Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kurban Kambing atau Sapi, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Ulama

    6 Mei 2026

    Selamat Tinggal Sembelit! Pistachio Lebih Baik untuk Usus daripada Kacang Lain

    6 Mei 2026

    Restoran Solo Safari: Makan Sambil Menyaksikan Singa

    6 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 6 Mei 2026
    Trending
    • Kurban Kambing atau Sapi, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Ulama
    • Selamat Tinggal Sembelit! Pistachio Lebih Baik untuk Usus daripada Kacang Lain
    • Restoran Solo Safari: Makan Sambil Menyaksikan Singa
    • Laporan Utama: Harga Mobil Listrik Bisa Naik Tanpa Insentif
    • Liburan Panjang 1–3 Mei 2026, Penumpang Whoosh Diperkirakan Naik 15 Persen
    • Lagu klasik tetap memukau, tanda selera musik Anda matang
    • Israel-AS Perkuat Koordinasi Serangan, Gencatan Senjata Terancam Pecah
    • Jika 7 Kata Ini Ada dalam Kosakata Harianmu, Kamu Lebih Cerdas Daripada yang Kau Sadari
    • Honda XL750 Transalp 2026: Tenaga 755 cc, Performa Tangguh untuk Petualangan!
    • Keputusan AS Kawal Kapal Melewati Selat Hormuz, Trump: Iran Jangan Ganggu, Mereka Korban
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Membangun Infrastruktur Indonesia dengan FT-SPK ITS

    Membangun Infrastruktur Indonesia dengan FT-SPK ITS

    adm_imradm_imr17 Maret 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Infrastruktur dan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

    Indonesia terus bergerak sebagai negara berkembang yang membangun infrastruktur, menata ruang kota, sekaligus menghadapi tantangan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang semakin kompleks. Pembangunan hari ini tidak lagi sekadar menghadirkan jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga menuntut ketahanan terhadap perubahan iklim, urbanisasi cepat, serta dinamika global.

    Infrastruktur masa depan dituntut berbasis sains, adaptif terhadap risiko bencana, terintegrasi dengan teknologi digital, serta selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon. Pendekatan ilmiah ini dinilai penting agar pembangunan tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga relevan dengan tantangan jangka panjang.

    Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di bidang teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FT-SPK) menghadirkan spektrum keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Untuk memperkenalkan lebih jauh peran dan peluang di bidang ini, digelar Webinar Sosialisasi ITS yang menjadi jembatan informasi bagi para siswa dalam merancang masa depan pendidikannya.

    Webinar Sosialisasi ITS: Jembatan Informasi bagi Calon Mahasiswa

    Sebagai bentuk dukungan terhadap penyebaran informasi pendidikan tinggi negeri, Ganesha Operation menggelar Webinar Sosialisasi ITS bertema “Membangun Masa Depan Bersama Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian ITS” pada 28 Februari 2026. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui YouTube resmi Ganesha Operation dan platform Zoom, sehingga dapat diakses peserta dari berbagai daerah.

    Webinar menghadirkan Direktur Utama Ganesha Operation, Prof. Dr. Ir. Bob Foster, M.M., serta Dekan Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FT-SPK) ITS, Prof. Adjie Pamungkas, S.T., M.Dev. Plg., Ph.D., sebagai pembicara utama. Selain itu, pemaparan juga disampaikan oleh perwakilan masing-masing departemen di lingkungan FT-SPK, mulai dari Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Lingkungan, Teknik Geomatika, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Geofisika, hingga Program Studi Teknik Pertambangan.

    Kolaborasi Pendidikan untuk Menyiapkan Generasi Teknik Masa Depan

    Dalam pemaparannya, Prof. Bob Foster menekankan pentingnya perencanaan pendidikan yang matang sejak awal. Menurutnya, masa depan tidak terjadi begitu saja, tetapi perlu dirancang dengan kesadaran dan tindakan nyata. Siswa didorong untuk menjadi pribadi yang proaktif, yang mampu “membuat masa depan terjadi” melalui pilihan dan persiapan yang tepat.

    Ia juga menyoroti ketatnya persaingan masuk ITS, khususnya di lingkungan FT-SPK melalui jalur SNBT. Data menunjukkan tingkat kelulusan yang relatif rendah di sejumlah program studi, seperti Teknik Sipil yang berada di kisaran 4,73 persen, Arsitektur 5,23 persen, hingga Perencanaan Wilayah dan Kota sekitar 8,42 persen. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa dibutuhkan strategi belajar yang terarah dan konsisten.

