Pariwisata Lamongan Mulai Pulih Pasca Libur Lebaran 2026
Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lamongan selama libur Lebaran 2026 menunjukkan tanda-tanda pemulihan sektor pariwisata. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) mencatat jumlah kunjungan mencapai 22.197 orang selama periode 17 hingga 27 Maret 2026. Angka ini menjadi indikasi bahwa masyarakat kembali memilih Lamongan sebagai tujuan wisata.
Destinasi Wisata Favorit di Lamongan
Beberapa destinasi wisata menjadi pilihan utama para pengunjung. Wisata Bahari Lamongan (WBL), Maharani Zoo, serta wisata religi seperti Makam Sunan Drajat menjadi tempat yang paling diminati. Selain itu, Pantai Klayar, Tanjung Kodok, dan lokasi lainnya juga mendapat perhatian dari wisatawan.
Selain kawasan pantura, beberapa tempat wisata lain juga turut mengalami peningkatan kunjungan. Antara lain Waduk Gondang, Bukit Kapur Sekapuk, Pantai Kutang, Museum Sunan Drajat, Wisata Edukasi Gondang (WEGO), dan Istana Gunung Mas di Mantup.
Peran Pemerintah dalam Pemulihan Pariwisata
Kepala Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah, menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan tidak hanya berasal dari wilayah setempat, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Gresik, Surabaya, Tuban, Bojonegoro, dan Mojokerto. Ia menilai, libur Lebaran tahun ini menjadi momentum penting bagi pemulihan sektor pariwisata.
“Libur Lebaran tahun ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata Lamongan. Tingginya kunjungan menunjukkan masyarakat masih menjadikan Lamongan sebagai tujuan wisata keluarga dan religi,” ujarnya.
Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Wisata
Untuk terus meningkatkan minat wisatawan, Disbudporapar akan fokus pada peningkatan kualitas layanan, kebersihan, keamanan, serta penambahan atraksi. Tujuannya adalah agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung.
Destinasi wisata di wilayah pesisir utara Lamongan tetap menjadi magnet utama karena menyediakan berbagai pilihan wisata dalam satu kawasan. Mulai dari wisata bahari, religi, hingga kuliner khas. Pengunjung biasanya tidak hanya datang ke satu tempat, tetapi melanjutkan perjalanan ke lokasi lain, seperti ziarah ke Sunan Drajat atau membeli oleh-oleh khas Lamongan.
Keamanan dan Pengawasan di Objek Wisata
Pihak Disbudporapar bekerja sama dengan TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memperkuat keamanan di seluruh objek wisata. Pengawasan dilakukan mulai dari aspek keselamatan wahana, kelayakan fasilitas, hingga pengaturan arus pengunjung.
Event Tahunan untuk Menarik Wisatawan
Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata, Disbudporapar juga menggelar event tahunan seperti Festival Kupatan. Acara tersebut digelar di Lapangan Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, timur WBL. Event ini menjadi bagian dari strategi promosi dan pengembangan destinasi wisata daerah.







