Trailer dan Poster Kedua Film Danur: The Last Chapter Dirilis
Rumah produksi MD Pictures resmi merilis trailer dan poster kedua film Danur: The Last Chapter. Film ini menjadi penutup perjalanan panjang semesta Danur yang telah berjalan hampir satu dekade sejak film pertamanya tayang.
Sutradara Awi Suryadi mengatakan ada makna tersendiri ketika film terakhir ini justru kembali ke Bandung, kota yang menjadi latar penting dalam kisah Danur.
“Danur: The Last Chapter ini sebagai penutup akhirnya syutingnya pun ada di Bandung. Waktu syuting film Danur 1, 2, dan 3 justru tidak ada di Bandung, selalu di Bogor atau Jakarta,” kata Awi saat jumpa pers di CGV Paris Van Java, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, kehadiran acara perilisan trailer dan poster di Bandung terasa seperti menutup perjalanan panjang film ini di tempat asal kisahnya.
Penulis dan Produser Kreatif Berharap Film Ini Menutup Perjalanan dengan Manis
Penulis sekaligus produser kreatif film ini, Lele, mengatakan film keempat ini memiliki nuansa yang berbeda karena menjadi akhir dari perjalanan kisah Risa dan sahabat-sahabat hantunya.
“Yang berbeda pasti karena ini Lebaran bersama Danur. Setelah hampir 10 tahun bersama dengan empat film Danur, akhirnya Lebaran ini penonton akan merasakan Danur terakhir,” kata Lele.
Ia berharap film ini menjadi penutup yang manis bagi para penggemar yang telah mengikuti perjalanan cerita tersebut sejak awal.
Kisah Danur Diadaptasi dari Novel Risa Saraswati
Kisah Danur diadaptasi dari novel karya Risa Saraswati yang menceritakan pengalaman masa kecilnya berteman dengan lima hantu anak-anak keturunan Belanda.
Risa mengatakan perjalanan panjang cerita tersebut awalnya tidak pernah ia bayangkan bisa diterima luas oleh masyarakat.
Menurutnya, dulu keluarganya sempat khawatir kisah tersebut akan dianggap aneh oleh orang lain.
“Dulu sempat takut pandangan orang bagaimana, dianggap aneh. Tapi ternyata sekarang malah bisa dinikmati banyak orang,” ujarnya.
Inspirasi untuk Orang Lain yang Memiliki Pengalaman Serupa
Sementara itu adiknya, Riri Saraswati, berharap perjalanan kisah mereka bisa memberikan inspirasi bagi orang lain yang memiliki pengalaman serupa.
“Kalau aku mungkin ingin bilang ke diri sendiri di masa lalu, jangan takut dengan apa pun yang terjadi dalam hidup kamu. Semoga kisah ini bisa memberikan inspirasi dan membuat orang lain yang mengalami hal yang sama merasa tidak sendirian,” katanya.
Prilly Latuconsina: Danur Bukan Sekadar Proyek Film Biasa
Film ini kembali menghadirkan Prilly Latuconsina sebagai pemeran Risa. Bagi Prilly, keterlibatannya sejak film pertama membuat Danur memiliki makna yang sangat besar dalam perjalanan kariernya.
“Justru aku bersyukur masih dipercaya menjadi bagian dari Danur sampai last chapter ini,” kata Prilly.
Ia mengatakan Danur bukan sekadar proyek film biasa, tetapi menjadi awal perjalanan panjangnya di industri perfilman.
“Danur itu bukan film yang reading, syuting, promo lalu selesai. Danur itu awal dari perjalanan aku juga di film. Dari Danur banyak pintu lain terbuka dalam karier aku,” ujarnya.
Menurut Prilly, film horor saat itu belum terlalu dipercaya mampu menarik penonton. Namun sejak kehadiran Danur, genre tersebut kembali diminati.
“Waktu itu film horor belum begitu dipercaya, tapi sejak Danur akhirnya orang-orang mulai menonton horor lagi. Aku juga banyak dikenal dari Danur,” katanya.
Tantangan dalam Memerankan Kembali Karakter Risa
Ia mengaku perjalanan dari film pertama hingga film terakhir terasa sangat emosional karena karakter Risa telah melekat dalam dirinya selama hampir 10 tahun.
