Kehidupan Sosial yang Menyentuh dari Ipda Purnomo
Ipda Purnomo, seorang anggota polisi berusia 46 tahun, telah menjadi sosok yang sangat dikenal di masyarakat karena aksi-aksi kemanusiaannya yang luar biasa. Ia mengelola Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang secara gratis merawat 395 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) selama sembilan tahun terakhir. Dukungan penuh dari istrinya, Lilik Ika Wahyuni, memberikan kekuatan bagi Ipda Purnomo untuk menjalani perjalanan ini.
Pendirian Yayasan Berkas Bersinar Abadi
Awal mula Ipda Purnomo terlibat dalam aksi sosial bermula saat ia masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Banaran. Saat itu, ia melihat ODGJ yang keliaran dan merasa iba. Dari situ, ia memutuskan untuk membantu mereka. Awalnya, ia hanya membawa ODGJ tersebut ke rumah, dan istrinya juga ikut serta dalam proses perawatan.
Berkat dukungan istri, Ipda Purnomo akhirnya mendirikan Yayasan Berkas Bersinar Abadi. Proses pendirian yayasan ini dilakukan dengan izin dari Bupati Lamongan dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Sosial setempat. Meskipun awalnya disarankan untuk bergabung dengan Dinas Kesehatan, Ipda Purnomo memilih untuk berada di bawah Dinas Sosial karena kebutuhan ODGJ tidak hanya obat, tetapi juga perlengkapan lain yang dibutuhkan.
Sumber Dana dan Pengelolaan Yayasan
Untuk mengelola yayasan yang kini merawat 395 ODGJ, Ipda Purnomo menggunakan dana pribadinya yang berasal dari tunjangan sebagai anggota Kepolisian. Namun, ia juga memiliki sumber tambahan dari hasil konten YouTube edukatif miliknya. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa sering menghadapi tantangan, seperti sikap para ODGJ yang bisa meresahkan tetangga.
Dari pengalaman tersebut, Ipda Purnomo memutuskan untuk membawa ODGJ ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), namun mereka ditolak karena tidak memiliki KTP keluarga. Akhirnya, ia menemukan solusi dengan mendirikan yayasan sendiri, yang kini sudah berjalan selama lima tahun.
Aksi Sosial Lain yang Dilakukan
Selain merawat ODGJ, Ipda Purnomo juga melakukan aksi sosial lainnya. Pada Rabu (18/2/2026), ia menyerahkan uang sebesar Rp 11,7 juta kepada 39 guru PPPK di Kabupaten Tuban yang kontraknya tidak diperpanjang. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk empati dan dukungan moral agar para tenaga pendidik tetap semangat meski dalam masa sulit.
Ipda Purnomo mengatakan bahwa aksi sosial ini dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan. “Semoga dengan bantuan ini bisa memberikan keringanan kepada mereka,” katanya.
Bantuan untuk Seorang Pemulung
Selain itu, Ipda Purnomo juga membantu seorang pemulung bernama Muntama (56). Pertemuan keduanya terjadi ketika Ipda Purnomo sedang berkendara. Ia melihat seorang ibu memikul karung berisi rongsokan. Tanpa ragu, ia menawarkan bantuan dengan mengantarkan pulang. Tidak hanya itu, ia juga memberikan sejumlah uang agar Muntama bisa membeli kebutuhan pokok.
“Saya terenyuh dan saya beri Rp 1 juta untuk belanja keperluan selama Ramadan,” kata Purnomo.







