Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Seni Mengatur Napas Klub Raksasa Eropa dalam Perburuan Gelar Juara yang Melelahkan

Seni Mengatur Napas Klub Raksasa Eropa dalam Perburuan Gelar Juara yang Melelahkan

7 November 2026
Hitung Ulang Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin Sebelum Membeli

Hitung Ulang Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin Sebelum Membeli

7 November 2026
Menemukan Kembali Ketenangan Pikiran Melalui Jeda Digital di Tengah Padatnya Aktivitas

Menemukan Kembali Ketenangan Pikiran Melalui Jeda Digital di Tengah Padatnya Aktivitas

7 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Saturday, 7 November 2026
Trending
  • Seni Mengatur Napas Klub Raksasa Eropa dalam Perburuan Gelar Juara yang Melelahkan
  • Hitung Ulang Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin Sebelum Membeli
  • Menemukan Kembali Ketenangan Pikiran Melalui Jeda Digital di Tengah Padatnya Aktivitas
  • Seni Merawat Komunikasi Sehat dalam Keluarga Demi Keharmonisan Rumah Tangga
  • Seni Merancang Ritual Pagi Efektif Tanpa Harus Mengorbankan Waktu Tidur Malam Anda
  • Panduan Praktis Mengatur Keuangan Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Hingga Akhir Bulan
  • Gaya Makan Sehat Anak Muda: Dari Mangkok Nutrisi Hingga Tren Kuliner Berkelanjutan
  • Strategi Alami Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Cuaca Pancaroba Mulai Menerjang
  • Menjembatani Jurang Karier: Mengapa Gelar Sarjana Saja Tidak Lagi Cukup di Pasar Kerja
  • Menjebak Diri dalam Ambisi Olahraga Tanpa Batas dan Potensi Bahaya Overtraining
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Hukum»Rancangan Perppu Tindak Pidana Ekonomi Jadi Sorotan, Bisa Kurangi Pengawasan

Rancangan Perppu Tindak Pidana Ekonomi Jadi Sorotan, Bisa Kurangi Pengawasan

adm_imradm_imr29 March 20264 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang terkait dengan pemberantasan tindak pidana ekonomi serta pemulihan perekonomian negara. Meskipun demikian, Perppu tersebut menimbulkan berbagai kekhawatiran karena potensi penyalahgunaan hukum oleh korporasi.

Menurut pendiri Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, beberapa pasal dalam Perppu Tindak Pidana Ekonomi dapat menimbulkan masalah baru karena tidak mencantumkan mekanisme pengawasan yang jelas. Ia mengatakan bahwa draf pasal tersebut bertentangan dengan UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan UU No. 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

“Alih-alih menjadi instrumen pemulihan ekonomi, Perppu ini berisiko menciptakan penegakan hukum ekonomi yang terlalu kuat, terlalu luas, dan terlalu minim pengawasan,” ujar Haidar dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (26/3).

Salah satu alasan pemerintah mengusulkan Perppu ini adalah perkembangan kejahatan kerah putih yang semakin sistemik, terorganisir, dan lintas batas. Oleh karena itu, pemerintah menilai perlu adanya upaya pemulihan kerugian negara yang cepat dan terpadu. Sebab, UU Darurat No. 7 Tahun 1995 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi dinilai sudah tidak memadai.

Namun, Haidar menyoroti minimnya aspek pengawasan dalam Perppu Tindak Pidana Ekonomi. Hal ini akan menciptakan ketidakpastian hukum bagi dunia usaha. Selain itu, ia menilai Perppu Tindak Pidana Ekonomi tidak diperlukan lantaran telah ada 18 aturan yang mengatur berbagai sektor ekonomi yang dirangkum dalam kebijakan anyar tersebut.

“Muncul pertanyaan, apakah benar terdapat kekosongan hukum yang mendesak sehingga memerlukan penerbitan Perppu?” tanyanya.

Berikut sejumlah pasal yang dinilai Haidar janggal dalam Perppu Tindak Pidana Ekonomi:

  • Pasal 2: Sektor Ekonomi

    Pasal ini membuat cakupan Perppu Tindak Pidana Ekonomi mencakup hampir semua sektor ekonomi, seperti sumber daya alam, pasar modal, distribusi, siber, dan pencucian uang. Menurut Haidar, interpretasi penegak hukum yang berwenang dalam kebijakan ini sangat besar.

  • Pasal 3: Pembentukan Satgas

    Klausul ini menginstruksikan Kejaksaan Agung untuk membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat penegakan hukum dan pemulihan perekonomian negara. Satgas tersebut berwenang untuk melakukan semua proses hukum, yakni penyelidikan, penyidikan, tuntutan, dan pemulihan aset.

