Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan AS-Iran
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyatakan bahwa negaranya siap menjadi tuan rumah “perundingan yang bermakna” untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan dengan para menteri luar negeri regional akhir pekan ini.
Dar menekankan bahwa pihaknya telah membahas berbagai cara untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut secara dini dan permanen, termasuk kemungkinan pembicaraan antara AS dan Iran di Islamabad. Ia menyatakan bahwa Pakistan akan merasa terhormat untuk menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna antara kedua pihak dalam beberapa hari mendatang, guna mencapai penyelesaian konflik secara komprehensif dan berkelanjutan.
Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari AS dan Iran mengenai kehadiran mereka dalam perundingan tersebut. Departemen Luar Negeri AS dan Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait potensi pembicaraan di Pakistan.
Tantangan dalam Upaya Negosiasi
Upaya Pakistan untuk menjadi mediator dalam konflik ini dipersulit oleh posisi keras yang diambil Amerika Serikat, Israel, dan Iran terkait syarat untuk mengakhiri konflik. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, sebelumnya menuduh AS mengirimkan sinyal negosiasi sambil secara bersamaan merencanakan pengiriman pasukan. Ia menegaskan bahwa Teheran siap merespons jika tentara AS dikerahkan.
“Selama Amerika menginginkan penyerahan diri Iran, tanggapan kami adalah kami tidak akan pernah menerima penghinaan,” katanya dalam sebuah pesan kepada rakyat.
Profil Menteri Luar Negeri Pakistan
Muhammad Ishaq Dar lahir di Lahore pada 13 Mei 1950. Ia menempuh pendidikan di Hailey College of Commerce dan lulus dengan gelar B.Com. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Government College University di Lahore. Karier awalnya dimulai sebagai akuntan bersertifikat di sektor publik dan swasta.
Pada 1974 hingga 1976, ia bekerja sebagai direktur keuangan di sebuah perusahaan tekstil yang berbasis di London. Kemudian, ia pindah ke Libya pada 1976 dan bekerja untuk Pemerintah Libya sebagai auditor senior di Kantor Departemen Auditor Jenderal di Tripoli.
Setelah kembali ke Pakistan pada 1977, ia menjadi mitra di firma akuntansi dan pada 1980 menjadi penasihat keuangan bagi Nazir & Company, sebuah perusahaan konstruksi multinasional. Dar memulai karier politiknya pada akhir 1980-an sebagai anggota komite eksekutif pusat Pakistan Muslim League (N) (PML(N)).
Ia terpilih ke Senat pada 2003 dan menjadi Pemimpin Oposisi dari 2012 hingga 2013. Dia juga pernah memimpin Dewan di Senat pada 2022. Di pemerintahan, Dar pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dari 2022 hingga 2023. Ia merupakan pendukung seperangkat kebijakan ekonomi yang kini dikenal sebagai Daronomics.
Karir pemerintahan Dar semakin moncer saat ditetapkan sebagai Menteri Luar Negeri ke-38 Pakistan sejak 2024. Ia juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri ke-6 Pakistan.
Rencana Buka Selat Hormuz
Sebelumnya, dalam diskusi awal antara Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir berfokus pada proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Blokade efektif Iran terhadap pengiriman minyak dan gas melalui selat itu sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari telah menimbulkan dampak ekonomi global. Memasuki bulan kedua, konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Militer Israel menyatakan telah meluncurkan lebih dari 140 serangan udara di Iran bagian tengah dan barat, termasuk Teheran, dalam 24 jam hingga Minggu malam, dengan sasaran lokasi peluncuran rudal balistik dan fasilitas penyimpanan.
Direktur Organisasi Kesehatan Dunia menyebut perluasan operasi militer Israel di Lebanon selatan telah menyebabkan kematian satu lagi petugas kesehatan, setelah sebelumnya 51 orang tewas. Israel menuduh militan Hizbullah yang didukung Iran menggunakan fasilitas medis sebagai tameng, namun tuduhan itu dibantah kelompok tersebut.
Sebuah pabrik kimia di Israel selatan, dekat kota Beer Sheva, terkena rudal atau puing-puing rudal saat Israel menangkis serangan dari Iran. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan agar warga menjauh karena adanya “bahan berbahaya”. Serangan lain menghantam area terbuka dekat permukiman di Beer Sheva, yang berada di dekat beberapa pangkalan militer, dan melukai 11 orang.
Konflik ini telah menewaskan ribuan orang serta berdampak luas di Timur Tengah. Pabrik aluminium utama di Bahrain dan Uni Emirat Arab dilaporkan rusak akibat serangan udara selama akhir pekan. Uni Emirat Arab disebut tengah menuntut ganti rugi dari Iran atas serangan terhadap warga sipil dan fasilitas vital, serta meminta jaminan agar kejadian serupa tidak terulang, menurut seorang penasihat presiden.
Kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran turut terlibat dalam konflik sejak Sabtu, dengan melancarkan serangan pertama ke Israel. Hal ini meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur pelayaran strategis lainnya, yakni Selat Bab el-Mandeb.







