Ibadah Haji, Panggilan yang Menjangkau Segala Usia
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang dianggap sebagai panggilan langsung dari Allah SWT. Tidak hanya bergantung pada kemampuan finansial, tetapi juga kehendak-Nya. Hal ini membuat banyak calon jemaah harus menunggu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci.
Di antara para jemaah tersebut, terdapat perbedaan usia yang cukup mencolok. Contohnya adalah Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sukoharjo, yang memiliki rentang usia mulai dari 21 hingga 88 tahun. Perbedaan ini menjadi tantangan sekaligus perhatian khusus bagi petugas, terutama dalam aspek kesehatan dan pendampingan selama menjalankan ibadah.
Jemaah Termuda dan Tertua
Salah satu jemaah termuda adalah Maetza Kirana Azzahra, yang berasal dari Kecamatan Baki. Usianya saat haji nanti adalah 21 tahun lebih 7 bulan. Di sisi lain, jemaah tertua adalah Miatin Maniyo, yang berasal dari Kecamatan Kartasura dengan usia mencapai 88 tahun lebih 11 bulan. Perbedaan usia yang cukup jauh ini menunjukkan bahwa ibadah haji tetap menjadi harapan lintas generasi, mulai dari usia muda hingga lanjut usia.
Kondisi ini sekaligus menjadi perhatian khusus bagi penyelenggara haji, terutama dalam aspek pelayanan dan kesehatan selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Tantangan dalam Pendampingan Jemaah
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Sukoharjo, Abdul Rochman, mengatakan bahwa keberagaman usia tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendampingan jemaah. Menurutnya, jemaah lanjut usia atau lansia memerlukan perhatian ekstra, terutama terkait kondisi fisik yang lebih rentan terhadap kelelahan maupun penyakit selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang cukup padat.
“Jemaah usia lanjut akan menjadi prioritas dalam pemantauan kesehatan. Mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, kondisi mereka akan terus diawasi agar tetap stabil selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Di sisi lain, keberadaan jemaah usia muda juga menjadi energi tersendiri dalam rombongan. Selain memiliki kondisi fisik yang relatif prima, jemaah muda diharapkan dapat membantu sesama jemaah, khususnya para lansia, dalam menjalankan aktivitas ibadah sehari-hari.
Petugas Haji Pastikan Ibadah Jemaah Aman dan Nyaman
Pemerintah melalui Kementerian Agama juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan seluruh jemaah, baik muda maupun lansia, dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Salah satu upaya tersebut adalah dengan menyiapkan petugas haji daerah (PHD) yang akan mendampingi jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Petugas ini memiliki peran penting dalam memberikan layanan ibadah, kesehatan, hingga bantuan umum yang dibutuhkan jemaah,” terangnya.
Pendampingan ini diharapkan mampu meminimalisir risiko yang mungkin dihadapi, terutama bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Selain itu, seluruh calon jemaah haji juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan serta vaksinasi meningitis dan influenza sebelum keberangkatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi penyakit menular yang dapat mengganggu kelancaran ibadah.
Dengan rentang usia yang cukup lebar tersebut, diharapkan seluruh jemaah asal Sukoharjo dapat saling mendukung dan menjaga satu sama lain selama menjalankan ibadah haji. Pemerintah pun optimistis, dengan persiapan yang matang, seluruh jemaah dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.







