Pengakuan Insanul Fahmi: Lebih Takut Cerai daripada Proses Hukum
Insanul Fahmi, seorang pengusaha asal Medan, Sumatera Utara, mengungkapkan bahwa dirinya lebih takut menghadapi perceraian dengan istrinya, Wardatina Mawa, ketimbang menjalani proses hukum terkait dugaan perzinaan dan perselingkuhannya dengan artis Inara Rusli.
Untuk itu, pria berusia 26 tahun tersebut telah mengajukan surat penundaan terkait perkara yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya. “Sebenarnya bukan ketakutan dengan proses hukum, saya lebih takut bagaimana rumah tangga saya ini bisa pecah,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (3/3/2026).
Saat ini, proses hukum masih terus berjalan. Keduanya dilaporkan oleh Mawa setelah mengetahui dan menyaksikan bukti kuat berupa rekaman CCTV dugaan hubungan intim suaminya di rumah mantan istri Virgoun tersebut.
Insan menegaskan bahwa sampai saat ini, ia terus bertekad untuk menata kembali rumah tangganya bersama Mawa, yang dikenal sebagai konten kreator muslimah. Dengan ditundakannya proses hukum, Insan berharap bisa lebih fokus mewujudkan perdamaian dengan Mawa.
“Saya di sini bertekad untuk bagaimana bisa menata kembali, itu yang lebih saya takutin,” jelasnya.
Poligami untuk Mengangkat Derajat Mawa
Insanul Fahmi tetap bersikukuh bahwa aksinya poligami dengan Inara Rusli diniatkan untuk mengangkat derajat istri sahnya, Wardatina Mawa. Ia tidak menyangka bahwa keputusannya menghadirkan orang baru di tengah pernikahannya justru membuat rumah tangganya kini di ujung tanduk.
Padahal, ayah satu anak tersebut merasa bahwa poligami bukan ditujukan untuk meninggalkan wanita yang sudah memberinya seorang anak itu. “Adapun ya saya mengambil langkah untuk sampai di titik kemarin ya, mengambil langkah buat menghadirkan orang lain itu sebenarnya bukan untuk ninggalin Mawa gitu,” tutur Insan, dikutip dari YouTube STAR 7 Channel, Selasa (3/3/2026).
“Justru awalnya tadinya memang untuk bagaimana supaya bisa mengangkat derajat Mawa juga, mengangkat derajat keluarga juga, bukan untuk ninggalin. Bukan untuk jatuhin,” sambung pengusaha kuliner itu.
Dia turut menyesalkan, kedua istrinya kini terdampak. “Karena memang semua pihak di sini mengalami dampak ya, merasakan dampaknya juga gitu. Jadi ya kalau saya makanya berupaya bagaimana caranya supaya bisa berdamai, supaya bisa seperti sedia kala, supaya bisa kembali normal,” harap pria 26 tahun tersebut.
Mawa Pilih Jaga Jarak dengan Insan
Meski rumah tangga mereka masih dalam konflik, Mawa mengaku masih bertemu dengan Insan. Pertemuan tersebut tak lain untuk mengantar anak semata wayang mereka, Afnan, bertemu sang ayah. Namun dalam pertemuan tersebut, Mawa memilih menjaga jarak.
“Iya jadi di situ aku hadir juga tapi kita beda tempat. Jadi aku pure untuk anterin mereka, Mbak sama Afnan di tempat itu. Di lokasi yang sudah ditentukan dan ditetapkan, tapi kita beda tempat,” jelas Mawa dikutip YouTube Insertlive.
Konten kreator berusia 25 tahun itu mengaku tak menjalin komunikasi serius dengan sang suami. “Jujur pas pulang itu ada (komunikasi) tapi ya aku tetep jaga jarak. Tetep jaga jarak gak ada komunikasi yang intens gitu aja,” jelasnya.
Selain komunikasi langsung, Mawa juga membatasi saling berbalas pesan dengan Insanul Fahmi. “Kemarin sempet ada (berbalas chat) terkait bulan puasa Ramadan, tapi ya singkat-singkat saja. Dan baru respons kemarin. Ada rasa sedikit rasa tabayyun tapi gak intens (chat), sampai sekarang pun enggak ada lagi chat lagi,” tegas BA Benings tersebut.
Mawa Ingin Cerai dan Ogah Rujuk
Wardatina Mawa membeberkan rencananya mengurus gugatan cerai terhadap sang suami, Insanul Fahmi, dalam waktu dekat ini. Ia akan mengurus berkas perceraiannya, setelah bertolak dari Jakarta menuju ke Medan, Sumatera Utara.
