Operasi Ketupat Semeru 2026: Kecelakaan Lalu Lintas Naik Signifikan di Kabupaten Tuban
Selama Operasi Ketupat Semeru 2026, tercatat peningkatan signifikan dalam jumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tuban. Data yang dirilis menunjukkan bahwa selama masa arus mudik dan balik Lebaran, jumlah kejadian kecelakaan meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.
Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, Satlantas Polres Tuban mencatat sebanyak 34 kasus kecelakaan lalu lintas. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatat 18 kejadian. Peningkatan ini mencapai 88 persen, menunjukkan adanya tren peningkatan risiko kecelakaan.
Korban dan Kerugian Materiil yang Meningkat
Dalam operasi tahun ini, jumlah korban juga mengalami peningkatan. Tidak ada korban meninggal dunia, tetapi terdapat lima orang korban luka berat dan 39 orang korban luka ringan. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan data tahun 2025 yang hanya mencatat 28 korban luka ringan tanpa adanya korban luka berat.
Selain itu, kerugian materiil yang terjadi pada tahun ini juga meningkat signifikan. Total kerugian mencapai Rp80,5 juta, naik dari Rp32 juta pada tahun sebelumnya.
Titik Rawan Kecelakaan yang Perlu Diwaspadai
Satlantas Polres Tuban telah memetakan beberapa titik rawan kecelakaan yang tersebar di jalur-jalur padat kendaraan. Beberapa lokasi tersebut antara lain:
- Jalan Panglima Sudirman wilayah Sukolilo hingga Manunggal Tengah
- Jalan Letda Sucipto Kelurahan Latsari Kecamatan Tuban
- Jalur Tuban–Bancar yang meliputi Desa Bancar dan Desa Bulujowo Kecamatan Bancar hingga Desa Purworejo Kecamatan Jenu
- Jalur Babat–Widang tepatnya di Desa Compreng Kecamatan Widang
Titik-titik ini menjadi perhatian khusus karena sering terjadi kecelakaan akibat kemacetan atau kurangnya pengawasan lalu lintas.
Himbauan untuk Masyarakat
Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama saat melintas di jalur-jalur rawan kecelakaan. Ia menekankan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.
“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik agar dapat menekan angka kecelakaan,” ujar Eko.







