Bupati Tulungagung Langsung Ambil Alih Perawatan Hewan di Pendapa
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengambil alih langsung perawatan hewan-hewan yang berada di kawasan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Tindakan ini dilakukan karena kondisi rusa dan hewan lain yang menjadi koleksi kebun binatang mini di pendapa tersebut dinilai memprihatinkan.
Pemkab Tulungagung telah menganggarkan dana sebesar Rp600.000 per hari untuk pakan hewan-hewan tersebut. Namun, meskipun anggaran sudah disediakan, kondisi hewan masih belum optimal. Hal ini membuat Bupati Gatut Sunu merasa prihatin dan memutuskan untuk terjun langsung dalam pengelolaannya.
Pengalaman Cucu Bupati Memicu Perubahan
Komentar dari cucu Bupati Gatut Sunu menjadi salah satu pemicu kepedulian terhadap kondisi hewan-hewan di pendapa. Saat berkunjung ke pendapa, cucu bupati menyampaikan bahwa rusa-rusa yang ada di sana tampak kurus. Ia bahkan meminta orang tua untuk memberinya wortel sebagai makanan tambahan untuk rusa tersebut.
Dalam status WhatsApp-nya, Bupati Gatut Sunu menulis:
“Cucu saya umur 3 tahun sempat berkomentar, mam hewannya kok kurus2 akhirnya minta dibelikan sayur wortel untuk dikasihkan makan Binatang Rusa di Pendopo. Mana Hai …. Hatimu dan perasaanmu. Kawan, anggaran sudah aku sediakan dan anggarkan tiap hari kami anggarkan Rp 600.000, / Hari dibelikan makanan untuk hewan2 itu tetapi kondisinya hewan2 Rusa tersebut masih memprihatinkan !!!!!”
Perasaan batin yang dimiliki oleh anak kecil ini menjadi pengingat bagi Bupati Gatut Sunu bahwa hewan-hewan di pendapa harus diperlakukan dengan layak dan baik.
Anggaran Ada, Perawatan Disorot
Meski anggaran sudah tersedia, Bupati Gatut Sunu menekankan bahwa perawatan hewan-hewan di pendapa harus dilakukan secara maksimal. Dokter hewan yang telah disiapkan juga diminta untuk memberikan perawatan yang serius dan profesional.
Ia berharap, melalui anggaran tersebut, hewan-hewan di pendapa bisa hidup dengan nyaman dan sehat. “Anak-anak yang datang bisa melihat hewan sesuai harapan. Apalagi ini sesama makhluk hidup, makanannya harus diperhatikan,” katanya.
Selama ini, pendapa menjadi tujuan wisata keluarga di akhir pekan. Namun, kondisi hewan yang tidak terawat mulai menimbulkan kekecewaan dari pengunjung. Oleh karena itu, Bupati Gatut Sunu memutuskan untuk mengambil alih pemeliharaan hewan-hewan tersebut agar dapat diperhatikan dengan layak.
Bentuk Tim Khusus, Target Pulih Dua Bulan
Untuk memastikan perbaikan kondisi hewan-hewan di pendapa, Pemkab Tulungagung akan membentuk tim khusus yang terdiri dari dokter hewan dan petugas lainnya. Tim ini akan bekerja selama dua bulan untuk memulihkan kondisi hewan sesuai harapan.
Gatut Sunu mengakui bahwa tindakan ini memang tidak etis, namun ia merasa terpaksa harus dilakukan. Tujuannya adalah agar hewan-hewan di pendapa dapat hidup dengan nyaman dan sehat. Jika upaya pemulihan berhasil, maka akan dilakukan penambahan koleksi rusa dengan mengacu pada aturan yang berlaku.
Pembangunan Kandang dan Pembenahan Lingkungan
Pemkab Tulungagung juga telah menganggarkan dana untuk pembangunan kandang rusa di area pendapa. Selain itu, lokasi pendapa akan dibersihkan agar masyarakat yang datang merasa nyaman.
Tujuan utamanya adalah agar pendapa dapat menjadi lokasi wisata keluarga yang nyaman dan menarik. Dengan adanya perbaikan kondisi hewan dan lingkungan, harapan untuk menjadikan pendapa sebagai tempat wisata yang layak bisa tercapai.
Masalah Lalu yang Belum Teratasi
Sebelumnya, warga juga sempat menyaksikan beberapa kasus hewan yang mati dan dibuang di tempat sampah. Selain itu, sejumlah koleksi seperti burung elang juga banyak yang berkurang jumlahnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah perawatan hewan di pendapa bukanlah hal baru.
Selain rusa dan burung, aquarium yang ada di ruang barat pendapa juga tidak terawat. Kaca aquarium yang berwarna kusam mengganggu pemandangan untuk melihat keindahan ikan di dalamnya.
Kondisi Hewan yang Kurang Terawat
Koleksi hewan di Pendapa Kabupaten Tulungagung selama ini di bawah tanggung jawab Bagian Umum Setda. Kondisi hewan-hewan yang kurang terawat ini sebenarnya sudah lama terjadi, bahkan sebelum pergantian Kabag Umum. Hal ini menunjukkan bahwa masalah perawatan hewan di pendapa merupakan isu yang membutuhkan perhatian serius.







