Apa Itu Obat Omeprazole dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Merek dagang: Prilosec, Omeprazole, Omeprazole sodium, Ozid, Inhipump, Rocer, dan Pumpitor.
Nama generik: Omeprazole.
Omeprazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah gangguan asam lambung, seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), tukak lambung (luka pada dinding lambung), infeksi lambung yang disebabkan bakteri Helicobacter pylori, dan heartburn. Omeprazole tersedia dalam bentuk kapsul (10 mg; 20 mg; 40 mg) dan cair (2,5 mg; 10 mg).
Obat ini termasuk dalam golongan proton pump inhibitors (PPIs) yang bekerja dengan cara menurunkan jumlah asam yang diproduksi di lambung. Penggunaannya tidak bisa sembarangan melainkan harus menggunakan resep dokter.
Dosis dan Aturan Pemakaian Omeprazole

Omeprazole dikonsumsi sebelum makan. Dosis omeprazole berbeda-beda tergantung pada kondisi penggunanya.
Berikut dosis omeprazole yang direkomendasikan untuk orang dewasa:
– Ulkus duodenal atau duodenal ulcer (luka terbuka di dinding usus 12 jari): 20 mg, sekali sehari sebelum makan. Kebanyakan pasien sembuh dalam 4-8 minggu.
– Infeksi Helicobacter pylori: 20 mg, 2 kali sehari selama 10 hari.
– Tukak lambung: 40 mg, sekali sehari sebelum makan selama 4-8 minggu.
– GERD: 20-40 mg per hari selama 4 minggu.
– Erosive esophagitis (radang yang merusak saluran dari tenggorokan ke lambung): 20 mg, sekali sehari sebelum makan selama 4-8 minggu. Dosis ini bisa ditingkatkan menjadi 40 mg per hari tergantung pada respons pasien.
– Sindrom Zollinger-Ellison (penyakit akibat terbentuknya tumor pada pankreas atau usus 12 jari): 60-360 mg per hari, dibagi menjadi 3 kali pemberian (setiap 8 jam).
Sementara itu, dosis omeprazole yang dianjurkan untuk anak-anak adalah sebagai berikut:
– Anak balita: Untuk refluks asam lambung: 0.7 mg/kg/dosis sekali sehari.
– Anak-anak dan remaja 1 – 16 tahun: Berat badan 5 – 10 kg: 5 mg sekali sehari; 10 – 20 kg: 10 mg sekali sehari; >20 kg: 20 mg sekali sehari.
– Anak usia 1 – 16 tahun: 1 mg/kg/dosis, sekali atau dua kali per hari.
– Luka duodenal yang berhubungan dengan Helicobacter pylori: Berat badan 15 – 30 kg: 10 mg dua kali sehari; >30 kg: 20 mg dua kali sehari.
Efek Samping Omeprazole

Efek samping yang umumnya terjadi akibat mengonsumsi obat omeprazole, antara lain:
Demam
Gejala flu, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan
Sakit perut, buang angin
Mual, muntah, diare ringan
* Sakit kepala
Sementara itu, efek samping serius dari omeprazole yang berpotensi terjadi, antara lain:
Diare yang cair atau berdarah
Kadar magnesium rendah (pusing, bingung, detak jantung cepat atau tak beraturan, gerakan otot yang mendadak, perasaan gugup, kram otot, otot melemah, batuk atau perasaan tercekik, kejang-kejang)
Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Namun, segera periksakan diri ke dokter jika muncul efek samping tersebut terutama jika efek samping tidak mereda walau penggunaan obat sudah dihentikan.
Interaksi Omeprazole dengan Obat Lain

Omeprazole dapat menurunkan asam lambung sehingga bisa memengaruhi kerja obat-obatan yang perlu dicerna dengan bantuan asam lambung, seperti pazopanib, rilpivirin, dan obat-obatan antijamur.
Beberapa interaksi yang dapat terjadi jika omeprazole dikonsumsi dengan obat-obatan lainnya:
Menurunkan efektivitas obat clopidogrel dalam membantu mencegah serangan jantung atau stroke.
Menurunkan efektivitas obat erlotinib untuk mengobati kanker.
Meningkatkan efek dan kadar atorvastatin dalam darah sehingga meningkatkan risiko seseorang mengalami kerusakan liver.
Meningkatkan kadar dan efek alprazolam sehingga penggunanya berisiko mengalami gangguan pernapasan dan sangat mengantuk.
Hal-Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakan Omeprazole

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Begitupula sebelum menggunakan omeprazole.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan omeprazole, yakni sebagai berikut:
Alergi: Segera periksa ke dokter jika mengalami reaksi tak biasa atau alergi terhadap obat ini. Beri tahu juga dokter jika memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan.
Imbauan penggunaan untuk anak-anak: Penelitian yang dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan adanya masalah yang dapat menghambat efektivitas omeprazole pada anak-anak berusia 1-16 tahun. Namun, keamanan dan kemanjuran obat ini pada anak-anak usia kurang dari satu tahun belum ditetapkan.
Lanjut usia (lansia): Penelitian yang dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan adanya masalah yang dapat menghambat efektivitas omeprazole pada pasien lansia.
Ibu hamil dan menyusui: Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat pada ibu hamil atau menyusui. Namun, selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Omeprazole adalah obat yang termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).
FAQ Seputar Omeprazole
Kapan sebaiknya minum obat omeprazole?
Omeprazole umumnya paling efektif jika dikonsumsi pada pagi hari sebelum sarapan dalam keadaan perut kosong. Pemberian jeda sebelum makan membantu memastikan obat bekerja optimal. Untuk penggunaan yang melibatkan lebih dari satu dosis sehari, disarankan untuk mengikuti instruksi dokter, yang sering kali melibatkan konsumsi sebelum makan malam.
Bolehkah omeprazole untuk anak?
Omeprazole dapat digunakan pada anak-anak, umumnya usia 1 tahun ke atas, untuk mengatasi kondisi seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau tukak lambung. Penggunaan obat ini pada anak-anak wajib dengan resep dan pengawasan dokter untuk menentukan dosis yang aman.
Apakah omeprazole menyebabkan alergi?
Ya, omeprazole dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang, meskipun jarang terjadi. Gejalanya meliputi ruam kulit, gatal-gatal, bengkak (wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan), sesak napas, hingga reaksi serius seperti anafilaksis. Jika gejala ini muncul, segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.







