Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Persib Juara Dewata Challenge, Igor Tolic: Kami Belum Sempurna Tapi

    23 Agustus 2026

    Rudal dan Drone Iran Ancam Pangkalan AS di Eropa, Konflik Membesar

    23 Agustus 2026

    Ratusan Warga Gresik Tersenyum, Bupati Gus Yani Cairkan BLT dan Beras Gratis 30 Kg

    23 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 23 Agustus 2026
    Trending
    • Persib Juara Dewata Challenge, Igor Tolic: Kami Belum Sempurna Tapi
    • Rudal dan Drone Iran Ancam Pangkalan AS di Eropa, Konflik Membesar
    • Ratusan Warga Gresik Tersenyum, Bupati Gus Yani Cairkan BLT dan Beras Gratis 30 Kg
    • Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Dalam Perjalanan Jadi Nasional, Kaltim Targetkan UNESCO
    • Selamat Umroh Ibu, Mayor Faisal Tulis di Kotak Sepatu Berisi 12 Paket Sabu
    • Star Energy Geothermal: Alur Pembayaran Bonus Produksi ke Daerah
    • Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Kamis (20/8)
    • Perbandingan spesifikasi dan harga iPhone 16 vs iPhone 17 bulan Agustus 2026
    • Perbedaan harga Honda NX500 dan CB500X bisa satu Beat, apa keunggulannya?
    • Fariz-Pupung Siap Bawa IMI Sumsel Naik Kelas dengan Fokus Event dan Pembinaan Komunitas
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hukum»SMKN 2 Ponorogo Disatroni Maling, Angin Kencang Guyur Ngawi

    SMKN 2 Ponorogo Disatroni Maling, Angin Kencang Guyur Ngawi

    adm_imradm_imr17 Februari 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terpopuler di Jatim: Ponorogo Dibobol Maling dan Cuaca Ekstrem di Ngawi

    SMKN 2 Ponorogo Dibobol Maling, Uang Rp 66 Juta Raib

    SMKN 2 Ponorogo, yang terletak di Jalan Ponorogo-Pacitan, Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dibobol maling pada Sabtu (14/2/2026). Kejadian ini menimbulkan kerugian mencapai Rp 66 juta. Selain uang tunai, dua hard disk juga hilang akibat aksi pencurian tersebut.

    Menurut informasi yang diperoleh, brankas yang awalnya berada di ruang perhotelan telah dipindahkan ke ruang belakang. Kondisi brankas saat ditemukan dalam keadaan terbuka, dengan uang sebesar Rp 30 juta di dalamnya menghilang. Selain itu, dompet yang juga ada di dalam brankas juga hilang.

    Wakil Kepala SMKN 2 Ponorogo bagian Sarana Prasarana, Ani Dwi Yulianto, menyampaikan bahwa total kerugian mencapai Rp 66 juta. “Kami sudah serahkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

    Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hernawan, membenarkan adanya kejadian pencurian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya bersama Satreskrim Polres Ponorogo sedang melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti serta petunjuk dari lokasi kejadian.

    Hingga berita ini ditulis, penyelidikan masih dilakukan oleh polisi untuk mencari jejak-jejak yang ditinggalkan oleh pelaku. Proses penyelidikan ini dilakukan secara intensif guna menemukan pelaku dan memulihkan barang-barang yang hilang.

    Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Ngawi

    Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Ngawi pada Sabtu (14/2/2026) sekira pukul 16.00 WIB. Tiga kecamatan yang terkena dampak cuaca ekstrem adalah Kecamatan Widodaren, Kecamatan Ngawi, dan Kecamatan Kedunggalar.

    Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan deras yang berlangsung lama menyebabkan pohon tumbang, menutup akses jalan, serta banjir luapan air.

    Beberapa titik yang terdampak antara lain:
    * Pohon tumbang menutup akses jalan di Dusun Nglongkeh, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren.
    * Pohon tumbang menimpa rumah milik Ngatimin (38), di Dusun/Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren.
    * Banjir luapan air di Dusun Melok Kulon, Desa Sirigan, Kecamatan Kedunggalar, menerjang sebuah rumah milik Misinah (56).
    * Rumah milik Widodo (69), warga Dusun Bulakrejo, Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar.

    Ketiga rumah tersebut rusak parah, dua di antaranya hampir roboh, sehingga penghuninya harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

    BPBD Kabupaten Ngawi terus melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk melakukan asesmen dan memberikan bantuan sesuai arahan dari Pusdalops PB.

    Siswa Pelosok Ponorogo Seberangi Sungai Naik Gondola Kayu Demi Sekolah

    Di wilayah perbatasan Ponorogo-Trenggalek, ratusan warga bertaruh nyawa setiap hari untuk berangkat sekolah, berobat, atau bekerja. Salah satu daerah yang menjadi tantangan adalah Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

    Warga harus menyeberangi Sungai Jabak menggunakan kereta gantung sederhana atau gondola kayu. Jarak dari pusat kota Bumi Reog bisa mencapai 2 jam jika menggunakan sepeda motor. Jalan yang dilewati bervariasi, mulai dari aspal, rabat beton hingga tanah lumpur.

    Pantauan Infomalangraya.com, Sabtu (14/2/2026) pagi, menunjukkan sejumlah siswa sekolah menggunakan pakaian pramuka. Mereka berasal dari Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, yang menempuh pendidikan di SMA di Panggul Kabupaten Trenggalek.

    Jembatan utama yang sebelumnya dibangun secara swadaya terkena banjir pada awal 2026. Akibatnya, selama sebulan terakhir siswa mengandalkan kereta gantung sederhana untuk menyeberang.

    Selain siswa, warga juga memanfaatkan kereta gantung untuk mendapatkan akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Kereta gantung sederhana hanya dibuat dari kayu dan tali, tanpa struktur yang kuat. Warga tidak punya pilihan lain karena jika memutar, jarak yang ditempuh bisa mencapai 20 kilometer lebih.

    Febia Elen, warga Trenggalek, juga menggunakan kereta gantung ini untuk menuju Ponorogo. “Paling dekat lewat sini, ini mau kerja ke Ponorogo. Putar juga sangat jauh,” ujarnya.

    Jembatan Jabak sebelumnya memiliki panjang 70 meter, namun dua pondasi beton jembatan roboh akibat banjir. Sepanjang 25 meter sisi jembatan hilang tertekan banjir. Untuk menyambung kembali, warga menggunakan akses kereta gantung sepanjang 40 meter.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Selamat Umroh Ibu, Mayor Faisal Tulis di Kotak Sepatu Berisi 12 Paket Sabu

    By adm_imr23 Agustus 20260 Views

    Aditya Gumay: Aset Ruben Onsu Digunakan untuk Kebutuhan Keluarga

    By adm_imr23 Agustus 20261 Views

    Kesaksian Petugas SDA Temukan Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok

    By adm_imr22 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Persib Juara Dewata Challenge, Igor Tolic: Kami Belum Sempurna Tapi

    23 Agustus 2026

    Rudal dan Drone Iran Ancam Pangkalan AS di Eropa, Konflik Membesar

    23 Agustus 2026

    Ratusan Warga Gresik Tersenyum, Bupati Gus Yani Cairkan BLT dan Beras Gratis 30 Kg

    23 Agustus 2026

    Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Dalam Perjalanan Jadi Nasional, Kaltim Targetkan UNESCO

    23 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?