Persiapan Musda Golkar Sulsel dan Harapan Kembali Bangkit
Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan dijadwalkan digelar akhir Maret 2026. Persiapan kegiatan ini mulai dimatangkan dengan menunjuk Armin Mustamin Toputiri sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan Lukman B Kady (LBK) sebagai Ketua Panitia Musda.
Musda tersebut nantinya akan memilih Ketua Golkar Sulsel definitif. Saat ini, partai berlambang pohon beringin di Sulawesi Selatan masih dipimpin oleh Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said (75). Muhidin mengaku telah menyiapkan berbagai tahapan dan bahkan telah meminta waktu kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (49), agar Musda segera dilaksanakan.
“Kita meminta agar segera diberikan kesempatan melaksanakan Musda,” katanya.
Muhidin menyampaikan hal itu saat memimpin konsolidasi kader yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Sekretariat Golkar Sulsel, Jalan Bontolempangan, Makassar, Sabtu (7/3/2026). Sejumlah kader partai hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPR RI Taufan Pawe, Ketua Golkar Makassar Munafri Arifuddin, dan Ketua Golkar Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.
Hadir pula Ketua Golkar Bantaeng Lies F Nurdin, Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin, Ketua Golkar Gowa Ambas Syam, Ketua Golkar Pinrang Usman Marham, serta Ketua Golkar Bulukumba Nirwan Arifuddin. Namun, beberapa kepala daerah kader Golkar tidak terlihat dalam kegiatan tersebut. Mereka di antaranya Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Bupati Luwu Patahudding, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, serta Bupati Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin.
Muhidin berharap Musda Golkar Sulsel dapat digelar secepatnya pada bulan ini. Namun, jadwal pelaksanaannya masih menunggu kesediaan Ketua Umum Partai Golkar untuk hadir. “Kami maunya secepatnya bulan ini. Tapi tergantung ketua umum kita, karena beliau rencananya mau datang. Biasanya hampir semua Musda beliau hadir,” ujarnya.
Menurut Muhidin, kehadiran Bahlil Lahadalia dinilai penting dalam pelaksanaan Musda Golkar Sulsel. Selain sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan agenda pemerintahan yang cukup padat. Meski demikian, Muhidin menyebut jika Bahlil dapat membuka acara Musda, pelaksanaan kegiatan selanjutnya tetap bisa dilanjutkan oleh panitia daerah.
“Kalau beliau datang membuka acara, itu sudah cukup. Setelah itu kegiatan bisa kami lanjutkan,” katanya.
Terkait persiapan teknis, Muhidin memastikan struktur kepanitiaan Musda sudah mulai dibentuk. Ia menyebut Lukman B Kady ditunjuk sebagai Ketua Panitia Musda Golkar Sulsel, sementara posisi Ketua Steering Committee (SC) dipercayakan kepada Armin Mustamin Toputiri. “Panitia Musda sudah ada ketuanya, Pak Lukman B Kady. Beliau kan Ketua Fraksi, jadi harus diberi tugas,” ujarnya.
Muhidin menambahkan, panitia akan segera melengkapi susunan kepengurusan sebelum diajukan secara resmi kepada DPP Partai Golkar di Jakarta. “Nanti dilengkapi pengurusnya, kemudian kita kirim ke Jakarta dengan surat pengantar bahwa Golkar Sulsel sudah siap melaksanakan Musda,” katanya.
Ia menegaskan seluruh tahapan Musda akan tetap mengikuti mekanisme organisasi partai. Golkar Sulsel juga membuka kesempatan bagi kader yang ingin maju sebagai calon ketua untuk mendaftarkan diri sesuai prosedur yang berlaku. “Tetap ada tahapan. Itu mekanisme. Syarat dukungan nanti silakan saja mendaftar dulu,” ujarnya.
Restu Bahlil
Muhidin menegaskan, calon ketua nantinya tetap harus mendapat restu dari Ketua Umum Golkar. Hal tersebut merupakan bagian dari sistem kepemimpinan partai yang berlaku saat ini, di mana ketua umum memiliki kewenangan menentukan kandidat yang akan maju dalam berbagai kontestasi politik internal partai.
“Ya wajib dong. Kalau tidak dapat restu nanti bagaimana? Karena sekarang ini sistem pemilihan, baik legislatif maupun eksekutif, semuanya harus direstui oleh ketua umum,” jelasnya.
