Kesiapan Pemerintah untuk Asian Games 2026 dan Asian Paragames 2026
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tetap berkomitmen untuk menyediakan dukungan anggaran bagi penyelenggaraan Asian Games 2026 dan Asian Paragames 2026. Meskipun pemerintah saat ini sedang menjalankan kebijakan efisiensi belanja negara, komitmen tersebut tetap dijaga.
Erick menyampaikan hal ini saat melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Ia mengatakan bahwa sesuai dengan pesan Presiden Prabowo Subianto, olahraga merupakan duta bangsa dan mencerminkan kedigdayaan Indonesia. Oleh karena itu, meski dalam kondisi keterbatasan anggaran, pemerintah tetap memiliki komitmen bersama untuk mempersiapkan segala kebutuhan.
Untuk persiapan Asian Games 2026, Erick menyebut bahwa anggaran untuk konsolidasi dan latihan sudah mulai dipersiapkan. Namun, ia mengakui bahwa target medali belum dibahas secara rinci. “Insya Allah setelah Lebaran, para ketua cabang olahraga akan kami panggil untuk menyampaikan target emasnya. Sementara untuk persiapan Asian Paragames masih belum dibahas, karena memang akan dilakukan setelah Asian Games,” ujar Erick.
Selain itu, untuk persiapan Asian Paragames 2026, Kemenpora juga telah menyisir anggaran. Erick menegaskan bahwa meskipun ada efisiensi anggaran, pihaknya tetap berkomitmen. Ia juga menyatakan rencana untuk mengundang NPC Indonesia agar bisa duduk bersama membahas target-target yang akan dievaluasi bersama.
Peninjauan Fasilitas di PPPI Delingan
Terkait kunjungan kerjanya di PPPI Delingan, Erick Thohir meninjau berbagai venue olahraga yang telah tersedia di atas lahan seluas 80.262 meter persegi. Dalam pembangunan tahap pertama, terdapat sembilan arena olahraga yang telah selesai, yaitu:
- Sepak bola cerebral palsy
- Para atletik
- Para renang
- Para menembak
- Boccia
- Para tenis meja
- Para angkat berat
- Para bulu tangkis
- Para judo
Selain itu, PPPI Delingan juga memiliki wisma atlet yang terdiri dari 138 kamar untuk 280 orang serta dining hall yang mampu menampung 400 orang. Erick Thohir merasa terkesan dengan fasilitas yang disediakan untuk atlet disabilitas Indonesia.
“Sekarang saya menyaksikan sendiri, ini fasilitas yang luar biasa. Tadi saya dengar ini adalah yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Artinya, dengan kerja keras NPC Indonesia, para ofisial, pelatih dan atlet, pemerintah membuktikan hadir. Pemerintah tentu tidak membedakan yang namanya dukungan fasilitas terhadap seluruh kegiatan NPC,” ujar Erick.
Pembangunan Tahap Kedua dan Perawatan Jangka Panjang
Erick juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, terkait pembangunan tahap kedua PPPI. Ia berharap seluruh proyeksi yang telah dirancang di PPPI dapat terselesaikan.
“Tahap satu sudah berjalan dengan baik. Untuk tahap kedua akan coba kita pikirkan bagaimana bisa diselesaikan agar fasilitas ini terlengkapi,” kata dia.
Selain itu, terdapat rancangan perawatan PPPI untuk jangka panjang agar kualitasnya tetap terjaga. Erick Thohir tidak ingin fasilitas PPPI menurun setelah seluruh proyeknya rampung. Oleh karena itu, diperlukan terobosan berkaitan dengan mekanisme administrasi, termasuk kemungkinan bekerja sama dengan pihak swasta.
“Insya Allah dari Kemenpora juga akan bantu untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga ini nanti bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara bisa terus menjadi yang terbaik,” katanya.
Tanggapan dari Ketua Umum NPC Indonesia
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menyampaikan bahwa keberadaan PPPI menjadi sebuah kebanggaan dan bentuk apresiasi yang luar biasa dari pemerintah.
“Kita bangga melihat fasilitas yang ada di (PPPI) Delingan. Inilah sumbangsih dari negara untuk Paralympic Indonesia. Mudah-mudahan ke depan kita semakin maju dan bisa mengharumkan nama bangsa dan negara. Tentunya kita juga berterima kasih kepada bapak Menpora yang sudah hadir di tengah-tengah kita, memberikan motivasi yang luar biasa, untuk kita berjuang di kancah internasional,” ujar Senny.







