Pemain Timnas Indonesia, Maarten Paes, Resmi Bergabung dengan Ajax Amsterdam
Maarten Paes resmi menandatangani kontrak jangka panjang bersama Ajax Amsterdam yang akan mengikatnya hingga tahun 2029 mendatang. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam kariernya sebagai kiper utama Timnas Indonesia. Dengan bergabung ke klub raksasa sepak bola Belanda, Paes diharapkan bisa memperkuat performa dan popularitasnya di tingkat internasional.
Calvin Verdonk, rekan setim Paes di Timnas Indonesia, memprediksi bahwa kepindahan ini akan memicu kembali “kegilaan” dukungan fans Indonesia saat para pemain diaspora berkumpul untuk agenda Timnas bulan depan. Kepopuleran Paes yang saat ini memiliki 2,3 juta pengikut di Instagram diprediksi akan terus melonjak seiring penampilannya yang solid di kompetisi kasta atas Belanda.
Dampak Kepindahan ke Ajax dan Meledaknya Popularitas
Maarten Paes bergabung dengan Ajax lewat kontrak berdurasi hingga 2029. Sejak tanda tangan kontrak tersebut, bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menilai bahwa Maarten Paes akan mendapatkan sorotan yang jauh lebih luas dibandingkan saat masih berkarier di Amerika Serikat.
Faktor utama yang terlihat jelas adalah dampak media sosialnya yang langsung meledak sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) saat masih membela FC Dallas. Kini, dengan bermain untuk Ajax dan menunjukkan penampilan yang solid, peluang kiper andalan skuad Garuda ini untuk semakin terkenal terbuka lebar.
Verdonk menjelaskan, kepindahan Paes ke Ajax adalah langkah yang sangat tepat, mengingat statusnya sebagai pemain bintang akan memudahkan dirinya mendapatkan sorotan publik.
Inspirasi bagi Generasi Muda dan Kembalinya Atmosfer Timnas
Sorotan ini diperkirakan akan semakin tajam saat para pemain diaspora kembali bertugas untuk Timnas Indonesia pada Maret mendatang. Verdonk percaya, langkah karier Paes akan menginspirasi banyak pihak di tanah air.
“Saya pikir transfer ini akan membuat lebih banyak anak-anak di sana ingin menjadi seperti Maarten Paes. Tapi bulan depan kita akan kembali ke sana (Indonesia). Kegilaan itu akan dimulai lagi. Indah, bukan?” kata Calvin Verdonk.
Rahasia Kedekatan dengan Fans di Balik Jutaan Pengikut
Pemain asal LOSC Lille ini melanjutkan, Paes merupakan sosok yang sangat hangat terhadap penggemar. Paes dikenal selalu terbuka saat ada ajakan berfoto bersama, terutama setelah menjalani agenda bersama skuad Garuda. Karakter personal inilah yang dinilai membuat sang kiper sangat populer hingga memiliki 2,3 juta pengikut di Instagram.
Meskipun sesi latihan seringkali menguras tenaga, Paes tetap konsisten menjaga hubungan baik dengan pendukungnya. “Saya tidak selalu begitu. Terkadang setelah latihan, saya ingin langsung masuk. Maarten tidak. Baik atau buruk, dia selalu memberi tanda tangan atau foto,” ujar Verdonk.
Dukungan Masif Fans Indonesia di Media Sosial
Setelah menjadi bagian dari Timnas Indonesia, Verdonk sendiri mengakui sambutan dari para penggemar sangat luar biasa. Jumlah pengikut di Instagram meningkat drastis dan terus mengalirkan dukungan positif yang membuatnya merasa nyaman untuk terus memberikan kontribusi terbaik di lapangan.
“Tiba-tiba akunmu meledak. Kamu mendapat banyak komentar dan lebih banyak lagi likes” ujar Verdonk. “Aku ditandai dalam berbagai pesan dan menerima banyak pesan pribadi. Kebanyakan positif. Mereka mengatakan bahwa mereka mencintaimu dan mendukungmu” imbuhnya.
Daya Tarik Kompetisi Lokal dan Harapan Simon Tahamata
Di saat Maarten Paes memilih kembali ke Eropa untuk bergabung dengan Ajax Amsterdam, fenomena sebaliknya justru terjadi di kompetisi domestik. Saat ini, tak sedikit pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang memutuskan untuk berkarier di Super League 2025/2026.
Setidaknya ada 10 pemain naturalisasi yang sebelumnya merumput di luar negeri, bahkan Eropa, kini memilih bermain di tanah air. Sorotan utama tertuju pada Persib Bandung yang mendatangkan Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Dion Markx. Langkah serupa diikuti Persija Jakarta dengan memboyong empat pemain sekaligus, yakni Jordi Amat, Shayne Pattynama, Cyrus Margono, dan Mauro Zijlstra.
Tidak ketinggalan, Dewa United mengamankan jasa Rafael Struick dan Ivar Jenner, sementara Bali United menjadi pelabuhan baru bagi Jens Raven. Banyaknya pemain diaspora yang bermain di Super League ini langsung menjadi sorotan pecinta sepak bola Tanah Air.
Namun, Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting) PSSI, Simon Tahamata, justru menunjukkan reaksi berbeda terkait tren tersebut.
Fokus Pembinaan di Tengah Invasi Pemain Diaspora
Menurut Simon, hal terpenting saat ini adalah semua pemain berkompetisi di kasta teratas Liga Indonesia. Simon menilai kehadiran pemain naturalisasi bisa memberikan teladan yang bagus bagi pemain lokal, sehingga ia tidak mempermasalahkannya.
“Naturalisasi campur dengan timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar ada banyak bakat di sini,” ujar Simon Tahamata kepada awak media di Jakarta. Mantan pemain Ajax tersebut menegaskan, banyaknya pemain yang hijrah ke Super League tidak membuatnya pusing.
Bagi Simon, fokus utama sepak bola Indonesia tetaplah memperbaiki sistem yang ada, terutama di sektor pembinaan agar kelak lahir pemain-pemain hebat dari tanah air.
“Sekarang saya mau memberi pesan kepada pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda. Saya ajak mereka main bola, mereka mempengaruhi anak-anak 12, 13 (tahun),” tegasnya.
Simon memilih tetap fokus pada pembinaan karena percaya Indonesia memiliki banyak talenta. Ia percaya kehadiran para pemain naturalisasi di Super League yang levelnya kini dinilai telah meningkat bisa menjadi contoh bagi para pemain muda.
“Jangan sampai mereka lihat contoh tidak bagus. Melatih dengan anak-anak, kita punya masa depan juga untuk bermain di tim nasional” ucapnya.
“Contoh naturalisasi semua. Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar, ya,” tutur Simon mengakhiri.






