Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Seni Menata Hobi Menjadi Aset: Membedakan Koleksi Bernilai Naik dan Barang Terdevaluasi

    Seni Menata Hobi Menjadi Aset: Membedakan Koleksi Bernilai Naik dan Barang Terdevaluasi

    3 October 2026
    Trik Deteksi Odometer Kendaraan Bekas Hasil Modifikasi Agar Tidak Tertipu Penjual Nakal

    Trik Deteksi Odometer Kendaraan Bekas Hasil Modifikasi Agar Tidak Tertipu Penjual Nakal

    3 October 2026
    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Detoks Digital di Tengah Riuk Notifikasi

    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Detoks Digital di Tengah Riuk Notifikasi

    3 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Seni Menata Hobi Menjadi Aset: Membedakan Koleksi Bernilai Naik dan Barang Terdevaluasi
    • Trik Deteksi Odometer Kendaraan Bekas Hasil Modifikasi Agar Tidak Tertipu Penjual Nakal
    • Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Detoks Digital di Tengah Riuk Notifikasi
    • Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Kesibukan Kerja Tanpa Merasa Terbebani
    • Rahasia Merawat Kesehatan Rambut Saat Cuaca Panas dan Lembap di Wilayah Tropis
    • Rahasia Kebugaran Alami Dapur Nusantara: Manfaat Khasiat Rempah Tradisional Indonesia untuk Tubuh
    • Rahasia Menyegarkan Hari Melalui Olahraga Pagi Ringan Tanpa Memicu Kelelahan Berlebih
    • Menjaga Kesehatan Mental Atlet Papan Atas di Tengah Gempuran Ekspektasi Publik dan Media Sosial
    • Trik Cerdas Mendeteksi Odometer Mobil Bekas yang Di-reset Agar Tidak Tertipu Penjual Nakal
    • Langkah Cerdas Melindungi Privasi Data Pribadi di Tengah Maraknya Kejahatan Siber
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Anak Kiai Kampung Jadi Rektor UB, Prof Bisri Bangun Pesantren Ilmu dan Agama

    Anak Kiai Kampung Jadi Rektor UB, Prof Bisri Bangun Pesantren Ilmu dan Agama

    adm_imradm_imr5 March 20269 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perjalanan Hidup Prof Dr KH Mohammad Bisri MS

    Prof Dr KH Mohammad Bisri MS, mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang periode 2014-2018, memiliki kisah hidup yang penuh dengan tantangan dan pesan moral. Ia lahir di kawasan Mbetek, Kota Malang, dari keluarga kiai kampung. Lingkungan sederhana ini menjadi fondasi karakter religius sekaligus aktif secara fisik.

    Sejak kecil, Prof Bisri menghabiskan waktu antara sekolah, olahraga, dan mengaji. Siang hari ia akrab dengan permainan sepak bola, sedangkan malam hari diisi dengan belajar agama langsung dari sang ayah. Kehidupan ini membentuk kepribadiannya yang unik dan kuat.

    Dalam wawancara eksklusif dengan Infomalangraya.com, Prof Bisri menceritakan perjalanan hidupnya. Ia menyebutkan bahwa kehidupan akademiknya justru berawal dari ketidaksengajaan. Awalnya, ia bercita-cita masuk jurusan manajemen ekonomi, tetapi gagal karena kalah bersaing dalam seleksi perguruan tinggi negeri. Tidak menyerah, ia mencoba kembali dan memilih jurusan Teknik Pengairan di UB Malang, yang relatif sepi peminat. Keputusan ini menjadi awal karier akademiknya hingga meraih gelar profesor, menjadi dekan pada 2013, dan terpilih sebagai Rektor UB pada 2014.

    Pendirian Ponpes Bahrul Maghfiroh

    Di tengah karier akademiknya, Prof Bisri juga terlibat dalam pendirian Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh. Awalnya, pesantren ini hanya berdiri di atas lahan sekitar 500 meter persegi pada tahun 1996. Saat itu, ia diajak oleh temannya untuk membangun ponpes. Berkat restu orang tua, ia berhasil mengembangkan ponpes tersebut.

    Pesantren yang kini memiliki luas lahan hampir 4 hektare ini awalnya dikelola oleh adiknya, Gus Lukman. Prof Bisri memilih tidak ikut campur agar tidak terjadi dualisme kepemimpinan. Namun, titik balik terjadi pada 2017, saat adiknya wafat. Sebulan sebelum meninggal, adiknya sempat mengajak Bisri berkeliling pesantren, sebuah momen yang kemudian ia anggap sebagai pesan terakhir untuk melanjutkan perjuangan.

    Perubahan Pola Pendidikan Pesantren

    Saat mulai mengasuh, Prof Bisri melihat pola lama pesantren yang menurutnya perlu diperbaiki. Ia menolak stigma bahwa pesantren adalah tempat penitipan anak nakal. Menurutnya, pondok itu tempat mencari ilmu agama dan mengamalkannya, bukan tempat anak-anak nakal.

    Ia kemudian menerapkan sistem seleksi santri dan mengubah arah pendidikan pesantren menjadi lebih terstruktur. Salah satu gebrakan terbesar Prof Bisri adalah menggabungkan pendidikan agama (din) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (sains). Menurutnya, keberhasilan dunia dan akhirat harus ditempuh dengan dua jenis ilmu tersebut secara bersamaan.

    Konsep ini diwujudkan dalam berbagai program, mulai dari kewirausahaan santri, pelatihan kerja, hingga pengembangan unit usaha seperti peternakan, budidaya, hingga produksi. Pesantren juga dilengkapi laboratorium digital dan Artificial Intelligence (AI), serta studio multimedia kreatif untuk menunjang keterampilan santri di era modern.

    Visi Pendidikan Berbasis Internasional

    Ke depan, Prof Bisri berencana mengembangkan pendidikan berbasis internasional dengan standar Cambridge, termasuk penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran. Langkah ini menjadi bagian dari visinya mencetak santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu bersaing secara global.

    Di akhir wawancara, Prof Bisri berpesan agar santri tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu dunia. Menurutnya, umat Islam harus berada di garis depan dalam memimpin peradaban.

    • Belajarlah dua-duanya (ilmu agama dan ilmu dunia).
    • Supaya kita bisa mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Islam harus memimpin, bukan tertinggal.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    By redaksi25 September 20264,441 Views

    Waspada Modus Pembeli Borongan, Toko Sembako Adib Nyaris Jadi Sasaran Penipuan

    By redaksi12 September 20267,034 Views

    Bukan jumlah, Mazda fokus pada optimalisasi dealer yang ada

    By adm_imr26 August 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Seni Menata Hobi Menjadi Aset: Membedakan Koleksi Bernilai Naik dan Barang Terdevaluasi

    Seni Menata Hobi Menjadi Aset: Membedakan Koleksi Bernilai Naik dan Barang Terdevaluasi

    3 October 2026
    Trik Deteksi Odometer Kendaraan Bekas Hasil Modifikasi Agar Tidak Tertipu Penjual Nakal

    Trik Deteksi Odometer Kendaraan Bekas Hasil Modifikasi Agar Tidak Tertipu Penjual Nakal

    3 October 2026
    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Detoks Digital di Tengah Riuk Notifikasi

    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Detoks Digital di Tengah Riuk Notifikasi

    3 October 2026
    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Kesibukan Kerja Tanpa Merasa Terbebani

    Seni Merawat Silaturahmi di Tengah Kesibukan Kerja Tanpa Merasa Terbebani

    3 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?