Kloter Pertama Jemaah Haji Tahun 2026 Berangkat pada 22 April
Pada tanggal 22 April 2026, kloter pertama jemaah haji Indonesia resmi diberangkatkan dari berbagai embarkasi. Proses keberangkatan akan terus berlangsung hingga tanggal 21 Mei 2026. Perjalanan ini tidak hanya menjadi momen fisik menuju Makkah, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh tantangan dan pengabdian.
Dalam ajaran Islam, haji merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting. Selain sebagai bentuk ibadah, haji juga menjadi proses penyucian diri dan peningkatan iman. Oleh karena itu, sejak awal keberangkatan, Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan beberapa doa yang bisa diamalkan oleh jemaah maupun keluarga yang ditinggalkan.
Doa untuk Keluarga yang Ditinggalkan
Salah satu doa yang diajarkan adalah doa dari orang yang berangkat haji kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa ini mencerminkan rasa tanggung jawab sekaligus ketenangan hati karena menyerahkan keluarga kepada penjagaan Allah SWT.
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Astawdi’ukallāhal-ladzī lā taḍī’u wadā’i’uh
Artinya: “Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)
Doa ini mengandung makna mendalam bahwa perlindungan terbaik bukan berasal dari manusia, melainkan dari Allah SWT.
Doa untuk Jemaah Haji dari Keluarga
Sebaliknya, keluarga yang ditinggalkan juga dianjurkan membalas dengan doa. Hubungan spiritual ini menjadi penguat batin bagi jemaah yang sedang menempuh perjalanan panjang.
أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astawdi’ullāha dīnak, wa amānatak, wa khawātīma ‘amalik
Artinya: “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan akhir amalmu kepada Allah.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)
Doa ini tidak hanya memohon keselamatan fisik, tetapi juga menjaga kualitas ibadah agar tetap terjaga hingga akhir perjalanan.
Doa Agar Haji Mabrur dan Dipermudah
Selain doa keselamatan, terdapat pula doa yang secara khusus memohon agar ibadah haji diterima dan dimudahkan.
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallāhut-taqwā wa ghafara dzanbaka wa yassara lakal-khaira haitsumā kunta
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan di mana pun engkau berada.” (HR At-Tirmidzi)
Doa ini sering dilantunkan saat pelepasan jemaah, menjadi simbol harapan agar perjalanan haji tidak hanya selesai secara ritual, tetapi juga membawa perubahan batin.
Doa Memohon Haji Mabrur
Harapan terbesar setiap jemaah adalah meraih haji mabrur. Dalam literatur klasik, haji mabrur bukan sekadar sah secara hukum, tetapi diterima oleh Allah SWT.
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا
Allāhummaj’alhā hajjan mabrūran wa dzanban maghfūran
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajinya sebagai haji yang mabrur dan dosanya diampuni.”
Dalam buku Untaian Mutiara Doa karya Ali Manshur, doa ini disebut sebagai bentuk permohonan tertinggi dalam ibadah haji karena menyangkut penerimaan amal.







