Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Misteri iPhone 18 Pro Max Terbongkar: Inovasi yang Mengguncang Dunia Ponsel!

    16 Februari 2026

    Pilih HP Android Mewah Tanpa Boros: 5 Rekomendasi Terbaik 2026!

    16 Februari 2026

    Pandangan: Bayi Tertangkap dalam Bisnis, Tragedi Perdagangan Anak-anak

    16 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 16 Februari 2026
    Trending
    • Misteri iPhone 18 Pro Max Terbongkar: Inovasi yang Mengguncang Dunia Ponsel!
    • Pilih HP Android Mewah Tanpa Boros: 5 Rekomendasi Terbaik 2026!
    • Pandangan: Bayi Tertangkap dalam Bisnis, Tragedi Perdagangan Anak-anak
    • 5 Karakter JJK yang Terselamatkan Teknik Cursed Balik
    • Isradi Zainal, Rektor Universitas Balikpapan 2026-2030, Tokoh Nasional Berpengaruh Global
    • Gambar Kaligrafi Sederhana dan Indah: Inspirasi Seni Berarti
    • Wayan Koster Kritik Airbnb: Jika Tidak Patuh, Keluarkan dari Daftar
    • Cek Harga dan Spesifikasi Neta V-ii 2024 Bekas, Pilihan SUV Listrik
    • Pemerintah Keluarkan Surat Edaran Pembelajaran Selama Ramadan, Ini Skemanya
    • Ketum Jakmania Minta Mauricio Souza Optimalkan Pemain Baru Usai Kalah dari Arema FC
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Perbedaan Staking dan Yield Farming: Mana yang Lebih Menguntungkan?

    Perbedaan Staking dan Yield Farming: Mana yang Lebih Menguntungkan?

    adm_imradm_imr16 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Apa Itu Staking?



    Secara sederhana, staking adalah proses di mana kamu “mengunci” sejumlah aset kripto milikmu untuk mendukung operasi jaringan blockchain yang menggunakan mekanisme Proof of Stake (PoS). Dengan melakukan staking, kamu berperan seperti validator yang memastikan setiap transaksi di jaringan tersebut sah dan aman.

    Sebagai imbalan atas partisipasi dan kesediaan kamu mengunci aset, jaringan akan memberikan hadiah berupa koin tambahan. Prinsipnya hampir mirip dengan deposito di bank konvensional: kamu menyimpan uang, dan bank memberikan bunga sebagai imbalan.

    Beberapa aset populer yang mendukung fitur ini antara lain Ethereum (ETH) pasca-merge, Cardano (ADA), dan Solana (SOL). Kamu bisa melakukan proses ini langsung melalui dompet digital (wallet) pribadi atau melalui bursa kripto (exchange) terpercaya.

    Apa Itu Yield Farming?

    Jika staking berfokus pada keamanan jaringan, yield farming memiliki konsep yang sedikit lebih kompleks. Yield farming adalah strategi untuk mendapatkan imbal hasil setinggi mungkin dengan cara meminjamkan atau menyediakan likuiditas aset kripto kamu ke dalam protokol Decentralized Finance (DeFi).

    Dalam ekosistem ini, kamu berperan sebagai penyedia likuiditas (liquidity provider). Aset yang kamu masukkan ke dalam kolam likuiditas akan digunakan oleh pengguna lain untuk melakukan pertukaran aset (swap) atau pinjam-meminjam. Sebagai imbalannya, kamu akan mendapatkan bagian dari biaya transaksi (trading fees) atau token tata kelola (governance token) dari protokol tersebut.

    Strategi ini sering disebut sebagai “bertani” karena kamu akan terus memindahkan asetmu dari satu protokol ke protokol lain demi mengejar persentase keuntungan tahunan (Annual Percentage Yield / APY) yang paling tinggi.

    Perbedaan Staking dan Yield Farming Secara Mendalam

    Untuk memudahkan kamu memahami mana yang lebih cocok dengan profil risiko kamu, berikut adalah tabel perbandingan utama antara keduanya:

    FiturStakingYield Farming
    Tujuan UtamaMenjaga keamanan dan operasional jaringan blockchain.Menyediakan likuiditas untuk protokol DeFi.
    Tingkat KesulitanCenderung mudah dan ramah pemula.Lebih kompleks, butuh pemahaman teknis DeFi.
    Imbal Hasil (APY)Umumnya stabil (5% – 15% per tahun).Sangat fluktuatif, bisa mencapai ratusan persen.
    Risiko UtamaPenurunan harga aset (volatility) dan pemotongan saldo (slashing).Impermanent loss, kegagalan kontrak pintar (smart contract), dan rug pull.
    Durasi PenguncianBiasanya ada masa penguncian (unstaking period).Umumnya lebih fleksibel, bisa ditarik kapan saja (tergantung protokol).

