Persebaya Surabaya Menghadapi Tantangan Berat
Persebaya Surabaya akan menghadapi tantangan berat saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam. Laga ini menjadi pertandingan yang sangat dinantikan karena kedua tim memiliki rekor positif dalam beberapa pertandingan terakhir.
Tiga bintang anyar Bhayangkara FC disebut-sebut menjadi ancaman serius bagi Persebaya Surabaya. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa pergerakan agresif Bhayangkara FC di bursa transfer paruh musim membuat atmosfer pertandingan makin panas. Ia juga menilai bahwa Bhayangkara FC adalah salah satu tim yang paling aktif dalam mendatangkan pemain pada putaran kedua musim ini.
Pemain Baru yang Membuat Tren Positif Persebaya Terancam
Bernardo Tavares menyatakan bahwa Bhayangkara FC tidak hanya merekrut banyak pemain, tetapi juga beberapa pemain kunci dari klub lain. Diantaranya adalah Moussa Sidibe, yang sebelumnya merupakan pemain kunci di Persis Solo, serta Privat Mbarga yang sebelumnya bermain di Bali United. Selain itu, mereka juga merekrut Sho Yamamoto, pemain Jepang yang sudah memahami atmosfer sepak bola nasional.
Moussa Sidibe, yang berposisi sebagai sayap kanan, memiliki nilai pasar Rp 4,78 miliar dan dikenal eksplosif dalam duel satu lawan satu. Pengalamannya di kompetisi Indonesia membuat proses adaptasi bukan menjadi kendala berarti. Sementara itu, Privat Mbarga juga tak kalah berbahaya dengan nilai pasar Rp 4,35 miliar dan reputasi sebagai winger tajam. Kecepatan serta insting golnya kerap menjadi pembeda dalam laga-laga ketat.
Sho Yamamoto membawa dimensi berbeda di sektor sayap kiri maupun lini tengah. Pemain 29 tahun itu memiliki nilai pasar Rp 4,35 miliar dan sudah memahami atmosfer sepak bola nasional. Ia juga pernah membela Persebaya Surabaya pada musim 2022/2023, sehingga laga di Gelora Bung Tomo bakal terasa emosional.
Kehadiran Enam Pemain Asing Baru di Skuad Bhayangkara FC
Di sisi lain, Paul Munster justru diuntungkan dengan kehadiran enam pemain asing baru dalam skuadnya. Kedalaman tim meningkat signifikan dan memberi banyak opsi taktik jelang duel kontra Persebaya Surabaya. Salah satu rekrutan yang paling disorot ialah Sho Yamamoto, yang resmi diperkenalkan jelang laga melawan Borneo FC Samarinda pada pekan ke-20 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Sho Yamamoto sebelumnya memperkuat Persis Solo sejak musim 2023. Ia juga pernah membela Persebaya Surabaya pada musim 2022/2023, sehingga laga di Gelora Bung Tomo bakal terasa emosional. Sho menjadi rekrutan kelima Bhayangkara FC pada paruh musim ini. Sebelumnya, The Guardians sudah mendatangkan Bernard Henry Cedric Doumbia, Privat Mbarga, Moussa Sidibe, serta Alan Cardoso.
Selain tiga nama yang paling disorot, Bhayangkara FC juga memiliki Ryo Matsumura yang berposisi sebagai gelandang serang dengan nilai pasar Rp 5,21 miliar. Kehadirannya memperkaya variasi serangan sekaligus memperkuat kreativitas di lini tengah. Henri Doumbia yang beroperasi sebagai depan tengah turut melengkapi komposisi lini serang. Sementara Alan Cardoso memberi tambahan kekuatan di sektor bek kiri dengan pengalaman yang mumpuni.
Total enam pemain baru tersebut membuat Bhayangkara FC tampil dengan wajah berbeda dibanding putaran pertama. Kombinasi pengalaman dan kualitas individu menjadi modal penting untuk mencuri poin di Surabaya. Persebaya Surabaya tentu tak ingin tren positifnya terhenti di kandang sendiri. Dukungan penuh Bonek di Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan untuk meredam agresivitas para bintang Bhayangkara FC.
Pertarungan taktik antara Bernardo Tavares dan Paul Munster pun menarik dinanti. Siapa mampu memaksimalkan momentum, dialah yang berpeluang besar keluar sebagai pemenang dalam duel panas Super League 2025/2026 ini.