    Karena itu, fokus terhadap tujuan menjadi kunci. Peserta diingatkan untuk tidak terdistraksi dan tetap berpegang pada visi yang telah ditetapkan. Dalam konteks pendampingan belajar, Ganesha Operation menerapkan pendekatan yang dikenal dengan Formula 3B: Belajar, Berlatih, dan Bertanding sebagai bentuk pembiasaan menghadapi pola seleksi yang kompetitif.

    Spektrum Keilmuan FT-SPK ITS

    Keunggulan FT-SPK ITS terletak pada spektrum keilmuan yang luas namun saling terintegrasi. Setiap departemen memiliki karakteristik dan peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan masa kini.

    a. Infrastruktur dan Rekayasa

    Di ranah infrastruktur, Teknik Sipil menjadi fondasi utama pembangunan fisik. Keilmuan ini mencakup perancangan, pembangunan, hingga pemeliharaan berbagai infrastruktur seperti gedung, jembatan, jalan, bendungan, dan sistem transportasi. Perannya tidak sekadar teknis, tetapi juga menyangkut kebermanfaatan langsung bagi masyarakat luas.

    Sementara itu, Program Studi Teknik Pertambangan sebagai program baru di FT-SPK hadir dengan pendekatan multidisiplin. Mahasiswa dibekali dasar sains seperti matematika, fisika, kimia, dan geologi, sekaligus aplikasinya dalam pengelolaan sumber daya alam. Karier lulusannya pun terbuka luas, khususnya di sektor industri pertambangan dan energi.

    b. Lingkungan dan Kebumian

    Pada aspek keberlanjutan, Teknik Lingkungan memegang peran penting di hampir seluruh sektor industri. Setiap proses produksi berpotensi menghasilkan limbah, dan di sinilah peran ahli lingkungan dibutuhkan untuk memastikan pengelolaan yang aman dan sesuai regulasi.

    Teknik Geofisika memperluas cakupan keilmuan dengan menggabungkan geologi, matematika, dan fisika untuk memahami dinamika bumi, termasuk apa yang berada di bawah permukaan tanah. Bidangnya tidak hanya berkaitan dengan energi, tetapi juga mitigasi bencana dan eksplorasi.

    Adapun Teknik Geomatika menonjol dalam bidang pemetaan dan pengolahan data spasial. Menariknya, data internal ITS menunjukkan bahwa lulusan Teknik Geomatika ITS umumnya telah terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah kelulusan, mencerminkan tingginya kebutuhan tenaga ahli di bidang ini.

    c. Perencanaan dan Desain Ruang

    Di sisi perencanaan ruang, Arsitektur tidak semata menuntut kemampuan menggambar sejak awal. Keterampilan desain akan berkembang seiring proses perkuliahan. Departemen ini juga aktif merespons isu-isu aktual, termasuk tantangan generasi muda dalam memiliki hunian di masa depan melalui riset dan perancangan solusi yang relevan.

    Sementara itu, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) berfokus pada pengelolaan dan perancangan kawasan agar kota dapat berkembang secara terarah dan berkelanjutan. Dengan sudut pandang spasial, lulusan PWK memiliki peluang karier yang beragam di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga industri swasta.

    Menyongsong Masa Depan dengan Perencanaan yang Matang

    Pembangunan Indonesia ke depan akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia di bidang teknik. Infrastruktur yang tangguh, kota yang tertata, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga visioner dan siap menghadapi tantangan global.

    Karena itu, memahami pilihan jurusan sejak dini menjadi langkah strategis. Mengenali karakter setiap program studi, peluang karier, hingga kompetensi yang dibutuhkan akan membantu calon mahasiswa menentukan arah dengan lebih mantap. Memilih jurusan bukan sekadar menentukan tempat melanjutkan pendidikan, tetapi juga menentukan peran yang akan diambil dalam pembangunan bangsa.

    Dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, generasi muda hari ini berpeluang menjadi motor penggerak Indonesia masa depan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jika 7 Kata Ini Ada dalam Kosakata Harianmu, Kamu Lebih Cerdas Daripada yang Kau Sadari

    By adm_imr6 Mei 20261 Views

    Sawah Kering: Gajah di Tengah Kekeringan

    By adm_imr5 Mei 20261 Views

    Perbandingan Internet Rakyat vs MyRepublic Air, 100 Mbps Hanya Rp100 Ribu

    By adm_imr5 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kurban Kambing atau Sapi, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Ulama

    6 Mei 2026

    Selamat Tinggal Sembelit! Pistachio Lebih Baik untuk Usus daripada Kacang Lain

    6 Mei 2026

    Restoran Solo Safari: Makan Sambil Menyaksikan Singa

    6 Mei 2026

    Laporan Utama: Harga Mobil Listrik Bisa Naik Tanpa Insentif

    6 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?