Pembalap muda dari Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, menjadi bintang baru yang menarik perhatian di ajang Moto3 musim 2026. Keduanya merupakan talenta muda yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam kompetisi balap motor tingkat dunia. Meski ada potensi kejutan, target utama mereka adalah menunjukkan kemampuan yang luar biasa.
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengawasi dua pembalap muda ini yang akan memulai debutnya di Grand Prix. Mereka dianggap sebagai harapan baru bagi negara masing-masing setelah sukses di berbagai kejuaraan junior. Veda (17 tahun) yang memperkuat Honda Team Asia dan Danish (18 tahun) dari FRINSA-MT Helmets-MSi memiliki kesamaan. Keduanya pernah meraih gelar juara Asia Talent Cup serta masuk tiga besar di Red Bull Rookies Cup tahun lalu. Prestasi ini menjadi yang pertama bagi negara masing-masing.
Bersama dengan Zen Mitani dari Jepang, Veda dan Danish akan menjadi wajah Asia di antara para debutan Moto3 musim 2026. Sebagai informasi, ketiganya secara berurutan menjadi juara Asia Talent Cup pada tahun 2022, 2023, dan 2024.
Jurnalis Sky Sport Italia, Rosario Triolo, memberikan analisis tentang peluang ketiga kampiun Asia Talent Cup dalam konteks para rookie di MotoGP. Menurut Triolo, Veda dan Danish termasuk dalam kelompok debutan yang sudah siap, sementara Mitani masih dalam masa pembelajaran. Alasannya, Mitani hanya setahun berlomba di Eropa, di mana sirkuit-sirkuit Eropa menguasai sebagian besar kalender Grand Prix.
Sementara itu, Veda dan Danish telah berlomba selama tiga musim dan dua musim di berbagai ajang seperti European Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, dan JuniorGP. “Mereka siap untuk persaingan dalam grup di Moto3,” ujar Triolo. “Ekspektasi saya untuk mereka adalah mereka akan sering bersaing di zona poin.”
Di MotoGP, pembalap mendapatkan poin jika finis di urutan 15 besar. Meski terlihat mudah, hal ini tidaklah sederhana. Contohnya adalah Mario Suryo Aji yang kini tampil di Moto2. Super Mario hanya mampu finis di zona poin tiga kali dalam satu musim, yang merupakan rekor terbaik di Indonesia. Dengan prestasi Mario Aji yang menjadi yang pertama dari Indonesia untuk finis di 10 besar di balapan Grand Prix tahun lalu, Veda memiliki peluang untuk mengikuti jejaknya.
Triolo melihat Veda dan Danish bisa terlibat dalam persaingan di grup terdepan. Persaingan di Moto3 sangat ketat, dengan rombongan besar pembalap yang berebut podium. Namun, bertahan hingga akhir akan menjadi tantangan besar bagi keduanya.
Veda telah menunjukkan kemampuannya untuk berada di grup depan dari lomba ke lomba hingga debutnya di JuniorGP. Meskipun begitu, di ajang yang mirip dengan Moto3, Veda seringkali kalah di lap-lap akhir, sehingga posisi empat menjadi hasil terbaiknya.
Triolo juga menyebutkan peluang lain bagi Veda dan Danish ketika cuaca ikut berpengaruh. Pembalap Asia dikenal unjuk gigi di lintasan basah. “Mereka bisa bersaing di grup terdepan untuk setengah durasi balapan,” katanya. “Selain itu, mereka bisa membuat beberapa ledakan, yaitu posisi lima besar.”
“Beberapa hasil lima besar untuk Veda Pratama dan beberapa hasil lima besar lainnya dari Hakim Danish. Saya juga tidak akan terkejut jika kondisi cuaca menguntungkan mereka. Saya memperkirakan mereka dapat membuat perbedaan jika menemukan kondisi yang tepat.”
Adapun debutan Moto3 yang dinilai memiliki peluang meraih kemenangan sejak awal adalah Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo/17) dan Marco Morelli (CFMoto Aspar/18). Sedangkan Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3/18), Casey O’Gorman (SIC58/18), dan Jesus Rios (Rivacold Snipers/18) dinilai bisa meraih beberapa hasil podium.







