Ledakan Hebat di Pabrik Baja PT Great Wall Steel Sidoarjo
Pada Senin (6/4/2026), sebuah ledakan hebat terjadi di area produksi PT Great Wall Steel (GWS) yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai dua pekerja dengan luka parah akibat pecahan material yang terlempar hingga 50 meter dari lokasi kejadian.
Ledakan tersebut terjadi saat proses pemotongan tabung besi dilakukan oleh para pekerja pabrik. Dari hasil olah TKP awal, ditemukan bahwa sumber ledakan berasal dari sebuah tabung logam besar yang sedang dikerjakan. Tabung tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter dan diameter sekitar 30 sentimeter. Saat alat potong las (blander) menyentuh permukaan tabung, ledakan tiba-tiba terjadi.
Kapolsek Sedati, Miftakhul Amin, menjelaskan bahwa kekuatan ledakan sangat besar sehingga mengakibatkan material besi terlempar jauh. Pecahan material itu mengenai seorang sopir supplier berinisial RES yang sedang beristirahat di area parkir. RES dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara dua pekerja lainnya, PRA dan MZA, menderita luka berat dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Tim Jibom Polda Jatim Diterjunkan
Menyusul dampak ledakan yang begitu dahsyat, pihak kepolisian langsung menerjunkan Tim Jibom Polda Jatim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tim ini fokus pada kemungkinan adanya residu bahan kimia atau gas yang terjebak di dalam tabung tertutup sebelum proses pemotongan dimulai.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Cristian Tobing, menegaskan bahwa seluruh fakta di lapangan akan dikumpulkan guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur keselamatan kerja. Pihak kepolisian juga akan memeriksa apakah penggunaan alat potong sesuai dengan standar keselamatan.
Di sisi lain, manajemen PT GWS mengklaim bahwa operasional perusahaan telah berjalan sesuai dengan standar. HRD General Affair PT GWS, Heri Prasetyo, menyatakan bahwa aturan keselamatan di area pabrik sangat ketat bagi siapa pun yang masuk. Ia menekankan bahwa bahkan para sopir dari luar perusahaan wajib menggunakan helm saat memasuki area pabrik.
Meski demikian, pihak perusahaan berjanji akan bertanggung jawab penuh, baik kepada para korban maupun warga Desa Janti yang rumahnya mengalami kerusakan akibat dampak ledakan tersebut.
Keterangan Warga
Ketua RW 02 Desa Janti, Sukani, mengungkapkan bahwa insiden ledakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Menurut informasi yang ia terima, ledakan terjadi saat pekerja melakukan proses pemotongan wadah logam menggunakan alat las.
“Informasi dari sekuriti, itu katanya blender tong atau drum. Blender las pemotong gitu. Yang di-blender itu entah isinya apa, saya kurang tahu pasti, lalu meledak,” ujar Sukani, Senin (6/4/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa informasi awal menyebutkan tiga orang menjadi korban. Dua di antaranya mengalami luka ringan, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Sidoarjo.








