Kesuksesan AS Roma di Bursa Transfer Januari
Pada pertengahan Februari, kompetisi Liga Italia memasuki fase yang semakin menarik. Di tengah persaingan ketat antara klub-klub besar Serie A, AS Roma berhasil membuktikan bahwa mereka adalah salah satu tim yang paling sukses dalam bursa transfer Januari lalu. Pemain baru yang didatangkan oleh klub berjuluk I Giallorossi memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.
Beberapa klub top Serie A juga melakukan pergerakan besar dalam bursa transfer tahap kedua. Misalnya, AC Milan mendatangkan Niclas Fullkrug, sementara Juventus merekrut Jeremie Boga dan Emil Holm. Napoli juga turut serta dengan menggaet Giovane dan Alisson Santos. Namun, di antara semua transfer tersebut, AS Roma bisa dikatakan mendapatkan “jackpot” yang sangat berharga.
Donyell Malen: Penyerang yang Membawa Perubahan
Salah satu pemain yang menjadi sorotan utama adalah Donyell Malen. Ia resmi menjadi bagian dari AS Roma pada 16 Januari lalu setelah dipinjam dari Aston Villa dengan biaya 2 juta euro. Selain itu, I Lupi memiliki kewajiban untuk membelinya pada akhir musim nanti dengan harga 25 juta euro.
Hanya dua hari setelah resmi bergabung, Malen langsung dimainkan sebagai starter dalam laga melawan Torino. Di laga debutnya, ia langsung mencetak gol. Meskipun kemudian sempat tidak berkontribusi dalam dua pertandingan berikutnya, Malen segera bangkit dengan mencetak dua gol dalam dua pertandingan pekan ke-24 dan 25 Liga Italia.
Dalam laga melawan Cagliari (9/2/2026), Malen mencetak dua gol yang membawa AS Roma menang 2-0. Terbaru, pada Minggu (15/2/2026), ia kembali mencetak dua gol saat tim asuhan Gian Piero Gasperini menahan Napoli dengan skor 2-2. Dengan lima gol dalam lima penampilan, Malen kini hampir setara dengan legenda Liga Italia, Gabriel Batistuta.
Rekor yang Mengesankan
Berdasarkan data dari Opta, hanya Malen dan Batistuta yang mampu mencetak minimal lima gol dalam lima penampilan pertama mereka untuk AS Roma di Serie A sejak era kemenangan dihargai tiga poin atau sejak 1994-1995. Pada musim 2000-2001, Batistuta mencetak enam gol dalam lima pertandingan pertamanya bersama Roma.
Saat Malen mencetak gol dalam debutnya, pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, langsung menyatakan keyakinannya bahwa sang penyerang akan menjadi pencetak gol utama bagi tim. “Dia memiliki kualitas yang esensial buat tim seperti kami. Jika kami bisa memberikan bola-bola bagus kepadanya, banyak gol akan terjadi,” ujarnya.
Kini, dengan lima gol dalam lima pertandingan, Gasperini semakin yakin bahwa Malen akan menjadi tulang punggung serangan Roma. “Saya selalu yakin pada Malen,” kata Gasperini kepada DAZN. “Dia memiliki kualitas terbaik untuk seorang striker: cepat, tahu bagaimana harus menembak dan bekerja sama dengan rekan setim.”
Pengaruh Malen pada Tim
Statistik gol AS Roma semakin menunjukkan betapa pentingnya Malen bagi tim. Hingga pekan ke-20, tidak ada penyerang AS Roma yang mampu mencetak lima gol. Artem Dovbyk hanya mencatatkan tiga gol, sementara Evan Ferguson dan Paulo Dybala masing-masing hanya mencetak tiga dan satu gol.
Top scorer Roma selama periode tersebut adalah Matias Soule, yang bukan seorang penyerang, dengan koleksi enam gol. Kini, hanya dalam lima pertandingan, Malen sudah melampaui catatan para pemain tersebut. Ia bahkan hanya butuh dua gol lagi untuk menggeser Soule sebagai sumber gol utama Roma.
Kesimpulan
Donyell Malen telah membuktikan dirinya sebagai investasi yang sangat tepat bagi AS Roma. Dengan performa yang konsisten dan kontribusi besar dalam beberapa pertandingan, ia menjadi bukti bahwa bursa transfer Januari lalu benar-benar memberikan hasil yang menguntungkan bagi klub. Dengan kepercayaan dari pelatih dan statistik yang mengesankan, Malen tampaknya akan menjadi tulang punggung serangan Roma hingga akhir musim ini.





