaiki dokar hias dari Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol. Dalam perjalanan tersebut, mereka mengingat jasa Ki Buyut Jakso, tokoh penting yang dipercaya sebagai orang pertama kali membangun jalan di wilayah utara Banyuwangi.

    Sejarah dan Makna Puter Kayun

    Menurut Risyal Alfani, ketua panitia sekaligus tokoh pemuda Boyolangu, ritual Puter Kayun merupakan bentuk napak tilas jejak Ki Buyut Jakso. Dikisahkan bahwa saat membuka jalan di sebelah utara, Belanda meminta bantuan pada Ki Buyut Jakso karena adanya gundukan gunung yang sulit dibongkar. Ki Jakso lalu melakukan semedi dan tinggal di Gunung Silangu, yang kini menjadi kawasan Boyolangu. Atas kesaktiannya, ia berhasil membuka jalan tersebut sehingga wilayah itu diberi nama Watu Dodol, yang artinya “watu didodol” atau “dibongkar”.

    Sejak saat itu, Ki Buyut Jakso menyampaikan pesan kepada anak cucunya untuk berkunjung ke Pantai Watu Dodol dan melakukan napak tilas seperti yang telah dilakukannya. Karena mayoritas masyarakat Boyolangu pada masa itu berprofesi sebagai kusir dokar, maka mereka menggunakan dokar sebagai sarana dalam napak tilas tersebut.

    Perubahan Rute Tahun Ini

    Pada tahun ini, rute napak tilas Puter Kayun mengalami perubahan. Hal ini disebabkan oleh kemacetan yang terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang, sehingga jalan menuju Pantai Watu Dodol tidak bisa dilewati dengan lancar. Akibatnya, kuda yang biasanya melakukan napak tilas hanya berputar di wilayah kota saja.

    Beberapa warga mengatakan bahwa sebelumnya, mereka selalu berbondong-bondong mengiringi kuda dengan kendaraan roda empat. Namun, karena kondisi jalan yang macet, mereka harus beralih ke motor roda dua untuk menembus kemacetan tersebut.

    Upaya Melestarikan Tradisi

    Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mengangkat dan melestarikan tradisi lokal masyarakat, termasuk tradisi Puter Kayun di Boyolangu. Selain sebagai bentuk menjaga tradisi dan ritual, ritual ini juga menjadi bagian dari atraksi wisata di Banyuwangi.

    Sebelum pelaksanaan Puter Kayun, warga Boyolangu menggelar rangkaian acara yang dikemas dalam Boyolangu Traditional Culture. Acara dimulai pada tanggal 7 Syawal dengan Lebaran Kopat, yang diawali dengan acara selamatan dan diakhiri dengan makan kopat oleh seluruh warga. Di hari ke-9 Syawal, digelar Tradisi Kebo-keboan.

    Kehadiran Dokar dalam Ritual

    Salah satu kusir delman yang masih bertahan dengan profesinya adalah Abdul Mufid (65). Ia sudah menjadi kusir sejak tahun 1971 dan selalu ikut serta dalam tradisi Puter Kayun bersama warga setempat. Menurutnya, yang terpenting dalam ritual ini adalah proses napak tilasnya, bukan sekadar tampilan atau pesta.

    Pagi hari, dua buah dokar telah dihias dengan megah sebagai simbol ritual adat Puter Kayun. Kusir-kusir yang akan membawa dokar tersebut telah siap di sisi dokar. Meski rute tahun ini sedikit berubah, tradisi ini tetap berjalan dengan khidmat dan penuh makna.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso

    By adm_imr28 April 20260 Views

    Hanya 4 Tembakan! Francisco Rivera Evaluasi Diri Usai Kekalahan Memalukan Persebaya Surabaya

    By adm_imr28 April 20262 Views

    Polisi tangkap pelaku penusukan kakek di Simokerto Surabaya, teman korban

    By adm_imr28 April 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    BPH Migas dan Korlantas Tandatangani MoU Komitmen Distribusi Energi Bersubsidi

    28 April 2026

    Fakta DPRD Jombang Selidiki Lokasi Kelahiran Soekarno di Ploso

    28 April 2026

    Targetkan Layanan Capai Rp252,36 Kuadriliun pada 2030

    28 April 2026

    Pemkab Biak Numfor Sepakat MOU dengan Kejari Perkuat Pengawasan Hukum

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?