Ringkasan Berita tentang Sholat Tarawih Tahun 2026
Sholat Tarawih di tahun 2026 diprediksi jatuh pada malam Selasa, 17 Februari 2026. Prediksi ini didasarkan pada keputusan Maklumat Muhammadiyah dan agenda sidang isbat pemerintah (Kemenag) yang akan dilaksanakan pada hari yang sama. Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam bulan Ramadan.
Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah atau sendiri. Terdapat dua pilihan jumlah rakaat, yaitu 8 rakaat atau 20 rakaat, yang keduanya ditutup dengan sholat Witir sebanyak 3 rakaat. Ibadah ini dilakukan setelah sholat Isya hingga menjelang waktu subuh, biasanya sebelum sholat Witir.
Hukum dan Keutamaan Sholat Tarawih
Hukum melaksanakan sholat Tarawih adalah sunnah muakkad, yang berarti ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Keutamaannya tercantum dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa mereka yang melakukannya dengan tulus akan diampuni dosa-dosanya:
“Barangsiapa melakukan sholat Tarawih di bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kapan Sholat Tarawih Awal Ramadan 2026 Dilaksanakan?
Pelaksanaan sholat Tarawih pertama bergantung pada penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan bulan sabit pada 17 Februari 2026 di 96 titik di seluruh Indonesia. Hasil pemantauan tersebut akan dibahas dalam sidang isbat yang digelar pada hari yang sama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.
Jika dalam sidang isbat diputuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, maka sholat Tarawih pertama akan dilaksanakan pada malam sebelumnya, yakni Selasa malam, 17 Februari 2026, setelah sholat Isya.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan memulai sholat Tarawih pada Selasa malam, 17 Februari 2026.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Dalam praktiknya, terdapat dua pendapat utama mengenai jumlah rakaat Tarawih:
20 rakaat + 3 rakaat witir
Biasanya dikerjakan dengan pola 2 rakaat salam hingga genap 20 rakaat, lalu ditutup witir 3 rakaat (2 rakaat salam dan 1 rakaat salam).8 rakaat + 3 rakaat witir
Dapat dilakukan dengan beberapa variasi, seperti 2 rakaat salam berulang hingga 8 rakaat, kemudian witir 3 rakaat (bisa 2 rakaat salam lalu 1 rakaat, atau langsung 3 rakaat sekaligus).
Tata Cara Sholat Tarawih
Umat Islam dapat mengerjakan Shalat Tarawih 8 rakaat atau 20 rakaat diakhiri dengan Shalat Witir 3 rakaat. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
- Shalat Tarawih 8 rakaat: Dilaksanakan dengan empat kali salam (setiap dua rakaat satu salam), kemudian ditutup dengan Shalat Witir tiga rakaat.
- Shalat Tarawih 20 rakaat: Dilaksanakan dengan sepuluh kali salam (setiap dua rakaat satu salam), kemudian ditutup dengan Shalat Witir tiga rakaat.
Niat Shalat Tarawih Berjamaah untuk Makmum
Niat Shalat Tarawih berjamaah adalah:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushalli sunnatat taraawiihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adaa’an ma’muuman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah swt.”
Niat Shalat Tarawih Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushalli sunnatat taraawiihi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adaa’an lillāhi ta‘aalaa.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah swt.”
Doa Setelah Shalat Tarawih (Doa Kamilin)
Doa Kamilin memiliki makna yang dalam dan panjang, antara lain:
- “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.”
Niat Shalat Witir
Niat Sholat Witir 2 Rakaat:
اُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushallî sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta’ala.”Niat Sholat Witir 1 Rakaat:
اُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab-latin: Ushallî sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”
Doa Setelah Shalat Witir
Doa setelah sholat witir terdiri dari beberapa bagian, antara lain:
- “Subhanal malikil quddus (3 kali)”
- “Subbuhun, quddusun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh”
- “Asyhadu an lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh,”
- “Nas’aluka ridhāka wal jannah, wa na‘ūdzu bika min sakhathika wan nār (3 kali)”
- “Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘annī (3 kali) yaa kariim.”
Doa Shalat Witir
Doa Shalat Witir juga memiliki makna yang dalam dan panjang, antara lain:
- “Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyu’, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang shaleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak, ampunan dan afiat, kesehatan yang sempurna, syukur atas kesehatan, dan terkaya dari semua manusia.”
- “Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang.”
- “Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”