“Ini karakter yang paling lama melekat di aku. Jadi ketika akhirnya bisa menyelesaikan perjalanan Risa dari awal sampai sekarang rasanya sangat mengharukan,” ujarnya.
Meski begitu, memerankan kembali karakter Risa setelah jeda waktu yang cukup lama juga menjadi tantangan tersendiri baginya.
“Jarak dari film sebelumnya itu sekitar enam tahun. Pas baca skenario aku harus menyesuaikan lagi untuk kembali menjadi Risa,” kata Prilly.
Ia menyebut karakter Risa memiliki cara bereaksi yang berbeda ketika menghadapi hal-hal gaib karena sudah terbiasa berinteraksi dengan dunia tersebut.
“Aku sampai sempat berpikir, ini reaksiku berlebihan nggak ya? karena Teh Risa itu santai banget kalau lihat hantu. Jadi aku harus menyamakan logika dan level kesantaian aku dengan Risa,” ujarnya.
Prilly bahkan kerap berdiskusi dengan sutradara dan Risa Saraswati untuk memastikan aktingnya tetap sesuai dengan karakter asli.
“Tantangannya adalah aku memerankan tokoh yang asli dan orangnya ada di sebelah aku. Jadi jangan sampai pas premier dia nonton terus bilang ‘gue enggak gini’,” katanya sambil tertawa.
Zee Asadel: Film Ini Menghadirkan Hubungan Keluarga
Film ini juga menghadirkan Zee Asadel yang memerankan karakter Riri, adik dari Risa. Zee mengaku bersyukur mendapat kesempatan bermain dalam film horor yang memiliki basis penggemar besar.
“Aku bersyukur banget bisa ikut di film Danur. Ini kesempatan aku bermain di film horor yang sudah banyak disukai orang,” kata Zee.
Menurutnya, film ini tidak hanya menghadirkan ketegangan horor, tetapi juga cerita tentang hubungan keluarga.
“Yang bikin seru, film ini nggak cuma fokus di horornya saja, tapi dramanya juga ada. Hubungan keluarga seperti kakak-adik, pasangan, sampai hubungan dengan orang tua juga terasa,” ujarnya.
Ia juga menilai film ini cocok ditonton bersama keluarga saat momen Lebaran.
“Cerita di film ini sangat hidup karena semua karakter punya hubungan yang kuat satu sama lain,” katanya.
Zee juga harus menjalani persiapan yang cukup intens untuk perannya, termasuk latihan balet yang terlihat dalam salah satu adegan di trailer.
“Persiapannya cukup banyak, selain reading, aku juga ikut workshop balet, tari tradisional, sampai latihan lainnya,” ujarnya.
Ia mengaku pengalaman sebagai idol yang terbiasa menghafal koreografi cukup membantunya dalam mempersiapkan adegan balet di film ini.
“Karena sudah terbiasa menghafal koreografi dalam waktu singkat, itu cukup membantu untuk adegan balet di film ini,” katanya.
Dito Darmawan: Hubungan Emosional yang Dekat dengan Kehidupan Penonton
Sementara itu, aktor Dito Darmawan menilai film ini menghadirkan berbagai jenis hubungan emosional yang dekat dengan kehidupan penonton.
“Kalau bicara relationship di film Danur ini lengkap, ada hubungan keluarga, kakak-adik, sampai pasangan,” kata Dito.
“Jadi pas Lebaran nanti bisa nonton bareng keluarga atau pacar juga,” tambahnya.
Sinopsis Film Danur: The Last Chapter
Film Danur: The Last Chapter melanjutkan kisah setelah peristiwa di Danur: Sunyaruri (2019), ketika Risa memutuskan berpisah dengan teman-teman hantunya dan mencoba menjalani kehidupan normal.
Namun keadaan berubah ketika Riri dilamar di sebuah gedung pertunjukan tua dan mulai menunjukkan perilaku yang janggal menjelang pernikahannya.
Risa pun kembali mengalami berbagai kejadian misterius, seolah dirinya mengalami kematian menyakitkan berulang kali. Ia menduga hal tersebut berkaitan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh sahabat-sahabat hantunya, Peter Cs.
Film Danur: The Last Chapter dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026 dan diharapkan menjadi salah satu film yang meramaikan musim Lebaran tahun ini.