Hingga saat ini belum ada nama yang secara resmi menyatakan diri maju sebagai calon Ketua Golkar Sulsel. Namun sejumlah kader disebut-sebut berpotensi meramaikan bursa pemilihan pada Musda mendatang. Plt Wakil Sekretaris Golkar Sulsel, Arief Rosyid Hasan, mengatakan penentuan jadwal Musda masih menunggu kehadiran Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Kita tunggu Ketua Umum Pak Bahlil Lahadalia datang. Kalau beliau sudah datang berarti sudah ada jadwal Musda,” kata Arief Rosyid.
Arief dikenal sebagai salah satu kader muda Golkar dengan latar belakang aktivis. Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) itu pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015. Ia juga dikenal sebagai sahabat lama Bahlil Lahadalia, jauh sebelum menjabat Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
Menurut Arief, Bahlil mengajak dirinya ikut membantu memperkuat Partai Golkar. Ia menyebut Ketua Umum Golkar itu memiliki harapan besar agar Sulawesi Selatan kembali menjadi basis utama kemenangan partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Sulsel memiliki sejarah panjang sebagai lumbung suara Golkar. Beringin itu pohon yang ada di hampir setiap daerah di Sulsel. Karena itu Pak Ketum ingin Golkar kembali berjaya di Sulsel pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Instruksi Muhidin
Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said, menginstruksikan seluruh kader memperkuat kerja politik secara terencana dan terukur. Ia menargetkan Sulsel kembali menjadi basis utama kemenangan Golkar pada Pemilu 2029.
Instruksi tersebut disampaikan Muhidin saat memimpin konsolidasi kader Golkar Sulsel yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di Sekretariat Golkar Sulsel. Menurut Muhidin, konsolidasi internal menjadi langkah penting setelah hasil Pemilu 2024 yang mencatat sejarah baru bagi Golkar di Sulawesi Selatan.
Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, Golkar kehilangan statusnya sebagai partai pemenang di Sulsel. Pada Pemilu 2024, Golkar hanya meraih 14 kursi di DPRD Sulsel, berada di bawah Partai NasDem yang meraih 17 kursi. Sementara itu Partai Gerindra memperoleh 13 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing meraih 8 kursi. Kemudian Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing mendapatkan 7 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih 6 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh 4 kursi, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meraih 1 kursi.
Hasil tersebut membuat Golkar untuk pertama kalinya kehilangan kursi Ketua DPRD Sulsel. Saat Pemilu 2024 berlangsung, DPD I Golkar Sulsel dipimpin oleh Taufan Pawe. Muhidin mengungkapkan, dorongan untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel juga datang dari Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Insya Allah Golkar Sulsel ke depan akan bangkit kembali seperti sebelumnya,” kata Muhidin.
Ia menambahkan, konsolidasi yang digelar di bulan Ramadan ini juga bertujuan memperkuat kekompakan kader menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel. Muhidin menilai soliditas kader mulai terlihat dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
“Saya bersyukur Sulsel ini sudah memperlihatkan kekompakannya dan soliditasnya, mulai dari provinsi sampai kabupaten dan kota. Ini harus dijaga menjelang Musda Golkar Sulsel,” ujarnya.
Anggota DPR RI itu berharap Musda Golkar Sulsel dapat melahirkan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh kader. Dengan begitu, partai berlambang pohon beringin tersebut dapat kembali bangkit seperti masa kejayaannya.
“Semoga Musdanya nanti menghasilkan pemimpin yang kompak dan bersatu dengan yang lain sehingga Golkar Sulsel bisa bangkit seperti sediakala,” katanya.
Muhidin juga mengaku optimistis melihat antusiasme kader di berbagai daerah pemilihan di Sulsel. Ia mengaku telah mengunjungi sejumlah daerah pemilihan dan melihat langsung semangat kader di lapangan.
“Kalau saya lihat tanda-tandanya, alhamdulillah saya sudah hadir di Dapil Sulsel I dan Sulsel III. Animo dan antusias kader luar biasa. Persatuannya sudah tinggi dan rasa soliditasnya kuat,” jelasnya.
Menurut Muhidin, Sulawesi Selatan sejak lama dikenal sebagai basis kuat Golkar dalam berbagai kontestasi politik. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk kembali menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam memenangkan partai.
“Sulsel ini sejak dulu selalu menjadi pemenang. Ini yang harus kita berikan motivasi kepada kader-kader agar merasa ikut bertanggung jawab untuk bersama-sama memenangkan Golkar tanpa membedakan asal-usul,” katanya.
Melalui konsolidasi tersebut, Muhidin berharap seluruh kader Golkar Sulsel semakin solid dan siap mengembalikan kejayaan partai pada Pemilu 2029.