“Ya nanti kayaknya saya setelah pulang dari sini saya mau ke Medan, itu saya bakalan urus perceraian,” kata Wardatina di Polda Metro Jaya, Jumat (20/2/2026). Ketika ditanya apakah pengurusan berkas cerai akan dilakukan setelah tiba di Medan, Wardatina membenarkannya. “Iya saya ke Medan saya langsung ribet (ngurus itu),” ucapnya.
Wardatina juga memastikan bahwa gugatan cerai akan diajukan dalam waktu dekat, namun tidak dilakukan dalam waktu sekarang karena mempertimbangkan momentum bulan Ramadan. “Dalam waktu dekat. Setelah Lebaran,” ujarnya singkat.
Disinggung soal kemungkinan perdamaian di bulan Ramadan dengan Inara, Wardatina memiliki jawaban sendiri. “Kalau saat ini, oke, ini mungkin di bulan puasa ini namanya kita kan harus saling memaafkan ya. Tapi balik lagi tergantung dianya kayak gimana dan saya berusaha berusaha memaafkan karena sangat sulit untuk melupakan peristiwa kejadian yang sudah mereka lakukan,” tuturnya.
Wanita yang akrab disapa Mawa ini menegaskan tidak akan rujuk dengan Insanul, walaupun sang suami sudah menyesali semua perbuatannya.
Inara Cabut Laporan Dugaan Insanul Fahmi Menipu
Kasus dugaan penipuan yang sempat dilaporkan Inara Rusli terhadap Insanul Fahmi akhirnya resmi dihentikan. Keputusan ini menjadi sorotan publik, bukan hanya karena aspek hukumnya, tetapi juga karena alasan emosional yang diungkap oleh pihak kuasa hukum.
Di tengah dinamika hubungan yang sempat memanas, pencabutan laporan justru disebut sebagai bukti besarnya rasa sayang yang masih dimiliki Inara kepada Insanul.
Kuasa hukum Inara Rusli, Lechumanan, menjelaskan bahwa penghentian perkara tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil gelar perkara yang dilakukan pihak kepolisian di Polda Metro Jaya. Berdasarkan hasil gelar perkara, direkomendasikan agar laporan tersebut dihentikan.
“Setelah dilakukan gelar perkara terhadap laporan yang pernah dilayangkan oleh klien saya, Inara Rusli, rekomendasinya adalah menghentikan perkara tersebut,” ujar Lechumanan di Polda Metro Jaya, Senin (2/3/2026).
Ia menyebutkan, dari hasil tersebut kemudian diterbitkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3). Dengan terbitnya SP3, proses hukum atas dugaan penipuan yang sebelumnya dilaporkan resmi dihentikan.
“Yaitu terbitlah SP3, surat pemberitahuan penghentian penyelidikan. Hari ini kebetulan kami datang bersama untuk mengambil lampiran dari SP3 tersebut,” jelasnya.
Namun, yang menarik perhatian bukan hanya soal aspek hukum, melainkan alasan di balik pencabutan laporan tersebut. Lechumanan menilai keputusan kliennya mencabut laporan menjadi bukti nyata bahwa perasaan Inara terhadap Insanul masih sangat besar.
“Ini sebenarnya membuktikan bahwa memang sayanglah klien saya kepada Mas Insan ini. Jelas, lebih sayang,” ucapnya.
Ia bahkan secara terbuka menyampaikan pesan kepada Insanul Fahmi agar lebih bijak dalam melihat situasi dan menentukan langkah ke depan. “Saya juga minta Mas Insan buka matanya lebar-lebar. Yang enggak ada gunanya kamu tinggalin, yang berguna kamu lanjutkan. Jangan lagi memikirkan hal-hal yang nggak berguna,” katanya.
Menurut Lechumanan, langkah hukum yang sebelumnya ditempuh dan kini dicabut menunjukkan bahwa rasa sayang Inara sudah tidak lagi dapat diukur dengan logika semata. “Yang jelas, ini dilaporkan saja sudah dicabut. Berarti rasa sayangnya itu sudah nggak bisa diukur lagi dengan apa pun,” ungkapnya.
Terkait ketidakhadiran Inara Rusli saat pengambilan dokumen SP3, Lechumanan menegaskan bahwa seluruh proses telah diwakilkan kepadanya sebagai kuasa hukum resmi. “Kan sudah diwakilkan ke saya. Kalau nggak, ngapain saya jadi kuasa hukum,” tutupnya.







