Perubahan Dinamis di Tim Persebaya Surabaya
Persebaya Surabaya kini menghadapi perubahan signifikan dalam komposisi pemainnya, terutama dalam era pelatih Bernardo Tavares. Rekap transfer pemain lokal menunjukkan dinamika baru yang mencerminkan strategi jangka panjang dan pendek. Beberapa nama dicoret dari skuad, dua pemain baru didatangkan, dan persaingan internal semakin ketat menjelang Super League 2025/2026.
Langkah ini tidak hanya sekadar upaya memenuhi regulasi U-23, tetapi juga menjadi bagian dari upaya manajemen dan tim pelatih untuk memperkuat kompetisi di dalam skuad Green Force. Persaingan antar pemain muda untuk mendapatkan slot regulasi U-23 kini lebih intens. Setiap menit bermain menjadi pertaruhan, terutama di tengah persaingan liga yang semakin sengit.
Dua pemain senior seperti Toni Firmansyah dan Mikael Alfredo Tata masih menjadi andalan. Pengalaman mereka di level atas hingga bermain untuk Timnas Indonesia membuat posisi keduanya belum tergantikan. Namun, tekanan dari pemain muda mulai terasa. Mereka tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan saat diberi kesempatan.
Salah satu contoh paling menonjol adalah Sadida Nugraha. Ia beberapa kali dipercaya menjadi starter, bahkan sempat meraih predikat Man of The Match. Padahal, ia baru bergabung dengan tim senior Persebaya pada 1 Juli 2025. Kontribusinya terasa saat membantu menahan imbang PSM Makassar 1-1 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Sabtu (6/12/2026) lalu.
Selain Sadida, Dimas Wicaksono Putra Rahman juga mulai rutin mendapat menit bermain. Sementara itu, Moch. Ichsas Baihaqi perlahan masuk dalam rotasi dan menunjukkan perkembangan signifikan. Terbaru, Alfan Suaib mencetak gol perdananya untuk Persebaya Surabaya saat mengalahkan Bali United FC dengan skor 3-1. Gol tersebut menjadi tanda kuat bahwa kompetisi internal di tubuh tim benar-benar hidup.
Di tengah atmosfer persaingan ini, Persebaya Surabaya mengambil keputusan penting dalam bursa transfer pemain lokal. Tiga pemain resmi dilepas untuk memberi ruang pada dinamika baru di dalam skuad. Kadek Raditya, Rizky Dwi Pangestu, dan Rendy Oscario tak lagi menjadi bagian dari tim.
Keputusan ini langsung direspons dengan mendatangkan Riyan Ardiansyah dari Malut United FC. Selain itu, satu nama muda dipromosikan dari akademi untuk memperkuat kedalaman tim. Riyan Ardiansyah diharapkan memberi warna baru berbekal pengalaman yang dimilikinya. Kehadirannya menjadi solusi atas kebutuhan pemain lokal yang siap bersaing di level tertinggi.
“Kami butuh kompetisi di dalam skuat kami. Banyak pemain lokal keluar dan tidak ada yang datang. Riyan adalah solusi yang baik karena punya pengalaman,” ujar pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.
Meski begitu, Tavares mengakui kondisi fisik Riyan belum sepenuhnya ideal. Sang pemain sedang dalam masa jeda sebelum akhirnya bergabung dan mengikuti program latihan intensif. “Tapi dia sedang dalam masa jeda dan staminanya belum begitu baik, kami akan melatihnya. (Nantinya) saya ingin setiap posisi punya persaingan sehat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan Persebaya Surabaya di era pelatih asal Portugal itu. Tak ada posisi aman tanpa kerja keras dan konsistensi performa. Selain mendatangkan Riyan, promosi Ahmad Mujtaba Ilham Akbar menjadi bukti keseriusan pembinaan usia muda. Bek sayap jebolan tim internal PSAL itu tampil menonjol bersama Persebaya U-20.
Mujtaba dinilai memiliki mentalitas dan etos kerja yang sesuai dengan filosofi tim utama. Ia kini mendapat kesempatan membuktikan diri di level yang lebih tinggi. “Kami memantau U-20, U-18, U-16. Jika mereka menunjukkan mentalitas, kerja keras, dan keinginan berkembang, pintu tim utama terbuka,” tandas pelatih asal Portugal itu.
Langkah promosi ini mengirim pesan kuat kepada seluruh pemain akademi. Persebaya Surabaya membuka jalur jelas dari kelompok usia menuju tim senior. Situasi tersebut membuat persaingan di lini belakang maupun sektor lain semakin ketat. Setiap pemain dituntut tampil maksimal demi mengamankan tempat di daftar susunan pemain.
Rekap transfer pemain lokal Persebaya Surabaya kali ini mencerminkan strategi jangka pendek sekaligus panjang. Ada peremajaan, ada pengalaman, dan ada keberanian melepas nama lama demi keseimbangan tim. Dengan komposisi baru ini, atmosfer latihan dipastikan lebih kompetitif. Setiap sesi menjadi ajang pembuktian sebelum benar-benar terjun di laga Super League 2025/2026.
Era Bernardo Tavares pun memasuki babak yang lebih menantang. Ia tak hanya meracik taktik, tetapi juga membangun kultur persaingan sehat yang diharapkan berdampak langsung pada performa Green Force sepanjang musim.







