Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan positif, meskipun di tengah tantangan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia berada dalam jalur yang tepat, dengan pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,11 persen. Selain itu, pertumbuhan kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, yang menjadi salah satu indikator kuat dari keberhasilan kebijakan pemerintah.
Pertumbuhan Ekonomi yang Menjanjikan
Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lepas dari kontribusi besar dari sektor konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,98 persen, yang mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi yang diberikan oleh pemerintah serta stabilitas harga. Hal ini juga didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat selama periode hari besar Nataru.
“Kuartal IV dan kuartal I 2026 akan berada dalam situasi yang sama karena adanya Idul Fitri. Ini adalah pertama kalinya kuartal IV dan kuartal I berturut-turut mengalami perayaan hari besar keagamaan,” ujar Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
Investasi dan Belanja Modal Pemerintah
Selain itu, realisasi investasi pada 2025 mencapai 5,09 persen, sementara belanja modal pemerintah tumbuh signifikan hingga 44,2 persen. Airlangga menilai bahwa belanja pemerintah dalam program prioritas dan stimulus ekonomi berperan penting dalam menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan ekonomi.
Sektor Ekspor dan Pariwisata
Pertumbuhan ekspor juga tercatat positif sebesar 7,03 persen, didukung oleh peningkatan nilai dan volume ekspor. Selain itu, kunjungan wisatawan meningkat sebesar 10 persen pada akhir 2025. Ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Pertumbuhan Sektor Pertanian dan Industri
Sektor pertanian juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 5,03 persen. Produksi pertanian yang meningkat memastikan ketahanan pangan dan stabilitas harga. Di sisi lain, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,03 persen, didukung oleh permintaan domestik yang kuat, kinerja ekspor yang baik, serta penguatan hilirisasi.
Sektor transportasi dan pergudangan, serta akomodasi makanan dan minuman, juga tumbuh di atas tujuh persen. Hal ini dipengaruhi oleh 1,2 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang tahun 2025.
Indikator Sosial yang Membaik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diiringi oleh indikator sosial yang semakin membaik. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen, sementara rasio gini membaik hingga 0,36. Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 4,74 persen, serta terjadi tambahan serapan tenaga kerja sebanyak 2,71 juta orang sebagai hasil realisasi investasi.
Momentum untuk Transformasi Ekonomi
Airlangga menilai bahwa momentum pertumbuhan ekonomi saat ini sangat sesuai dengan tema rencana kerja pemerintah, yaitu kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju. Dengan pertumbuhan yang stabil dan indikator sosial yang membaik, Indonesia terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.