    Haidar mengatakan konsep tersebut bertentangan dengan teori penegakan hukum modern yang memecah proses hukum untuk menjaga keseimbangan kekuasaan. Menurutnya, Perppu Tindak Pidana Ekonomi dapat melemahkan mekanisme pengawasan proses hukum.

  • Pasal 4: Pengambilalihan Kasus

    Pasal ini memberikan Satgas hak untuk mengambil alih penyidikan dari instansi lain. Haidar mengatakan, kebijakan ini dapat menimbulkan konflik antara lembaga penegak hukum.

    Dia mengatakan, Pasal 4 Perppu Tindak Pidana Ekonomi juga akan membuat Kejaksaan Agung mendominasi penegakan hukum ekonomi.

  • Pasal 5: Privasi Keuangan

    Bagian ini memberikan Satgas kewenangan meminta data keuangan dari lembaga jasa keuangan secara langsung. Satgas dapat menerobos aturan perlindungan data pribadi yang diatur Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 22 Tahun 2023.

    “Mekanisme ini menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan privasi finansial dan potensi penyalahgunaan data keuangan oleh jaksa,” kata Haidar.

  • Pasal 6: Denda Damai

    Poin ini membolehkan terdakwa dalam kasus dugaan Pidana Ekonomi terbebas dari tuntutan melalui mekanisme denda damai. Adapun nilai yang harus dibayarkan terdakwa sesuai dengan keuntungan ilegal atau kerugian ekonomi dalam dugaan jaksa.

    Haidar menilai skema tersebut dapat mempercepat pemulihan kerugian negara. Namun minimnya pasal pengawasan dalam Perppu Tindak Pidana Ekonomi berpotensi menciptakan praktik jual-beli hukum oleh jaksa.

  • Pasal 7: Penundaan Tuntutan

    Klausul ini memungkinkan korporasi yang diduga bersalah oleh satgas mendapatkan penundaan penuntutan atau DPA. Fasilitas tersebut bisa dinikmati jika korporasi mengganti kerugian negara, restrukturisasi manajemen, dan menjalankan program kepatuhan hukum.

    Haidar mengatakan poin ini dapat menimbulkan kesan negatif, yakni korporasi dapat menghindari proses pidana. Sebab, Perppu Tindak Pidana Ekonomi tidak menetapkan mekanisme pengawasan yang transparan.

  • Pasal 8: Penjualan Aset

    Klausul ini memungkinkan satgas menjual aset sebelum pengadilan menjatuhkan putusan. Namun Perppu Tindak Pidana Ekonomi membatasi langkah tersebut pada aset yang memiliki tingkat penyusutan tinggi.

    Haidar berpendapat poin ini bertentangan dengan asas praduga tidak bersalah di hukum pidana nasional. Alasannya, klausul ini dapat merugikan pihak yang akhirnya terbukti tidak bersalah.

  • Pasal 9: Pidana Penghalang Penyidikan

    Haidar menilai klausul ini tidak sejalan dengan prinsip hak untuk tidak memberatkan diri sendiri. Sebab, setiap pihak yang menolak memberikan informasi terkait aliran dana atau aset diancam bui hingga 7 tahun.

    Selain itu, pasal ini berlaku bagi individu, korporasi, dan lembaga jasa keuangan yang tidak kooperatif. “Jika kewajiban memberikan informasi terlalu luas, prinsip tidak memberatkan diri sendiri bisa terancam,” katanya.

Meski demikian, belum ada penjelasan dari pihak pemerintah mengenai sorotan terhadap Perppu ini. Hingga berita ini ditulis, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna belum merespons pertanyaan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

By redaksi10 October 20262,147 Views

Awalnya Dikira Selingkuh, Pengakuan Pegawai Taman Krida Budaya Ini Justru Bikin Syok!

By redaksi8 October 202613,137 Views

Gembong narkoba Basri ditangkap, punya aset kapal-apartemen

By adm_imr25 August 20262 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Seni Mengatur Napas Klub Raksasa Eropa dalam Perburuan Gelar Juara yang Melelahkan

Seni Mengatur Napas Klub Raksasa Eropa dalam Perburuan Gelar Juara yang Melelahkan

7 November 2026
Hitung Ulang Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin Sebelum Membeli

Hitung Ulang Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik dan Bensin Sebelum Membeli

7 November 2026
Menemukan Kembali Ketenangan Pikiran Melalui Jeda Digital di Tengah Padatnya Aktivitas

Menemukan Kembali Ketenangan Pikiran Melalui Jeda Digital di Tengah Padatnya Aktivitas

7 November 2026
Seni Merawat Komunikasi Sehat dalam Keluarga Demi Keharmonisan Rumah Tangga

Seni Merawat Komunikasi Sehat dalam Keluarga Demi Keharmonisan Rumah Tangga

7 November 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?