Kehidupan Rumah Tangga yang Harmonis dan Hangat
Setelah empat tahun berumah tangga, Calvin Jeremy dan Novia Santoso dikenal sebagai pasangan yang harmonis dan hangat. Mereka menunjukkan bahwa cinta tidak selalu harus dirayakan dengan perayaan besar seperti Hari Valentine atau anniversary yang mewah. Justru, momen-momen sederhana dalam kehidupan sehari-hari menjadi hal yang paling mereka hargai.
Di awal pernikahan, keduanya sempat mengalami perdebatan karena adanya perbedaan bahasa cinta. Namun, melalui komunikasi yang terbuka, mereka berhasil mengatasi masalah tersebut. Berikut beberapa cara unik yang dilakukan oleh Calvin Jeremy dan Novia Santoso untuk menjaga keharmonisan rumah tangga mereka.
Valentine Terasa Berbeda Setelah Menikah
Setelah menikah, cara Calvin dan Novia memandang Hari Valentine berubah cukup signifikan. Jika saat masih pacaran, Valentine menjadi momen spesial untuk berkencan, kini keduanya tidak lagi merasa perlu merayakannya secara berlebihan. Bagi mereka, kehidupan pernikahan membuat setiap hari terasa seperti Valentine. Intensitas kebersamaan yang lebih sering justru membuat makna romantis hadir dalam rutinitas sehari-hari, bukan hanya di satu tanggal tertentu seperti Valentine.
“Sebenarnya kami nggak terlalu ya. Pas, zaman pacaran paling ada momen makan bareng atau semacamnya. Tapi pas sudah menikah, nggak terlalu merayakan sih,” kata Novia Santoso.
“Karena pas udah menikah, every day is Valentine. Kalau waktu pacaran kan pasti kami istilahnya cari alesan kan untuk keluar. Karena nggak ketemu setiap hari,” ungkap Calvin Jeremy.
Valentine Bukan Hanya Dirayakan Bersama Pasangan, Tetapi Juga Keluarga

Hari Valentine tetap memiliki tempat tersendiri bagi Calvin dan Novia. Mereka turut memaknainya sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan dengan keluarga. Momen tersebut kerap dimanfaatkan sebagai alasan untuk makan bersama atau sekadar berkumpul di rumah orangtua.
“Menurut kami, Valentine itu bukan hanya bareng pasangan, tetapi juga keluarga. Biasanya, dijadikan alasan untuk kami kumpul keluarga, seperti makan di luar atau sesimpel kumpul di rumah orangtua. Dan ya, Valentine, hal yang kami tunggu-tunggu juga sih. Karena jadi alasan untuk kami kumpul bareng,” jelas Calvin Jeremy.
Anniversary Dirayakan dengan Mencoba Pengalaman Baru

Anniversary pernikahan menjadi salah satu agenda yang dirayakan pasangan ini. Untuk merayakan pertambahan usia pernikahan, keduanya memilih dengan cara yang unik, yakni dengan menambah pengalaman baru. Kegiatan yang dipilih tidak harus mewah. Mulai dari jalan-jalan sederhana hingga mencoba restoran baru. Yang terpenting adalah menciptakan pengalaman segar untuk bisa dikenang bersama sebagai pasangan.
“Lumayan sih ya. Jadi, biasanya kami buat rencana, tahun ini mau hal baru apa yang dirasain? Misalnya jalan-jalan. Jalan-jalan yang dimaksud juga ngga harus yang mewah gitu. Atau bisa juga mau coba restoran apa gitu. Jadi, kamu selalu coba bikin sesuatu di momen-momen tersebut,” ungkap Calvin Jeremy.
Suka Mengabadikan Momen Kecil sebagai Kenangan Berharga

Calvin sendiri senang mendokumentasikan berbagai momen kecil dalam kehidupan rumah tangganya. Baginya, mengumpulkan kenangan lewat video menjadi cara untuk menghargai setiap detik kebersamaan.
“Dan karena aku juga suka bikin konten, jadi setiap momen kecil itu kalau bisa aku abadikan, collecting memories,” kata Calvin Jeremy.
Menariknya, banyak video di ponsel Novia justru berisi tingkah kocak Calvin. Hal-hal sederhana dan spontan sering kali menjadi kenangan paling berharga yang membuat hubungan mereka terasa hangat serta menyenangkan.
“Funfact-nya, 10 video di HP Novia, 5 sampai 7 video itu isinya momen-momen berharga kami. Biasanya, momen berharga itu diisi dengan video kelakuan aneh dan kocak suaminya sih,” jelas Calvin Jeremy.
Memiliki Love Language yang Berbeda

Ternyata, Calvin dan Novia memiliki love language alias bahasa cinta yang berbeda. Novia lebih mengekspresikan kasih sayang melalui pemberian hadiah dan quality time bersama pasangan. Sementara itu, Calvin lebih menyukai word of affirmation dan cenderung menunjukkan cintanya lewat tindakan nyata. Perbedaan ini membuat mereka mulanya perlu belajar untuk memahami kebutuhan emosional masing-masing.
“Kalau aku tipikalnya suka ngasih barang, tapi bukan karena ada sesuatu, akunya saja yang memang senang beli barang. Jadi, proses mencari barang itu aku menikmati. Sama, quality time sih karena senang kalau kemana-mana bareng gitu,” ungkap Novia Santoso.
“Aku tuh word of affirmation. Aku orangnya suka kalau ada yang mengungkapkan lewat kata-kata, dan uniknya ini bukan Novia banget, karena Novia tipikal orang yang tidak mengungkapkan lewat kata-kata. Lalu, untuk yang diberikan ke pasangan, aku lebih ke act of services,” jelas Calvin Jeremy.
Komunikasi Jadi Kunci Menghadapi Perbedaan Love Language

Di awal pernikahan, perbedaan bahasa cinta sempat menimbulkan perdebatan di antara mereka. Situasi tersebut membuat Calvin dan Novia sadar bahwa komunikasi adalah fondasi penting dalam hubungan rumah tangga. Akhirnya, solusi ditemukan dengan belajar mengungkapkan dan mengartikulasikan perasaan secara terbuka. Perbedaan love language kini justru menjadi pelengkap yang memperkuat hubungan mereka.
“Karena perbedaan love languages ini, itu di awal-awal pernikahan kami benar-benar berpikir harus cari jalan tengahnya. Karena, sering kali kami berdebat dan situasinya nggak enak akibat love language yang berbeda. Nah, dari pengalaman itu akhirnya kami sadar bahwa salah satu yang paling penting dalam hidup berpasangan itu adalah the ability to communicate and articulate your emotions,” jelas Calvin Jeremy.
“Karena kalau misalnya udah bisa dikomunikasikan, kadang kami juga harus bisa artikulasikan perasaan kami. Jadi, memang harus dibicarakan. Meski berbeda love language, kami justru bisa saling melengkapi sih,” pungkasnya.







