Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Menteri Sosial Perintahkan Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat

    6 April 2026

    Tiga Prajurit TNI Tewas dalam Operasi Lebanon

    6 April 2026

    Harga BBM Naik 1 April, Bahlil Tunggu Arahan Prabowo: Presiden Peduli Rakyat

    5 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 6 April 2026
    Trending
    • Menteri Sosial Perintahkan Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat
    • Tiga Prajurit TNI Tewas dalam Operasi Lebanon
    • Harga BBM Naik 1 April, Bahlil Tunggu Arahan Prabowo: Presiden Peduli Rakyat
    • B Play Surabaya, Pengalaman Imersif di Ciputra World dengan Seni dan Teknologi Interaktif
    • Saham Blue Chip Turun 24% YTD, Waktunya Beli? Cek Prospek & Target Harga 2026
    • Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar Mulai 1 April 2026, Ini Rincian Lengkapnya
    • Ramalan Zodiak 1 April 2026: Kesehatan Cancer Naik, Capricorn Waspada Kelelahan
    • Kronologi Siswa SMK Bangka Pusing dan Mual Usai Makan Burger MBG, Roti Berjamur
    • Musim Balap 2026: Dewa United Umumkan Pembalap dan Mobil Baru
    • Istri Kecewa, Suami Diduga Selingkuh dan Tak Bayar Tagihan Listrik
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Rusia Larang WhatsApp, Warga Diwajibkan Gunakan MAX

    Rusia Larang WhatsApp, Warga Diwajibkan Gunakan MAX

    adm_imradm_imr14 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Rusia telah memblokir layanan pesan populer WhatsApp karena tidak mematuhi undang-undang setempat, menurut Kremlin. Hal ini memicu permintaan kepada 100 juta pengguna di Rusia untuk beralih ke alternatif domestik.

    Moskow selama beberapa bulan terakhir mencoba mengalihkan pengguna Rusia ke MAX, layanan pesan dalam negeri yang tidak memiliki enkripsi ujung-ke-ujung dan disebut oleh aktivis sebagai alat potensial untuk pengawasan.

    Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, keputusan pemblokiran WhatsApp sudah diambil dan diterapkan. Ia menyatakan bahwa keengganan WhatsApp untuk mematuhi norma dan isi hukum Rusia menjadi alasan utamanya.

    “MAX adalah alternatif yang mudah diakses, aplikasi pesan yang sedang berkembang, dan aplikasi pesan nasional. Itu adalah alternatif yang tersedia di pasar untuk warga negara,” katanya.

    WhatsApp, yang dimiliki oleh Meta, perusahaan media sosial asal Amerika Serikat, menyatakan bahwa Rusia berupaya memblokir layanan tersebut sepenuhnya agar pengguna beralih ke MAX.

    “Upaya untuk mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari komunikasi pribadi dan aman adalah langkah mundur dan hanya akan menyebabkan berkurangnya keamanan bagi masyarakat di Rusia,” demikian pernyataan WhatsApp.

    Mereka juga menyatakan terus melakukan segala yang bisa dilakukan untuk menjaga agar pengguna tetap terhubung.

    Beberapa domain yang terkait dengan WhatsApp menghilang dari daftar nama domain nasional Rusia. Hal ini menyebabkan perangkat di dalam Rusia tidak lagi menerima alamat IP dari aplikasi tersebut dan hanya dapat diakses melalui jaringan pribadi virtual (VPN).

    Roskomnadzor, regulator komunikasi negara, belum merespons permintaan komentar.

    Reaksi di Moskow

    Para aktivis di Moskow sempat menggantung gembok sepeda di pintu Roskomnadzor dan memasang poster bertuliskan: “Beri kami internet yang tidak diatur – Rusia tanpa Roskomnadzor.”

    Di ibu kota Rusia yang bersalju, reaksi terhadap pemblokiran WhatsApp sangat beragam. Beberapa orang tidak terpengaruh, sementara yang lain marah.

