Gunung Inerie: Destinasi Wisata Pendakian yang Menantang di Pulau Flores
Gunung Inerie adalah salah satu gunung api yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berada di wilayah selatan Kota Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada, tepatnya di Kecamatan Aimere, gunung ini menjadi daya tarik utama bagi para pendaki. Sebagai salah satu gunung stratovolcano, Inerie memiliki ketinggian 2.245 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan puncak yang berbentuk kerucut tajam.
Gunung ini tidak hanya menawarkan tantangan dalam pendakian, tetapi juga menyuguhkan pemandangan alam yang mempesona. Selain itu, sekitar Gunung Inerie terdapat beberapa destinasi wisata yang patut dikunjungi saat berkunjung ke Bajawa. Berikut beberapa tempat yang bisa Anda jadikan tujuan:
1. Bukit Watunariwao ‘Avatar’
Bukit Watunariwao, dikenal juga sebagai Bukit Avatar Flores, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sangat diminati oleh wisatawan lokal maupun internasional. Bukit ini memiliki bentangan perbukitan yang indah dan menjadi spot ideal untuk melihat keindahan Gunung Inerie dari ketinggian. Pesona alam yang ditawarkan membuat bukit ini viral di media sosial. Lokasinya berada di Desa Beja, Kecamatan Langa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, NTT.
2. Kampung Adat Bena

Kampung Adat Bena berada di bawah kaki Gunung Inerie dan masih menjaga warisan budaya yang unik. Di sini, wisatawan dapat melihat peninggalan-peninggalan simbol adat seperti megalit dolmen, menhir, dan punden berundak yang telah bertahan ratusan tahun. Desa Wisata Tiworiwu di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, telah masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
3. Bukit Wolobobo

Puncak Kebun Raya Wolobobo menjadi salah satu destinasi wisata alam terbaik di Kabupaten Ngada. Dengan panorama alam yang menawan, Bukit Wolobobo wajib dikunjungi sekali seumur hidup. Lokasinya berada di Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 15 hingga 20 menit dari Bajawa, Ibu Kota Kabupaten Ngada.
4. Tur ke Kebun Kopi
Selain pendakian, aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah trekking menyusuri hutan eucalyptus dan kebun kopi. Bajawa dikenal sebagai penghasil kopi Arabica terbaik di Indonesia. Kebun kopi di Ngada memiliki luas sekitar 3.864 hektar dan tersebar di tiga kecamatan, yaitu Bajawa, Golewa, dan Golewa Barat. Wisatawan dapat melihat langsung proses merawat, panen, hingga produksi kopi oleh petani setempat.
5. Kampung Adat Tololela

Kampung Tololela terletak di bawah kaki Gunung Inerie, tepatnya di wilayah administrasi Desa Manubhara, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, NTT. Konon, kampung ini dijaga oleh dua ekor naga yang dalam bahasa daerah disebut SAWA. Hal ini dibuktikan dengan ukiran naga yang terdapat di 32 rumah adat yang ada di kampung tersebut.







