KOTA MALANG – Stadion Gajayana mendadak bergetar dan dipenuhi lautan manusia hingga dini hari. Ribuan masyarakat mendadak berkumpul dalam acara Pengajian Umum dan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan yang digelar menyambut Hari Bhayangkara ke-80 oleh Polresta Malang Kota. (2/6/2026)
Namun, ada satu momen tak terduga yang langsung menyedot perhatian seluruh jemaah yang hadir! Di tengah suasana khidmat, pendakwah kondang Gus Iqdam tiba-kira membongkar sebuah rahasia besar di atas panggung. Beliau blak-blakan mengungkap aksi berani yang dilakukan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, saat situasi Malang sedang memanas pasca-tragedi mematikan tersebut.

Gus Iqdam menceritakan bahwa di saat tingkat kepercayaan publik ke polisi sedang anjlok, Kombes Putu justru nekat melakukan aksi tanpa banyak sorotan media saat itu, ia langsung mendatangi satu per satu rumah keluarga korban demi mendengarkan jeritan hati mereka dan memberikan bantuan nyata.
Pengakuan jujur ini langsung membuat ribuan jemaah terenyuh sekaligus kagum dengan kepemimpinan yang tulus menyatu dengan rakyat. Tak hanya itu, Gus Iqdam juga memberikan tamparan keras lewat beberapa nasihat yang dapat ditiru agar menjadi manusia mulia.

”Kalau tidak bisa memberi manfaat, minimal jangan membahayakan orang lain. Kalau belum bisa menenangkan, jangan membuat orang lain susah. Kalau tidak bisa memuji, jangan pernah mencaci dan menyakiti lewat ucapan.”, tegasnya.
Acara do’a bersama ini sukses besar dan menjadi bukti nyata bahwa solidaritas di Malang Raya masih sangat kuat. Sinergi antara polisi, ulama, dan masyarakat ini diharapkan menjadi energi positif untuk menjaga Malang tetap aman dan damai.
Penulis: Dyah







