Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jadwal Proliga 2026 Bogor: Langkah Akhir Menuju Final Empat, Persaingan Membara

    17 Februari 2026

    OTA Kini Bersaing Langsung dengan Maskapai, Inovasi dan AI Jadi Kunci

    17 Februari 2026

    6 Profesi Rani Mukerji di Film India, Termasuk Polisi

    17 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 17 Februari 2026
    Trending
    • Jadwal Proliga 2026 Bogor: Langkah Akhir Menuju Final Empat, Persaingan Membara
    • OTA Kini Bersaing Langsung dengan Maskapai, Inovasi dan AI Jadi Kunci
    • 6 Profesi Rani Mukerji di Film India, Termasuk Polisi
    • UBL bekerja sama dengan Universitas Lobachevsky Rusia, tingkatkan akses global dan riset berkualitas dunia
    • Profil Prof Tirka Widanti, Kembali Pimpin Rektor Universitas Ngurah Rai 2026-2030
    • Gadis Korea Berani Tampil Asli, Curhat Dibully Knetz, SEAblings Bersuara
    • Dari Kutho Miring ke Kota Karismatik, Jejak Sejarah Madiun
    • Lihat profil peserta waste to energy, pemenang diumumkan Februari
    • SMKN 2 Ponorogo Disatroni Maling, Angin Kencang Guyur Ngawi
    • Doa Cinta kepada Allah dan Dicintai oleh-Nya
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Terus-menerus mencari gejala online, psikologi ungkap 8 perilaku akibat kecemasan

    Terus-menerus mencari gejala online, psikologi ungkap 8 perilaku akibat kecemasan

    adm_imradm_imr17 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Di era digital, mencari informasi kesehatan secara online telah menjadi kebiasaan yang umum dilakukan oleh banyak orang. Cukup dengan mengetikkan satu atau dua gejala di mesin pencari, ribuan hasil akan muncul dalam hitungan detik. Namun, ketika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan dan menggantikan konsultasi medis yang seharusnya, psikologi melihatnya sebagai manifestasi dari kecemasan.

    Fenomena ini dikenal sebagai cyberchondria: kecenderungan untuk mendiagnosis diri sendiri secara berlebihan berdasarkan informasi internet, yang justru meningkatkan rasa takut, stres, dan panik. Berikut adalah delapan perilaku psikologis yang sering muncul pada orang yang terus-menerus mencari gejala penyakit secara online karena kecemasan:

    1. Overthinking dan Skenario Terburuk

    Sakit kepala ringan bisa langsung dihubungkan dengan penyakit serius. Pikiran otomatis melompat ke kemungkinan terburuk tanpa proses berpikir rasional. Ini adalah ciri khas catastrophic thinking, yaitu pola pikir yang selalu membayangkan hasil paling buruk dari suatu situasi. Orang dengan pola ini jarang berhenti pada kemungkinan sederhana, seperti kelelahan atau dehidrasi, dan justru terjebak pada asumsi ekstrem.

    2. Ketergantungan Validasi Digital

    Alih-alih mencari kepastian dari tenaga medis, individu ini mencari ketenangan dari artikel, forum, video, atau komentar orang asing di internet. Ini menciptakan ilusi kontrol, seolah-olah dengan membaca lebih banyak informasi, kecemasan akan berkurang — padahal yang terjadi justru sebaliknya. Ini adalah bentuk coping mechanism yang tidak sehat.

    3. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Tubuh

    Mereka menjadi sangat fokus pada sensasi tubuh kecil: detak jantung, kedutan otot, rasa tidak nyaman ringan, atau perubahan kecil lainnya. Hal ini dikenal sebagai hypervigilance, yaitu kewaspadaan berlebihan terhadap sinyal tubuh. Akibatnya, tubuh terasa seperti “sumber ancaman”, bukan sistem yang alami dan adaptif.

    4. Siklus Kecemasan Tanpa Akhir

    Pola yang sering terjadi:

    – Merasa ada gejala

    – Mencari di internet

    – Menemukan informasi menakutkan

    – Cemas meningkat

    – Mencari informasi lebih banyak

    Siklus ini berulang terus-menerus dan membentuk loop kecemasan psikologis yang sulit dihentikan.

    5. Penundaan Konsultasi Medis Nyata

    Ironisnya, semakin banyak mencari informasi online, semakin besar kemungkinan seseorang menunda pergi ke dokter. Ini bisa disebabkan oleh:

    – Takut diagnosis nyata

    – Takut dikonfirmasi bahwa sesuatu memang salah

    – Takut biaya

    – Takut menghadapi realitas

    Ini disebut sebagai avoidance behavior (perilaku penghindaran).

    6. Ilusi Pengetahuan Medis

    Membaca banyak artikel membuat seseorang merasa “paham” tentang kesehatan, meskipun tanpa dasar medis. Ini menciptakan false sense of expertise, di mana seseorang merasa cukup tahu untuk mendiagnosis diri sendiri. Padahal, informasi medis tanpa konteks klinis sangat berisiko disalahartikan.

    7. Regulasi Emosi yang Tidak Sehat

    Mencari gejala di internet sering digunakan sebagai cara menenangkan diri, tetapi efeknya justru memperparah kecemasan. Ini menunjukkan ketidakmampuan mengelola emosi secara adaptif, di mana individu menggunakan strategi yang tampak menenangkan, namun sebenarnya merusak secara psikologis.

    8. Identitas Berbasis Kecemasan

    Dalam jangka panjang, seseorang bisa mulai mengidentifikasi dirinya sebagai “orang yang selalu sakit”, “rentan”, atau “lemah”. Ini membentuk self-concept berbasis kecemasan, di mana identitas diri dibangun di atas rasa takut, bukan realitas objektif.

    Penutup: Internet Bukan Pengganti Dokter

    Mencari informasi kesehatan itu wajar. Tapi ketika pencarian itu:

    – Menjadi obsesif

    – Memicu kecemasan

    – Menggantikan konsultasi medis

    – Membuat hidup tidak tenang

    maka itu bukan lagi edukasi, melainkan bentuk kecemasan psikologis yang perlu ditangani.

    Solusi Psikologis yang Sehat:

    • Batasi pencarian gejala online
    • Fokus pada sensasi tubuh yang nyata, bukan asumsi
    • Bangun toleransi terhadap ketidakpastian
    • Konsultasi langsung ke tenaga medis
    • Jika perlu, temui psikolog untuk mengelola kecemasan

    Karena kesehatan sejati bukan hanya tentang tubuh — tapi juga tentang pikiran yang tenang, persepsi yang sehat, dan hubungan yang rasional dengan ketidakpastian hidup.

    “Informasi yang berlebihan tanpa pemahaman justru menciptakan ketakutan, bukan ketenangan.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Lari Pasca Persalinan, 7 Hal Penting yang Harus Diketahui

    By adm_imr17 Februari 20260 Views

    Saat pengobatan panjang, penginapan jadi harapan

    By adm_imr17 Februari 20260 Views

    Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 13 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

    By adm_imr16 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jadwal Proliga 2026 Bogor: Langkah Akhir Menuju Final Empat, Persaingan Membara

    17 Februari 2026

    OTA Kini Bersaing Langsung dengan Maskapai, Inovasi dan AI Jadi Kunci

    17 Februari 2026

    6 Profesi Rani Mukerji di Film India, Termasuk Polisi

    17 Februari 2026

    UBL bekerja sama dengan Universitas Lobachevsky Rusia, tingkatkan akses global dan riset berkualitas dunia

    17 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?