    Keunggulan Staking untuk Kamu

    • Keamanan Lebih Terjamin: Karena dilakukan langsung pada protokol blockchain, risiko teknisnya cenderung lebih rendah dibanding DeFi.
    • Ramah Pemula: Kamu tidak perlu repot memantau banyak kolam likuiditas. Cukup klik tombol stake di aplikasi, dan imbal hasil akan mengalir secara otomatis.
    • Membantu Ekosistem: Dengan melakukan staking, kamu berkontribusi langsung pada desentralisasi dan keamanan mata uang kripto favoritmu.

    Keunggulan Yield Farming untuk Kamu

    • Potensi Keuntungan Fantastis: Jika kamu jeli melihat peluang di protokol baru, APY yang didapatkan bisa berkali-kali lipat lebih besar dibanding staking.
    • Fleksibilitas Aset: Kamu seringkali bisa menarik asetmu kapan saja tanpa perlu menunggu masa unstaking yang lama.
    • Diversifikasi: Kamu bisa memasangkan dua aset berbeda (trading pair) untuk memaksimalkan potensi cuan dari biaya transaksi.

    Memahami Risiko yang Mengintai

    Investasi selalu berjalan beriringan dengan risiko. Sebelum kamu memutuskan, perhatikan dua risiko besar ini:

    • Impermanent Loss (Hanya di Yield Farming): Ini adalah risiko di mana nilai aset yang kamu simpan di kolam likuiditas menjadi lebih rendah dibandingkan jika kamu hanya menyimpannya saja di dompet. Hal ini terjadi karena perubahan harga yang drastis pada salah satu aset dalam pasangan likuiditas tersebut.
    • Risiko Kontrak Pintar (Smart Contract Risk): Protokol DeFi dan staking dijalankan oleh kode program. Jika terdapat celah keamanan (bug) pada kode tersebut, peretas bisa mencuri dana yang tersimpan di dalamnya. Itulah mengapa penting bagi kamu untuk memilih platform yang sudah diaudit oleh firma keamanan terkemuka.

    Tips Memulai Investasi Kripto untuk Pendapatan Pasif

    Jika kamu sudah memahami perbedaan staking dan yield farming, berikut adalah langkah praktis yang bisa kamu lakukan:

    • Riset Mendalam (DYOR): Jangan tergiur APY tinggi semata. Pelajari siapa pengembang di balik proyek tersebut dan bagaimana rekam jejaknya.
    • Gunakan Dana Dingin: Jangan pernah gunakan uang untuk kebutuhan pokok. Gunakan dana cadangan yang memang siap kamu investasikan untuk jangka panjang.
    • Pantau Portofolio Secara Berkala: Dunia kripto bergerak sangat cepat. Pastikan kamu selalu memperbarui informasi mengenai perubahan aturan protokol atau kondisi pasar.
    • Keamanan Akun: Gunakan otentikasi dua faktor (two-factor authentication) dan jangan pernah membagikan private key milikmu kepada siapa pun.

    Selain investasi kripto, pastikan juga kamu sudah memiliki proteksi finansial yang cukup. Mana metode yang harus kamu pilih? Pilihan antara staking dan yield farming sepenuhnya bergantung pada profil risiko dan waktu yang kamu miliki. Jika kamu adalah tipe investor yang ingin ketenangan, tidak punya banyak waktu untuk memantau pasar, dan ingin investasi jangka panjang, maka Staking adalah pilihan yang lebih bijak. Namun, jika kamu adalah seorang degen (investor agresif) yang mengejar keuntungan maksimal, paham risiko teknis DeFi, dan aktif di komunitas, maka Yield Farming bisa jadi ladang emas buat kamu.

    Ingatlah bahwa aset digital memiliki volatilitas yang sangat tinggi. Selalu diversifikasikan asetmu dan jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, pastikan juga laporan kredit kamu bersih agar finansial kamu tetap sehat secara menyeluruh.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    10 Tempat Investasi Saham Aman dan Mudah untuk Pemula

    By adm_imr16 Februari 20261 Views

    6 Shio Ini Dikabarkan Raih Kekayaan Besar Mulai 14 Februari 2026, Rezeki Melejit di Hari Spesial

    By adm_imr15 Februari 20260 Views

    Warren Buffet Bocorkan 7 Kebiasaan Harian untuk Kekayaan Miliaran

    By adm_imr15 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Misteri iPhone 18 Pro Max Terbongkar: Inovasi yang Mengguncang Dunia Ponsel!

    16 Februari 2026

    Pilih HP Android Mewah Tanpa Boros: 5 Rekomendasi Terbaik 2026!

    16 Februari 2026

    Pandangan: Bayi Tertangkap dalam Bisnis, Tragedi Perdagangan Anak-anak

    16 Februari 2026

    5 Karakter JJK yang Terselamatkan Teknik Cursed Balik

    16 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?