Saran untuk Don Carlo
Carlo Ancelotti disarankan untuk mempertimbangkan penyerang Brentford Igor Thiago sebagai ujung tombak timnas Brasil pada Piala Dunia mendatang. Saran ini datang dari manajer klubnya, Keith Andrews, yang memberikan pujian tinggi terhadap striker bertubuh besar tersebut setelah melihat kebangkitan kariernya di Inggris.
Awal karier Thiago di Brentford sempat terhambat oleh cedera meniskus saat pramusim, yang membuatnya absen hingga November 2024 dan hanya tampil delapan kali tanpa mencetak gol di musim perdananya. Namun, setelah kepergian Bryan Mbeumo ke Manchester United dan Yoane Wissa ke Newcastle United, Thiago menjawab tekanan dengan mencetak 17 gol musim ini, menempatkannya di posisi kedua dalam perburuan Sepatu Emas.
Solusi Lini Depan Brasil
Dengan Brasil yang sedang kesulitan mencari sosok striker murni yang konsisten, performa gemilang Thiago menjadi solusi potensial yang menarik. Andrews secara terbuka mendorong Thiago untuk bermimpi mewakili negaranya, meyakini bahwa kontribusinya di lapangan sudah layak mendapat ganjaran panggilan internasional.
Dalam wawancara eksklusif, Andrews menekankan bahwa kualitas Thiago tidak hanya terlihat dari jumlah golnya. Ia menyoroti kontribusi Thiago secara keseluruhan bagi tim, termasuk permainan tanpa bola yang tidak egois dan kemampuannya menjadi platform serangan bagi rekan-rekannya, seperti yang terlihat jelas dalam laga melawan Bournemouth.
Pujian Sang Manajer
“Itu pertanyaan yang menjebak karena saya pernah berada di sepakbola internasional sebagai asisten manajer, jadi saya tidak pernah suka membaca berita utama dengan manajer klub berkata, ‘dia harus menjadi nomor sembilan’. Jadi, saya tidak yakin untuk mengatakan apa pun kepada Carlo Ancelotti, sosok yang sangat saya hormati,” ujar Andrews dengan hati-hati.
Namun, ia melanjutkan pujiannya: “Tapi saya hanya bisa berbicara tentang Thiago, dan dia luar biasa. Dia sangat bagus dalam banyak hal berbeda. Ini bukan hanya soal gol, ini adalah permainan keseluruhannya dan cara dia bermain tanpa bola yang tidak egois serta bagaimana dia mempengaruhi permainan bahkan ketika dia tidak mencetak gol.”
“Laga kandang melawan Bournemouth adalah contoh yang sangat bagus—saya pikir dia luar biasa. [Kevin] Schade mencetak hat-trick, tapi Thiago sungguh tidak nyata. Dia adalah landasan bagi kami. Jadi, haruskah dia bermimpi? Ya, dia harus, dan kami telah melakukan banyak pembicaraan tentang itu, dan itulah yang sedang dia perjuangkan,” tutupnya.
Transformasi Statistik
Musim lalu, Thiago mengalami masa-masa sulit dengan hanya mencatatkan delapan penampilan di kasta tertinggi tanpa mencetak satu gol pun akibat serangkaian masalah lutut. Situasi ini berubah total setelah ia menjadi tumpuan utama pasca-eksodus pemain kunci Brentford lainnya ke klub-klub besar.
Kini, dengan 17 gol yang telah dikemasnya musim ini, Thiago telah membuktikan diri sebagai salah satu predator paling mematikan di Liga Primer. Jumlah gol tersebut menempatkannya di peringkat kedua daftar topskor, sebuah pencapaian statistik yang sangat kontras dibandingkan musim debutnya yang penuh cedera.
Menanti Panggilan Selecao
Thiago kini harus menjaga konsistensi performanya di sisa musim kompetisi untuk benar-benar meyakinkan Ancelotti. Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, setiap pertandingan akan menjadi audisi bagi penyerang Brentford tersebut untuk menembus skuad Selecao.
Jika ia terus bermain sebagai “platform” bagi timnya dan rutin mencetak gol, bukan tidak mungkin nama Thiago akan masuk dalam daftar skuad Brasil. Andrews telah menegaskan bahwa panggilan timnas adalah target utama yang sedang dikejar oleh sang pemain saat ini.







