14 Peserta Seleksi Terbuka Calon Eselon II Pemkab Malang Menghadapi Ujian Makalah yang Menentukan Nasib
Pada malam hari Senin (2/3/2026), sebanyak 14 peserta Seleksi Terbuka (Selter) calon eselon II di Pemkab Malang dipastikan tidak bisa tidur nyenyak. Nasib mereka akan ditentukan dalam ujian yang digelar di ruang rapat Sekda Kabupaten Malang, Selasa (3/3/2026). Ujian ini menjadi momen krusial yang akan menentukan apakah para peserta lolos atau tidak dalam proses seleksi untuk jabatan kepala dinas.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Selter, Budiar Anwar, menyampaikan bahwa ujian makalah menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi ini. Ujian tersebut menguji visi dan misi peserta, serta kemampuan mereka dalam menyampaikan ide-ide strategis yang solutif.
- Ujian makalah ini merupakan bagian dari rangkaian tes yang telah dilalui oleh para peserta sebelumnya, seperti asesmen dan uji kompetensi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi.
- Budiar Anwar menekankan bahwa persiapan diri sangat penting bagi para peserta. Mereka harus memahami isi makalah yang akan dipresentasikan, bukan hanya menghafal materinya.
- Kemampuan berbicara di depan umum juga menjadi faktor penentu. Para peserta dituntut untuk tampil lancar dan percaya diri agar dapat memukau lima penguji yang terdiri dari tokoh-tokoh penting.
Komposisi Peserta Selter
Para peserta Selter terdiri dari 14 orang, dengan latar belakang beragam. Di antaranya adalah:
5 orang camat
3 Sekretaris Dinas (Sekdin)
* 1 Kepala Bidang (Kabid)
Selain itu, ada beberapa peserta lain yang berasal dari instansi pemerintahan dan organisasi masyarakat. Mereka semua memiliki pengalaman kerja yang berbeda-beda, namun semuanya memiliki kesamaan yaitu ambisi untuk menduduki posisi eselon II di lingkungan Pemkab Malang.
Penguji yang Berpengalaman
Ujian makalah akan dihadiri oleh lima penguji yang terdiri dari:
1. Budiar Anwar, Sekda Kabupaten Malang
2. Nurman Ramdansyah, Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
3. Prof Dr Hariyono M Pd, Rektor Universitas Negeri Malang (UM)
4. Prof Drs Junaidi NOd Phd, Rektor Unisma
5. Prof Andi Kurniawan SPi MEng DSc, Wakil Rektor IV Universitas Brawijaya (UB)
Nurman Ramdansyah menjelaskan bahwa para penguji memiliki latar belakang akademik yang kuat. Mereka bukan hanya ahli dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki wawasan luas di berbagai disiplin ilmu. Hal ini membuat ujian paparan makalah lebih sulit karena para peserta harus mampu menjawab pertanyaan yang kompleks dan beragam.
Tanggapan dari Tokoh Masyarakat
Beberapa tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kabupaten Malang turut memberikan pandangan terkait proses seleksi ini.
Abdulloh Satar, anggota DPRD dari PKB, mengusulkan agar ujian makalah ini disiarkan secara langsung atau melalui live streaming. Ia menilai bahwa hal ini akan meningkatkan transparansi dan meminimalkan dugaan-dugaan negatif.
Sementara itu, Ahmad Kusairi, koordinator LSM Pro Desa, mengatakan bahwa para peserta yang berasal dari kalangan camat, sekdin, dan kabid cenderung grogi saat presentasi. Mereka biasanya lebih terbiasa dengan kebijakan internal, bukan presentasi di depan publik.
Kesimpulan
Proses seleksi calon eselon II di Pemkab Malang memang menantang. Ujian makalah menjadi salah satu tahapan yang sangat penting, karena selain menguji kemampuan intelektual, juga menguji kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi peserta.







