Niat Puasa Ramadan
Bulan suci Ramadan telah tiba, menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam rangka menyambut bulan ini, penting bagi setiap individu untuk memahami dan mengetahui niat puasa Ramadan. Niat puasa menjadi langkah awal yang harus dilakukan sebelum memulai ibadah puasa.
Ketika seseorang mengucapkan niat puasa, maka ia menjalin hubungan dengan Allah SWT. Ibadah puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi umat Muslim, baik itu kaya maupun miskin. Namun, terdapat pengecualian bagi mereka yang sedang sakit atau dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk menjalankan syariat Islam.
Selain itu, makna dari ibadah puasa sangat mendalam. Tidak hanya sekadar menahan diri dari rasa lapar, tetapi juga segala hawa nafsu. Mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, puasa dilakukan dengan beberapa syarat dan rukun. Hal-hal yang dapat membatalkan puasa antara lain makan, minum, dan memasukkan sesuatu ke dalam lubang anggota tubuh manusia.
Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadan yang bisa diucapkan sebelum berpuasa:
Niat Puasa Ramadhan
Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan bahwa tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama”.
Namun, beberapa kalangan percaya bahwa niat puasa harus dilafalkan. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
Amalan Saat Sahur
Sahur merupakan sunnah Rasulullah SAW. Kesunahan sahur menjadi pembeda puasa umat Islam dengan umat-umat sebelumnya. Hukum sahur adalah sunnah. Salah satu kesunahan lain dalam sahur adalah mengakhirkan waktunya, mendekati terbit fajar.
Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: “Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian (setelah makan sahur) kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) berkata: “Berapa perkiraan waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan shalat fajar)?” Zaid bin Tsabit berkata: ’(seperti waktu yang dibutuhkan untuk membaca) 50 ayat’.” (Muttafaqun ‘alaih).
Tips Sehat Memilih Menu Sahur
Memilih jenis makanan yang tepat untuk santap sahur juga merupakan hal yang harus dilakukan. Inilah tips sehat saat makan sahur:
Memilih karbohidrat kompleks
Asupan karbohidrat kompleks sangat dibutuhkan oleh tubuh saat puasa sebagai salah satu sumber energi. Karbohidrat kompleks terdiri dari roti gandum, nasi merah, oatmeal dan juga sereal.Menghindari makanan bersantan maupun pedas
Makanan yang mengandung santan dan juga pedas akan sangat sulit dicerna dalam tubuh, sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi saat santap sahur. Mengonsumsi makanan bersantan maupun pedas akan membuat asam lambung menjadi naik, sehingga memicu berbagai macam gangguan pencernaan.Mencukupi cairan di dalam tubuh
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik adalah salah satu kunci agar tubuh tetap sehat. Dengan menahan lapar dan haus selama bulan Ramadhan, maka sangat penting untuk mencukupi kebutuhan udara dalam tubuh kita.Perbanyak konsumsi sayur dan buah
Buah dan sayuran merupakan menu yang tepat untuk disantap saat sahur, hal ini dikarenakan buah dan sayur memiliki vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, buah dan sayur juga serat tinggi yang bersifat mengenyangkan.Mencukupi asupan protein
Protein dalam makanan memiliki peran sebagai cadangan energi, sehingga tercukupinya kebutuhan protein saat makan sahur, akan memberikan energi secara konstan ke dalam tubuh. Adapun sumber protein yang baik saat santap sahur di antaranya daging ayam, ikan, sapi, telur, ikan hingga kacang-kacangan.






