Rusia Berikan Bantuan Minyak ke Kuba dalam Krisis Energi
Rusia mengungkapkan bahwa negara tersebut tidak ingin terlibat dalam eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) terkait bantuan yang diberikan kepada Kuba. Meski begitu, pernyataan ini juga menunjukkan bahwa hubungan dagang antara kedua negara saat ini sangat minim.
“Kami tidak ingin eskalasi, tetapi Rusia dan AS saat ini hampir tidak memiliki hubungan perdagangan apa pun. Havana sudah mengalami masa-masa sulit untuk mencari alternatif dalam membantu mereka,” ujar Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Dalam beberapa hari terakhir, Kuba dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat blokade yang diberlakukan oleh AS. Akibatnya, sejumlah hotel di Havana ditutup sementara dan turis direlokasi untuk menghindari dampak krisis tersebut.
1. Rusia Akan Kirimkan Minyak ke Kuba sebagai Bantuan Kemanusiaan
Duta Besar Rusia di Kuba mengungkapkan bahwa Moskow akan mengirimkan minyak dan produk BBM ke Kuba sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan. Pengiriman ini dilakukan sebagai respons atas krisis energi yang dialami negara Karibia tersebut.
Menurut laporan, Rusia telah mengirimkan pasokan minyak mentah sebesar 100 ribu ton ke Kuba pada Februari 2025, sesuai instruksi Presiden Vladimir Putin. Pengiriman ini dilakukan menggunakan armada kapal hantu untuk menghindari sanksi dari negara-negara Barat imbas perang di Ukraina. Sebagai hasilnya, beberapa kapal tanker Rusia telah disita oleh AS pada awal tahun ini.
2. Rusia Tangguhkan Penerbangan ke Kuba

Pada hari yang sama, Badan Aviasi Sipil Rusia (Rosavatsia) mengumumkan bahwa maskapai Rossiya dan Nordwind akan menangguhkan penerbangan ke Kuba. Langkah ini diambil karena tantangan besar dalam pasokan avtur di Kuba.
“Penangguhan ini berlaku hingga situasi berubah di Kuba. Namun, Rusia dan Kuba masih berupaya mencari cara untuk melanjutkan penerbangan langsung antara kedua negara,” jelas Rosavatsia.
Menurut laporan, maskapai utama Rusia, Aeroflot, akan mengirimkan pesawat kosong ke Havana dan Varadero. Pengiriman pesawat ini bertujuan untuk mengevakuasi turis Rusia yang masih berada di Kuba.
3. Rusia Sebut AS Sengaja Mencekik Kuba

Pekan ini, Peskov menyebut bahwa kebijakan AS terhadap Kuba sengaja dilakukan untuk mencekik negara tersebut melalui blokade minyak. Taktik Washington ini dinilai bertujuan untuk membuat Kuba mengalami masalah besar dan berujung pada kolaps.
Krisis energi di Kuba semakin memprihatinkan akibat penetapan tarif oleh AS kepada negara mana pun yang mengirimkan minyak ke Kuba. Selain itu, Kuba tidak lagi mendapatkan pasokan minyak dari Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan bahwa AS berusaha memaksa Venezuela untuk mengusir perusahaan-perusahaan Rusia seperti Rosneft dan Lukoil. Washington ingin agar perusahaan-perusahaan tersebut keluar dari Venezuela.







