Pelatihan Dosen Pendidikan Pancasila di Semarang
Dua dosen dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengikuti Pelatihan Dosen Pendidikan Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Semarang, Jawa Tengah, pada 23–27 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta metode pembelajaran Pendidikan Pancasila di lingkungan kampus.
Para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang disiapkan BPIP guna memperkaya wawasan dan pendekatan pengajaran. Pelatihan tersebut merupakan Angkatan V, setelah sebelumnya BPIP menggelar kegiatan serupa di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya penguatan implementasi nilai-nilai Pancasila di pendidikan tinggi.
Dari UNITRI, dua dosen yang hadir yakni Agustinus Ghunu dan Dewi Citra Larasati. Sementara satu dosen lainnya yang dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut berhalangan hadir. Ketua tim peserta UNITRI, Agustinus Ghunu, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan dampak signifikan bagi pengembangan pembelajaran Pancasila di perguruan tinggi.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi memberikan banyak dampak positif bagi pengembangan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ini menjadi ruang perenungan dan peneguhan jati diri kami sebagai dosen,” ujar Agustinus, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem nilai yang harus diaktualisasikan dalam proses pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mengikuti diskusi yang berlangsung dinamis dengan latar belakang yang beragam. Perbedaan tersebut dinilai justru memperkaya perspektif dan memperkuat semangat kebhinekaan. Dalam kegiatan itu, Agustinus juga mendapat kepercayaan sebagai ketua kelas serta mewakili peserta menyampaikan kesan dan pesan pada penutupan pelatihan.
Lenih lanjut, ia mengutip pernyataan Presiden pertama RI, Soekarno, tentang pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa. Ia menilai potensi generasi muda Indonesia sangat besar, namun perlu dibimbing melalui pendidikan yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa, termasuk Pancasila.
Selain itu, Agustinus juga menyoroti pentingnya integritas moral dalam dunia pendidikan. Menurutnya, dosen Pendidikan Pancasila harus menjadi teladan dalam menjunjung kejujuran akademik serta keberpihakan pada kebenaran.
Ia juga menyinggung upaya UNITRI dalam mengusulkan Ali Sastroamidjojo sebagai calon Pahlawan Nasional sejak 2023, yang hingga kini masih dalam proses pengajuan kembali dengan harapan dapat ditetapkan pada 2026.
Di sisi lain, Agustinus mendorong penguatan kelembagaan BPIP agar memiliki landasan hukum yang lebih kokoh. Saat ini, BPIP masih berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo. Ia berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) BPIP yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026 dapat segera disahkan oleh DPR RI.
Agustinus menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga. “Indonesia kuat karena kebhinekaannya. Pancasila telah terbukti mempersatukan bangsa ini. Karena itu, tidak ada alasan untuk mencari dasar lain bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Pentingnya Pendidikan Pancasila dalam Dunia Perguruan Tinggi
Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi memainkan peran vital dalam membentuk karakter mahasiswa yang memiliki jiwa nasionalisme dan kesadaran akan nilai-nilai luhur bangsa. Melalui pelatihan seperti ini, dosen-dosen yang terlibat dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan materi yang relevan dan kontekstual.
Beberapa hal yang menjadi fokus utama dalam pelatihan ini adalah:
- Pemahaman mendalam tentang Pancasila sebagai dasar negara dan sistem nilai yang harus diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan.
- Peningkatan metode pengajaran yang efektif dan inovatif untuk menjangkau berbagai kalangan mahasiswa.
- Penguatan integritas moral di kalangan dosen dan mahasiswa, sehingga dapat menjadi contoh yang baik dalam masyarakat.
Kehadiran dosen-dosen dari berbagai perguruan tinggi menciptakan suasana diskusi yang kaya akan perspektif dan pengalaman. Hal ini memperkaya wawasan peserta dan memperkuat rasa kebhinekaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan Pancasila di Pendidikan Tinggi
Agustinus Ghunu menyampaikan harapan bahwa pelatihan seperti ini akan terus dilakukan dan diperluas agar lebih banyak dosen dapat terlibat dalam penguatan pendidikan Pancasila. Ia juga menekankan pentingnya dukungan institusi dan pemerintah dalam memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi.
Selain itu, ia berharap RUU BPIP yang sedang dalam proses legislasi dapat segera disahkan, sehingga lembaga ini memiliki dasar hukum yang lebih kuat dan mandiri dalam menjalankan tugasnya.







