Perampokan Toko Emas di Jalan Somba Opu, Makassar
Pada hari Kamis (12/2/2026), seorang perempuan berinisial SU (41) nekat melakukan aksi perampokan terhadap Toko Emas Logam Mulia yang berada di Jalan Somba Opu, Kota Makassar. Aksi tersebut dilakukan secara terang-terangan dan mengakibatkan kerugian materiil besar serta beberapa korban luka bakar.
Peristiwa ini terjadi di tengah situasi harga emas yang sedang meroket. Harga emas batangan Antam ukuran 1 gram mencapai Rp2.947.000, sementara harga buybacknya sebesar Rp2.741.000 per gram. Untuk emas Galeri 24 di Pegadaian, harganya mencapai Rp2.987.000 per gram, sedangkan untuk ukuran setengah gram, harga mencapai Rp1.567.000. Harga emas UBS menembus angka Rp3.002.000 per gram, dengan harga jual setengah gram sebesar Rp1.623.000. Adapun emas Hartadinata Abadi berada di level Rp2.910.000 per gram, dengan harga buyback sebesar Rp2.745.000.
Aksi Terbuka dan Kerugian Besar
Toko Emas Logam Mulia berada di Jalan Somba Opu, yang merupakan pusat perdagangan emas terbesar dan terpadat di Indonesia Timur. Kawasan ini terkenal sebagai destinasi utama perhiasan emas berkualitas dengan kadar 20-23 karat.
Pada pukul 13.30 Wita, aktivitas warga di kawasan tersebut berjalan normal. Namun, ketenangan tiba-tiba pecah saat SU memasuki toko dan melemparkan dua bom molotov ke dalam toko. Api langsung menyala dan membuat pengunjung serta pemilik toko panik. Di tengah kekacauan, SU membawa kabur perhiasan emas yang mencapai hampir 1 kg senilai Rp2 miliar.
Pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil ditangkap oleh warga setelah mencoba melarikan diri. Saat ditangkap, SU tampak histeris dan mengenakan baju terusan. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka bakar akibat api yang menyebar.
Keterangan Saksi Mata
Menurut keterangan saksi mata, Awal (36), pelaku datang sendirian dari arah kiri toko. Ia sempat berbincang singkat dengan pegawai toko sebelum situasi berubah drastis. Tidak lama kemudian, api tiba-tiba muncul dan SU langsung melemparkan botol berisi cairan yang sudah terbakar ke dalam toko.
Awal mengatakan bahwa tidak terdengar suara ledakan, tetapi kobaran api sempat membesar dan menimbulkan bau menyengat. Ia juga menyebut bahwa botol yang digunakan pelaku adalah botol kemasan, meskipun tidak dapat memastikan jenis botol tersebut secara rinci.
Selain Awal, dua pegawai lain di bagian belakang toko juga mengalami luka bakar. Salah satu korban, Aldi, mengalami luka bakar yang cukup parah. Penjual emas kaki lima lainnya, Herialdi (28), mengatakan bahwa SU sempat membuka sendalnya sebelum melarikan diri.
Dinamika Keamanan di Kawasan Somba Opu
Kawasan Somba Opu dikenal sebagai pusat perdagangan emas di Makassar. Aktivitas ekonomi di wilayah ini nyaris tak pernah sepi, terutama pada jam-jam siang. Namun, dinamika keamanan dan sosial di kawasan ini sering menjadi sorotan.
Pada Januari 2026, kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan emas Jalan Somba Opu dan permukiman di sekitarnya. Api dilaporkan berasal dari sebuah rumah di gang sempit, sebelum cepat menyebar dan memicu kepanikan warga. Sejumlah rumah hangus terbakar, dan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menjinakkan api.
Dinamika kawasan ini juga tercermin dari pergerakan harga emas. Menjelang Idul Fitri 2024, harga emas di Jalan Somba Opu sempat melonjak hingga sekitar Rp1,2 juta per gram. Lonjakan itu berdampak pada meningkatnya aktivitas jual beli dan lalu lintas pembeli di sejumlah toko emas.
Motif Pelaku dan Penanganan Kasus
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyatakan bahwa SU bertindak sendiri dan berasal dari Gowa, namun beralamat di Kabupaten Bantaeng. Menurutnya, pelaku datang ke toko dengan modus sebagai pembeli dan meminta perhiasan emas yang akan dikirim ke suaminya.
Permintaan tersebut ditolak oleh pemilik toko, sehingga pelaku mengeluarkan dua botol berisi bensin dan tisu dari tasnya dan menyulut api. Ketika api mulai berkobar, pelaku langsung melarikan diri sambil membawa paperbag berisi emas.
Motif pelaku diketahui karena terlilit utang. “Pelaku mengaku melakukan percobaan pencurian ini karena terhimpit utang,” ujar Arya.
Pemilik Toko Masih Menyembunyikan Informasi
Sementara itu, pemilik toko emas yang telah melapor ke SPKT Polrestabes Makassar belum bersedia memberikan keterangan kepada awak media. Pantauan di lokasi, Toko Emas Logam Mulia tampak sudah tertutup. Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap terlihat berjaga di sekitar area.