    Seorang wanita bernama Anna mengatakan ia melihat ini sebagai hal negatif karena merupakan pelanggaran hak konstitusional. Sementara itu, Elena mengatakan dia tidak melihat masalah karena ada aplikasi pesan instan lainnya. Alyona mengatakan akan mencoba menggunakan WhatsApp dengan VPN selama mungkin sebelum beralih ke MAX.

    Otoritas Rusia, yang juga memblokir atau membatasi platform media sosial seperti Snapchat, Facebook, Instagram, dan YouTube, telah gencar mempromosikan MAX.

    Kritikus mengatakan MAX dapat digunakan untuk melacak pengguna. Otoritas Rusia membantah hal ini dan menyatakan bahwa MAX, yang mengintegrasikan berbagai layanan terkait pemerintah, dirancang untuk menyederhanakan dan meningkatkan kehidupan sehari-hari warga.

    Roskomnadzor mulai membatasi WhatsApp dan layanan pesan lainnya pada Agustus, sehingga tidak mungkin untuk melakukan panggilan telepon setelah menuduh platform milik asing tersebut gagal berbagi informasi dengan penegak hukum dalam kasus penipuan dan terorisme.

    Pada Desember, mereka mengatakan sedang mengambil langkah-langkah baru untuk secara bertahap membatasi aplikasi tersebut, yang dituduh terus melanggar hukum Rusia dan menjadi platform yang digunakan “untuk mengatur dan melakukan tindakan terorisme di wilayah negara, untuk merekrut pelakunya dan untuk melakukan penipuan dan kejahatan lainnya”.

    Pengadilan Rusia telah mendenda WhatsApp karena gagal menghapus konten yang dilarang, dan pihak berwenang mengatakan perusahaan tersebut membutuhkan kantor perwakilan lokal di Rusia agar sesuai dengan peraturan.

    WhatsApp Dituduh Jadi Alat Israel

    Namun, menyebut aplikasi WhatsApp tanpa cela sangat berlebihan.

    Laporan dari +972 Magazine dan Local Call pada April 2024 menuduh bahwa militer Israel menggunakan sistem AI bernama “Lavender” untuk mengidentifikasi target di Gaza, yang diduga bergantung pada data dari WhatsApp.

    Ada laporan yang menunjukkan bahwa keanggotaan seseorang dalam grup WhatsApp tertentu dapat membuat mereka ditargetkan, meningkatkan kekhawatiran mengenai penggunaan metadata WhatsApp untuk pelacakan.

    Namun, WhatsApp (bagian dari Meta yang dipimpin Mark Zuckerberg) membantah tuduhan menyediakan informasi massal kepada pemerintah mana pun dan menyatakan tidak memiliki backdoor (pintu belakang) untuk akses pemerintah, meskipun mengakui menanggapi permintaan hukum terbatas.

    Pada Mei 2021, WhatsApp memblokir akun sejumlah jurnalis Palestina di Gaza tanpa penjelasan, yang dikecam oleh Reporters Without Borders (RSF) sebagai tindakan sensor.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Harga BBM Naik 1 April, Bahlil Tunggu Arahan Prabowo: Presiden Peduli Rakyat

    By adm_imr5 April 20264 Views

    Kominfo Sumba Timur Kolaborasi dengan Pihak Berwenang Tuntaskan Hoaks dan Kejahatan Siber

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Ikut Demo No Kings di AS, Robert De Niro: Bukan Untuk Trump!

    By adm_imr5 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Menteri Sosial Perintahkan Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat

    6 April 2026

    Tiga Prajurit TNI Tewas dalam Operasi Lebanon

    6 April 2026

    Harga BBM Naik 1 April, Bahlil Tunggu Arahan Prabowo: Presiden Peduli Rakyat

    5 April 2026

    B Play Surabaya, Pengalaman Imersif di Ciputra World dengan Seni dan Teknologi Interaktif

    5 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?