Bocah 5 Tahun Jadi Sorotan dalam Turnamen Biliar Internasional
Seorang bocah berusia 5 tahun yang memiliki bakat luar biasa dalam olahraga biliar, Fajar Alamri, menjadi perhatian utama dalam ajang Carabao Internasional Open (CIO) 2026. Acara ini dihelat pada tanggal 4 hingga 8 Februari 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Jakarta. Kehadiran Fajar menarik banyak perhatian karena ia adalah peserta termuda dalam kategori Carabao Junior Open.
Kehadiran yang Menarik Perhatian
Fajar Alamri, yang berasal dari Tolitoli, Sulawesi Tengah, memang diundang langsung oleh CEO Carabao Group, Hendra Kurniawan. Hal ini menunjukkan bahwa pihak penyelenggara sangat menghargai potensi muda yang ada di Indonesia. Fajar tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga diberikan kesempatan untuk bergabung dalam Carabao Junior Pro Team, sebuah tim yang bertujuan untuk membina atlet-atlet muda secara profesional.
Hendra Kurniawan menjelaskan bahwa keputusan untuk mengundang Fajar bukanlah sekadar tindakan spekulatif. “Di usianya yang baru 5 tahun, Fajar Alamri sudah menunjukkan potensi luar biasa di olahraga biliar,” ujarnya. Ia percaya bahwa talenta seperti Fajar harus dibina sejak dini agar bisa berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi olahraga biliar di Indonesia.
Kategori yang Diselenggarakan
Turnamen CIO 2026 diselenggarakan oleh Carabao Billiards dan didukung oleh PB POBSI (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia). Dalam ajang ini terdapat tiga kategori yang berbeda, yaitu:
- Carabao International Open – Khusus untuk atlet profesional
- Carabao International Celebrity Billiard – Untuk para selebriti
- Carabao Junior Open – Untuk pemain junior dengan batas usia maksimal 17 tahun
Dari ketiga kategori tersebut, Fajar Alamri menjadi satu-satunya peserta termuda yang ikut bertanding. Meskipun masih sangat muda, ia berhasil mendapatkan perhatian dan apresiasi dari atlet-atlet lainnya.
Pengembangan Talent Muda
Hendra Kurniawan menyatakan bahwa Carabao Billiards telah sukses melahirkan beberapa atlet biliar berbakat sebelumnya. Contohnya adalah Albert Januarta, yang baru-baru ini bersinar di ajang internasional US Open 2025. Ada juga Brian Axel, yang menjadi juara Carabao Junior Open International, serta Gabrio Korua, yang memenangkan Kejuaraan Nasional Junior.
“Legenda tidak lahir begitu saja, mereka diciptakan melalui pembinaan yang tepat,” kata Hendra. Ia berharap kehadiran Fajar dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya untuk bermimpi besar dan memulai perjalanan mereka sejak dini.
Peran POBSI dalam Pengembangan Biliar
POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia) adalah organisasi resmi yang bertanggung jawab atas pengembangan olahraga biliar di Indonesia. Didirikan pada 1 Oktober 1953 di Jakarta, POBSI bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga biliar, meningkatkan prestasi atlet nasional maupun internasional, serta menjaga martabat bangsa melalui prestasi olahraga.
POBSI juga melakukan koordinasi pembinaan olahraga biliar secara terarah hingga tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Selain itu, organisasi ini menjalin kerja sama dengan federasi olahraga biliar dunia seperti UMB, WPA, dan WSF. POBSI juga aktif menyelenggarakan kejuaraan nasional dan mendukung penyelenggaraan turnamen internasional di Indonesia.
Kesimpulan
Keberadaan Fajar Alamri dalam ajang Carabao Internasional Open 2026 menunjukkan bahwa usia bukanlah batasan dalam meraih mimpi. Dengan dukungan dari Carabao Billiards dan POBSI, Fajar memiliki peluang besar untuk berkembang dan menjadi salah satu atlet biliar terbaik di masa depan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal perjalanan besar yang akan menginspirasi banyak anak muda Indonesia.







