Lonjakan Penumpang Kereta Api Selama Libur Imlek 2026
Pada hari Senin, 16 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat lonjakan jumlah penumpang kereta api sebesar 14 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyampaikan bahwa pada hari ini tercatat 27.207 penumpang berangkat dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 6. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan sehari sebelumnya, Ahad, 15 Februari 2026, yang memberangkatkan 23.821 penumpang.
“Pada hari ini sudah terlihat pergerakan keberangkatan penumpang yang meningkat 14 persen dibandingkan hari Minggu kemarin,” kata Feni kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Senin, 16 Februari 2026.
Menurut Feni, peningkatan pergerakan keberangkatan penumpang kereta ini dipengaruhi sejumlah faktor. Selain momen libur panjang Tahun Baru Imlek, Kota Yogyakarta menjadi magnet berbagai kegiatan, termasuk ajang lari trail coast to coast yang berlangsung pada akhir pekan. “Para peserta dari berbagai daerah yang sebelumnya datang ke Yogyakarta mulai kembali ke kota asalnya pada Senin ini.”
Di sisi lain, posisi Imlek yang berdekatan dengan awal Ramadan turut mendorong kenaikan arus balik lebih awal. KAI Daop 6, kata Feni, memastikan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, dan pelayanan tetap terjaga guna mendukung mobilitas masyarakat yang meningkat.
Adapun volume kedatangan pada hari yang sama tercatat 18.684 penumpang turun di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Secara total, jumlah penumpang naik dan turun mencapai 45.891 orang. “Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket langsung (go show) tetap dilayani hingga malam hari,” tutur Feni.
Berdasarkan pantauan di sejumlah stasiun utama, Stasiun Yogyakarta menjadi penyumbang terbesar dengan 16.293 penumpang berangkat dan 11.199 penumpang datang. Stasiun Lempuyangan memberangkatkan 5.145 penumpang dan menerima 3.102 penumpang. Sementara itu, Stasiun Solo Balapan mencatat 3.201 penumpang berangkat dan 2.351 penumpang tiba. Adapun Stasiun Klaten dan Stasiun Wates masing-masing memberangkatkan 755 dan 487 penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada periode libur panjang Imlek 2026, KAI Daop 6 mengoperasikan empat kereta api tambahan pada sejumlah relasi favorit, seperti Malang–Gambir, Yogyakarta–Gambir, Solo Balapan–Gambir, serta Yogyakarta–Surabaya Gubeng. “Tiket kereta tambahan tersebut telah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, laman resmi perusahaan, dan mitra penjualan resmi,” kata Feni.
Sementara itu, PT KAI Daerah Operasi 7 Madiun Jawa Timur mencatat sebanyak 60.250 pelanggan menggunakan kereta api selama periode akhir pekan bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek pada 13-17 Februari 2026. Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan dari jumlah 60.250 pelanggan yang dilayani, secara rinci tercatat 28.756 orang merupakan pelanggan naik atau keberangkatan dan 31.494 orang merupakan pelanggan turun atau kedatangan di wilayah kerja KAI Daop 7 Madiun.
“Tingginya angka kedatangan menunjukkan wilayah Daop 7 Madiun tetap menjadi destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan libur panjang Imlek,” ujar Tohari pada Ahad, 15 Februari 2026.
Khusus pada Jumat pekan lalu, jumlah penumpang berangkat mencapai 7.933 pelanggan atau naik sekitar 32 persen dibandingkan rata-rata hari biasa yang berkisar 6.000 pelanggan. Sedangkan jumlah penumpang datang tercatat 9.489 pelanggan atau 58 persen lebih banyak dari rata-rata normal.
Dalam momentum Tahun Baru Cina, KAI Daop 7 Madiun juga menyapa pelanggan dengan membagikan suvenir kepada pengguna jasa kereta api. Kegiatan tersebut dipusatkan di Stasiun Madiun dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. “Melalui kegiatan sapa pelanggan dan pembagian suvenir tersebut, kami ingin menghadirkan suasana hangat dan penuh sukacita di lingkungan stasiun. Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada kereta api,” katanya.
Tak hanya itu, KAI juga memberikan diskon 30 persen untuk pembelian tiket KA dengan keberangkatan tanggal 14 sampai dengan 29 Maret 2026. “Diskon 30 persen ini adalah bentuk apresiasi kami kepada masyarakat. Kami ingin perjalanan dengan kereta api semakin terjangkau, tepat waktu, dan tentu saja mengutamakan keselamatan,” tutur Tohari.







