Pengertian HDL dan LDL
Kolesterol sering dianggap sebagai nutrisi yang buruk bagi tubuh, padahal kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yaitu baik dan jahat. Kolesterol baik (High-Density Lipoprotein) memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan diperlukan dalam berbagai proses. Sementara itu, yang perlu dikurangi adalah kolesterol jahat (Low-Density Lipoprotein). Kedua jenis kolesterol ini dibutuhkan oleh tubuh karena masing-masing memiliki fungsi tertentu, namun dengan kadar yang berbeda. Lantas, apa perbedaan antara HDL dan LDL? Berikut penjelasannya.
Definisi HDL dan LDL
Kolesterol terdiri dari dua jenis, yaitu HDL (High-Density Lipoprotein) atau kolesterol baik dan LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat. Lipoprotein merupakan lemak dan protein yang berfungsi sebagai kendaraan agar kolesterol bisa bergerak melewati darah. Menurut informasi dari Harvard Health Publishing, HDL memiliki densitas tinggi sedangkan LDL memiliki densitas rendah. Densitas tersebut merujuk pada kepadatan partikel lipoprotein. Dengan demikian, HDL adalah “kendaraan” pengangkut kolesterol dengan kepadatan lipoprotein tinggi, sedangkan LDL adalah “kendaraan” pengangkut kolesterol dengan kepadatan lipoprotein rendah.
Fungsi dalam Tubuh

Fungsi HDL dan LDL berbeda meskipun keduanya sama-sama mengangkut kolesterol. Hati bertugas memproses lemak menjadi kolesterol, kemudian kolesterol masuk ke darah dalam bentuk HDL dan LDL. HDL berfungsi mengangkut kolesterol yang ada dalam darah dari seluruh tubuh kembali ke hati. Dengan fungsi ini, HDL dapat mencegah plak, melindungi penyakit kardiovaskular ateroklerotik, serta melindungi arteri. Oleh karena itu, HDL sering disebut sebagai kolesterol baik.
Sementara itu, tugas LDL adalah mengangkut kolesterol dari hati ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan. Sayangnya, LDL mengandung lebih banyak kolesterol daripada protein. Jika kadar LDL terlalu tinggi, akan terjadi penumpukan plak yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung, otak, maupun kaki dan lengan. Oleh karena itu, LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat.
Nilai HDL dan LDL dalam Jumlah Rendah, Normal, hingga Tinggi

Nilai normal HDL dan LDL dalam tubuh juga berbeda. Ada tingkatan nilai mulai dari rendah hingga tinggi, bahkan nilai HDL dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Berikut ini kadar HDL dan LDL yang disarankan:
HDL
– Rendah: Di bawah 40 mg/dL (laki-laki), di bawah 50 mg/dL (perempuan)
– Normal: 40–80 mg/dL (laki-laki), 50–80 mg/dL (perempuan)
– Tinggi: Di atas 80 mg/dL (laki-laki dan perempuan)
LDL
– Normal: Di bawah 100 mg/dL
– Hampir optimal: 100–129 mg/dL
– Batas tinggi: 130–159 mg/dL
– Tinggi: 160–189 mg/dL
– Sangat tinggi: 190 mg/dL
Makanan yang Mengandung HDL dan LDL

Untuk menjaga nilai HDL dan LDL tetap normal, penting untuk memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Untuk meningkatkan nilai HDL, biasakan mengonsumsi alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, kedelai, serta ikan berlemak. Selain itu, konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah beri, buah bit, kubis ungu, kubis, bayam, dan paprika merah.
Sementara itu, makanan yang mengandung LDL bisa ditemukan pada daging merah seperti sapi, babi, dan domba. LDL juga terdapat pada makanan yang digoreng, daging olahan, dan kue kering seperti pastry dan cake. Makanan-makanan ini bisa membuat nilai LDL tinggi.
Cara Mengontrol Kolesterol

Untuk menjaga kesehatan, kuncinya adalah menjaga nilai HDL dan LDL tetap normal dalam tubuh. Caranya mulai dari meningkatkan asupan makanan kaya HDL hingga mengubah kebiasaan sehari-hari. Berikut cara terbaik untuk mengontrol nilai HDL dan LDL dalam tubuh:
- Hindari merokok karena berhenti merokok dapat meningkatkan HDL
- Ubah pola makan dengan makanan rendah lemak dan tinggi serat
- Mulai berolahraga seperti aerobik dan lainnya
- Jaga berat badan karena obesitas dapat meningkatkan LDL
- Kurangi stres karena stres dapat meningkatkan LDL dan menurunkan HDL
Dengan mengetahui perbedaan HDL dan LDL, kita bisa mulai mengubah pola hidup agar nilai HDL dan LDL tetap normal. Pola hidup sehat dimulai dari asupan makanan dan kebiasaan untuk tetap bergerak setiap hari. Namun, jika ada keluhan terkait kolesterol, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau rumah sakit.







